USAI

USAI
Episode 75 - USAI


__ADS_3

Keesokkan harinya Raditya berserta keluarganya bertolak menuju Turki, hanya butuh waktu 3 jam 35 menit dari Jeddah ke Atatürk Airport, Istanbul.


Kedatangannya di sambut hangat oleh Nathalie dan kedua orang tuanya yang sudah terlebih dahulu tiba di Turki.


"Kak Nath..." Chelsee melepaskan tangan Aira,kemudian ia berlari menghampiri Nathalie "I Miss you so much my sister Mmuuah.. Mmuuah.." Chelsee memeluk dan menciumi pipi Nathalie.


"Kakak juga rindu sekali padamu" Nathalie membalas pelukan dan ciuman adiknya, puas melepas rindu dengan Chelsee, Nathalie beralih ke kedua orang tuanya. "Mah, Pah.. Miss you. Rumah sangat sepi tanpa kalian" Nathalie memeluk keduanya secara bergantian.


"Kami juga sangat merindukanmu nak" ucap Aira sambil mencium kedua pipi putri sulungnya.


"Time for our vacation" Raditya mengelus kepala Nathalie, kemudian ia menghampiri kedua orang tuanya untuk mengucapkan terima kasih karena telah bersedia menjaga Nathalie selama dirinya dan Aira umrah.


"Dia sudah besar jadi sama sekali tak merepotkan kami, justru ia adalah teman yang asik untuk di ajak berdiskusi" Tn.Maruli menepuk bahu putranya.


"Ia benar, dia justru yang mengajarkan mama masak. Bukan seperti istrimu yang hanya memberi mama buku resep tak pernah menepati janjinya" sambung Ny.Paulina melirik ke arah Aira.


"Maaf mah, aku benar-benar belum sempat. Aku janji setelah ini aku akan mengajarkan semua resep yang sudah aku tulis" Aira menghampiri ibu mertuanya kemudian ia memeluknya dengan hangat.


"Mama hanya bercanda, mama sangat mengerti jika kemarin-kemarin kamu sibuk, justru seharusnya mama berterima kasih padamu karena telah mengurus semua persiapan pernikahan Aruna" Ny.Paulina pun membalasan pelukan hangat menantunya "Jadi destinasi pertama kita di Turki ini kemana? mama sudah bawa semua barang-barang karena lusa mama dan papa mau ke Dubai, kita mau honey moon" ucap Ny.Paulina dengan riang, ia tak sabar menikmati waktu liburannya bersama suaminya tanpa di ganggu oleh anak maupun cucunya.


"Kita langsung ke Cappadocia" ajak Raditya.

__ADS_1


Untuk mempersingkat waktu Raditya memilih menggunakan pesawat untuk bisa sampai ke Cappadocia, namun penerbangannya bukan dari Atatürk Airport, tempat saat ini Raditya berada, melainkan dari Sabiha Gökçen International Airport.


Untuk sampai ke Sabiha Gökçen International Airport, Raditya menaiki private bus yang telah di sediakan oleh pihak travel yang mengurus perjalanan ibadah sekaligus liburan Raditya berserta keluarganya.


Dalam perjalanannya menuju Sabiha Gökçen International Airport, Raditya di kejutkan oleh pesan masuk dari Gilang, yang meminta izin kepada dirinya untuk bertemu dengan Chelsee, tanpa rasa ragu Raditya pun segera membalas pesat tersebut, ia meminta Gilang untuk datang ke kediamannya minggu depan, saat dirinya dan anak-anaknya telah pulang dari Turki menghabiskan masa liburan kenaikan kelas.


Raditya juga mengirimkan beberapa foto terbaru Chelsee saat kemarin di tanah suci dan foto Chelsee saat ini yang tengah mengobrol sambil memberi oleh-oleh yang ia beli khusus untuk kakaknya.


"Serius banget, Bang Radit lagi chat sama siapa sih?" tanya Aira penasaran.


"Sama Gilang" Raditya memberikan handphonenya kepada Aira, agar istrinya membaca isi chatnya dengan Gilang.


