
🚫 Bijak dalam membaca, bab ini diperuntukan untuk usia 21+
Sejak mengetahui kehamilan istrinya, Raditya memberikan perhatian penuh Aira, tak jarang ia juga memberikan kejutan kecil untuk istrinya.
"Morning honey, cup... cup..." Raditya membangunkan Aira dengan mengecup kedua pipi dan keningnya.
"Mmm... Morning husband" Aira mengangkat kedua tangannya melakukan peregangan.
"Morning, subuh dulu yuk" bisik Raditya ia memberikan buket bunga mawar merah muda kepada istrinya.
"So thank you honey" Aira mencium harum bunga mawar yang di berikan oleh suaminya, kemudian ia memberikan ciuman mesra di bibir Raditya, Raditya pun membalasnya lebih dalam hingga keduanya bercum*u dengan penuh gairah.
Raditya mengangkat lingerie yang Aira kenakan "Akhhh..." Aira mendesah begitu hebatnya ketika Raditya ******* dan memainkan kedua puncak dada Aira. Puas bermain di dada istrinya, Raditya turun ke bawah "Morning baby boy" ia mengecup perut istrinya yang masih rata sambil mengelusnya dengan lembut.
"Memangnya Bang Radit mau anak laki-laki ya?" tanya Aira.
"Apa saja sayang, tapi feelingku berkata anak kita ini laki-laki" Raditya tersenyum sambil melepaskan celana dal*m yang di kenakan Aira.
Aira kembali mendesah hingga mengeluarkan pelepasannya saat Raditya memainkan bagian sensitif Aira dengan lidahnya, tak ingin kalah dari suaminya Aira merubah posisinya, namun Raditya melarangnya "Berbaringlah dengan rileks, kita bermain dengan aman" Raditya mengecup kening Aira kemudian ia melepaskan semua pakaiannya.
Secara perlahan Raditya memasukan bagian sensitifnya kedalam tubuh Aira, ia mengatur ritmenya dengan sangat hati-hati agar janin dalam kandungan istrinya tetap aman.
Baik Raditya maupun Aira sama-sama sangat menikmati moment keintiman mereka, hingga keduanya mengeluarkan pelepasan secara bersamaan.
"Thank you honey" Raditya mengecup kening Aira kemudian membawa tubuh Aira kedalam pelukannya.
Melihat jam di dinding kamarnya telah menunjukan pukul 04.50 WIB, Raditya membopong tubuh Aira masuk kedalam kamar mandi untuk bersama-sama membersihkan diri.
Dibawah guyuran air dari shower Aira memeluk Raditya dari belakang "Jangan tinggalkan aku" ucapnya lirih. Raditya membalikan tubuhnya kemudian merangkum wajah istrinya "Lihat mataku" pintanya " I promise I’ll never leave you, because you are the best thing that ever happened to me" Raditya memeluk Aira dengan erat.
"Pah..... mah....."
Dari luar pintu kamar Raditya, Chelsee berteriak memanggil kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Putri kita sudah bangun" ucap Raditya, ia begegas mengeringkan tubuhnya kemudia mengenakan pakaiannya "Sayang, aku tunggu di mushola ya" Raditya meninggalkan istrinya yang masih mengeringkan tubuhnya.
Ia membuka pintu kamarnya "Morning baby" sapa Raditya kepada putrinya yang cemberut karena orang tuanya lama membukakan pintu untuknya.
"Maaf ya, tadi papah ganti baju dulu. Sekarang kita ke mushola yuk!" Raditya menggendong putrinya menuju mushola yang berada di rumahnya, sudah menjadi kebiasaan rutin yang Raditya terapkan untuk selalu menunaikan ibadah berjamaah, meski putrinya masih berusia lima tahun Raditya mewajibkan Chelsee untuk ikut beribadah bersamanya sehingga Chelsee jadi terbiasa bangun subuh.
...Baca bismillah sambil cuci tangan...
...Kumur-kumur, basuh hidung, basuh muka...
...Tangan sampai kesiku...
...Kepala dan telinga...
...Terakhir basuh kaki lalu doa...
...Tertib!!!!!...
Sebelum beribadah, Raditya membimbing putrinya untuk berwudhu, tanpa rasa canggung ia bernyanyi agar Chelsee dapat mudah mengingatnya.