Sebenarnya tidak ada hal yang Raditya sembunyikan dari istrinya, ia memberi tahu password handphone miliknya dan membebaskan Aira untuk membukanya kapan pun, ia juga bahkan memberi tahu semua PIN ATM dan brankas pribadi miliknya.


Penerbangan dari Sabiha Gökçen International Airport menuju Erkilet International Airport hanya memakan waktu satu jam saja, Raditya dan keluarganya kembali di jemput dari pihak travel yang akan membawanya ke kota kecil Göreme.


Sepanjang perjalanan dari airport menuju kota kecil Göreme mereka disajikan dengan pemandangan yang indah. Dari mulai dataran yang kering, hingga akhirnya terlihatlah bukit-bukit kapur dengan berbagai bentuk yang menakjubkan! Beda rupa, beda warna bak di negeri dongeng.



Sore itu sinar matahari semakin memerah, menyinari bukit-bukit kapur berbentuk kerucut menampilkan keindahan alam Cappadocia.

__ADS_1


"Ra, adik iparmu video call" panggil By.Paulina. Aira pun mendekat untuk menyapa adik iparnya.


"Hai Na, bagaimana hasil cek labnya? sudah keluar?" tanya Aira, meski jauh namun Aira tetap memantau perkembangan kehamilan Aruna.


"Alhamdulillah semuanya baik Kak, kalian sudah sampai di Cappadocia ya? aku iri sekali...." ucap Aruna memasang wajah memelas, bukan Aira tak mengajaknya namun Eric sedang sibuk mengurus perusahaan orang tuanya sehingga mau tidak mau Aruna tetap stay di Jakarta menemani suaminya.


"Tahun depan kita double date ya" ajak Aira.


"Kalian berdua mengapa menatap mama?" ucap Ny.Paulina dengan curiga karena anak dan menantunya secara bersamaan menatapnya "mau menitip anak-anak? tidak bisa, mama juga mau jalan-jalan dengan papa, kalian urus anak kalian masing-masing" Ny.paulina menolaknya mentah-mentah.


"Haha.. mana tega mah, aku meninggalkan anak-anak. Kemarin saja meninggalkan Nathalie rasanya berat sekali" Aira mengelus bahu ibu mertuanya dengan lembut, ketiganya mengobrol dengan hangat hingga hampir tiga puluh menit lamanya.


"Mah udah dulu ya, Mas Eric sudah selesai ambil vitaminnya. Bye.." Aruna melambaikan tangannya kemudian ia menutup teleponnya.


Ny.paulina kembali memasukan handphonenya kedalam tasnya "Ra, terima kasih banyak ya atas semua yang telah kamu lakukan, terutama untuk Aruna. Maafin mama jika selama ini mama telah salah menilaimu dan Chelsee. Pilihan Raditya sangat tepat menjadikanmu pendamping hidupnya, kamu ibu yang sungguh luar biasa, mama bangga padamu dan juga pada Chelsee" Ny.paulina memeluk Aira dengan hangat "Sekali lagi maafin mama ya" bisiknya, ia mengelus punggung Aira dengan lembut.


Dari kejauhan Raditya melihat moment yang selama ini ia tunggu, dimana mamanya bisa menerima Aira dan Chelsee dengan sepenuh hati "Dengan kebaikan dan kelembutan hatinya, ia mampu meluluhkan kerasnya hati mamamu. Jaga istrimu baik-baik!" Tn.Maruli menepuk bahu Raditya, kemudian ia berjalan ke arah cucu-cucunya menemani mereka bermain.


Menikmati senja dan keindahan setiap sudut-sudut Kota Cappadocia, Raditya mengajak istrinya naik balon udara. Diatas udara, ia memeluk istrinya dari belakang.


Sembari menikmati moment indah kebersamaanya bersama suaminya, Aira mengucapkan terima kasih atas hadiah terindah di anniversarynya yang pertama ini, ia berharap jika kebahagiaan yang ia rasakan saat ini tak akan pernah USAI.

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2