"Sudah?" tanya Raditya sebelum ia memulai ibadahnya, Raditya bukan hanya mengimami istri dan anaknya saja tapi ia juga mengimami asisten rumah tangganya yang kebetulan berbarengan beribadah bersamanya, tak jarang ia pun mempersilahkan asisten rumah tangga pria untuk menjadi imam dalam ibadahnya, ia dan istrinya tidak pernah membedakan-bedakan status sosial seseorang.
Selesai beribadah dan berdoa, Aira langsung membuka mukenanya dan berlari menuju kamar mandi.
"Hoeeek... hoeeek..." Aira mengeluarkan isi perutnya di kamar mandi.
"Kakak mandi dan siap-siap pakai seragam sama bibik ya, papah ke mamah dulu" Raditya bergegas menghampiri Aira di kamar mandi.
Dengan telaten Raditya mengolesi minyak kayu putih dan memijat tengkuk istrinya dengan lembut "Bik, tolong buatkan teh hangat untuk Ibu" lerintah Raditya kepada asisten rumah tangga.
Tanpa rasa jijik Raditya menyeka mulut Aira dengan tangannya "Sudah? masih mual tidak?" tanyanya, Aira menggelengkan kepalanya. Raditya memapah Aira untuk duduk di ruang keluarga "Di minum tehnya" Raditya membantu Aira meminum teh yang telah di buatkan oleh asistennya.
"Maaf ya beberapa hari ini aku tidak bisa membuatkan sarapan dan makan malam untuk Bang Radit" ucap Aira.
__ADS_1
Pada trimester pertama kehamilannya ini Aira benar-benar tidak tahan dengan bau-bau bumbu dapur, yang membuat kepalanya terasa pusing.
"Aku menikahimu bukan untuk jadi juru masak di rumah ini, aku sudah menggaji orang untuk memasak dan membereskan rumah ini, kamu tinggal suruh saja mereka. Aku ganti baju dulu ya, siap-siap ke kantor. Kamu istirahat saja di sini, nanti kita sarapan sama-sama"
"Aku sudah siapkan baju kantor Bang Radit"
"Terima kasih ya" Raditya mengecup kening Aira dan beranjak dari tempat duduknya.
Setelah dirasa kondisinya lebih baik, Aira menghampiri kamar putrinya, dilihatnya suaminya tengah membatu Chelsee memasukan buku-buku yang akan di bawa oleh putrinya.
"Mamah ikat rambutnya ya"
"Mah, pigtails" pinta Chelsee.
"Okay" sesuai permintaan putrinya, Aira mengikat rambut Chelsee menjadi dua bagian, sebagai pemanis Aira memakaikan dua buah jepitan rambut berwarna merah muda di kepala putrinya "Finish, you're so beautiful" puji Aira.
"Sarapan yuk" Raditya menggandeng Chelsee menuju ruang makan, di ikuti oleh Aira di sebelahnya.
Obrolan ringan dan canda hangat mengiringi sarapan keluarga kecil Raditya pagi itu.
"Hari ini kamu istirahat saja ya di rumah" Raditya menggegam tangan Aira.
Aira hanya terdiam, sebenarnya ia ingin sekali mengunjungi florisnya, dirinya merasa nyaman dan aman berada di floristnya, Aira takut jika berada di rumahnya ibu mertuanya akan datang tiba-tiba.
"Nanti akan ada Doula yang akan kemari"
doula merupakan tenaga profesional yang memberikan dukungan emosional, fisik, dan informasi. Peran utama doula adalah membantu ibu hamil merasakan proses hamil yang menyenangkan, sehat, dan nyaman.
Dengan begitu, rasa stres yang ibu hamil rasakan dapat berkurang karena ada doula yang menyediakan informasi serta selalu siap dan siaga di dekatnya.
"Selain ada aku yang akan selalu mendampingimu, aku juga ingin ada doula agar kamu bisa menikmati masa-masa kehamilan ini dengan enjoy dan bahagia" ucap Raditya.
Selesai sarapan Raditya dan Chelsee pamit berangkat beraktivitas "Aku antar kakak oe sekolah dulu ya, habis itu ke kantor, kabari aku jika ada apa-apa" Raditya mengecup kening dan perut Aira, bergantian dengan Chelasee.
__ADS_1
"Kakak semangat ya sekolahnya" Aira melambaikan tangannya ke arah mobil suaminya, setelah mobil suaminya tak terlihat barulah ia masuk ke dalam kediamannya.