
Dua Tahun Kemudian
"I do not agree that the use of mobile phones is very dangerous. But instead the cell phone is very useful for human life. I think cell phone user's who do not have responsibility that causes the phone can endanger their own lives and others" sanggah Nathalie dengan tegas, dalam event NSDC atau National School Debating Championship yang di selenggarakan di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.
Kejuaraan debat bahasa tahunan Direktorat PSMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini diikuti oleh 34 tim perwakilan provinsi seluruh Indonesia, Nathalie maju sebagai perwakilan dari Provinsi Banten.
Sudah 5 hari Nathalie dan timnya berkompetisi ajang tersebut, dan ini merupakan hari terakhirnya ia dan teman-temannya berjuang.
"No I don't agree with you. I think cell phone that endangers the user's. We can see nowadays, cell phone is not only used by adults but almost every age have been using cell phones. Even children who are still in school in kindergarten were already using the phone" ucap salah seorang dari tim lawan.
"If you say that cell phone endanger the users. This is not fair because there are still many people out there who can use it responsibly. Users who do not take responsibility are the trouble maker because cell phone will not operate it self, it needs someone to operate them" sanggah Nathalie kembali, ia tak ingin kalah dari lawan debatnya.
Mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya, Nathalie tampil dengan penuh percaya diri. Meskipun saat itu hanya ada Raditya yang datang untuk menemaninya, namun Aira tetap memberikan dukungan dan memantau perkembangan kompetisi yang diikuti oleh Nathalie.
Aira tidak bisa ikut menemani Nathalie lantaran, ia sedang berada di Yogyakarta, menemani Chelsee dalam acara Jogja Fashion FestivalĀ (JFF)
Ya, sejak penampilan Chelsee dalam event Jakarta Fashion Week dua tahun lalu, nama Chelsee kian melambung, ia kebanjiran tawaran iklan dan juga tawaran kerja sama dengan beberapa fashion desainer, namun tentu saja Raditya memilah dan memilih semua tawaran yang masuk untuk purtinya, ia tak ingin putrinya kehilangan masa bermainnya.
Melihat Nathalie tampil percaya diri, membuat Raditya semakin bangga terhadap putri sulungnya. Bagaimana tidak, dua tahun belakangan ini Nathalie banyak menorehkan prestasi di bidang akademik, bahkan baru-baru ini saja Nathalie berhasil menyabet medali emas dalam ajang olimpiade sains tingkat Provinsi.
Ditengah rasa bangganya terhadap putri sulungnya, terselip rasa cemas dalam diri Raditya, pasalnya ia juga ingin sekali melihat penampilan Chelsee dalam acara Jogja Fashion FestivalĀ (JFF), berkali-kali ia melihat jam di pergelangan tangannya dan sesekali ia mengirimkan pesan kepada istrinya untuk menanyakan persiapan penampilan Chelsee.
^^^Aira:^^^
^^^Chelsee baru saja selesai di make up, bagaimana dengan Nathalie? Lancar? Bang Radit jadi ke Jogja?^^^
Raditya:
Alhamdulillah lancar, nanti akan aku kirim video debatnya, Insyaallah sebentar lagi setelah Nathalie selesai di sesi ini aku akan berangkat.
__ADS_1
Awalnya Raditya dan Aira membagi tugas, jika dirinya menemani Nathalie sedangkan istrinya menemani Chelsee. Namun nyatanya Raditya tak ingin melewatkan kesempatan melihat penampilan Chelsee, terlebih untuk dua hari ke depan Chelsee akan tinggal bersama Gilang, tentu akan membuat Raditya merasa kehilangan Chelsee.
Kondisi Gilang yang berangsur membaik, membuat intensitasnya bertemu dengan Chelsee lebih sering, bahkan tanpa sepengetahuan Raditya dan Aira, Gilang sudah memberitahu Chelsee jika dirinya adalah ayah kandungnya.
"Pah, are you okay?" tanya Nathalie membuyarkan lamunan Raditya.
"Eh.. kamu sudah...?" Raditya menoleh ke kanan dan kekiri melihat beberapa penonton yang hadir menyaksikan debat tersebut sudah meninggalkan ruangan.
Sudah beberapa menit yang lalu sesi debat berkahir, semua peserta dan penonton di persilahkan untuk beristirahat sejenak.
"Kok papa malah menlamun disini? katanya papa mau nyusul adek ke Jogja? nanti telat loh!" ucap Nathalie.
" Kamu tidak apa-apa kan papa tinggal sebentar? papa janji besok pagi papa akan kemari lagi untuk menjemput mu"
"Ia pah, salam buat mama dan adek-adek ya. Papa jangan lupa kirimin video fashion show adek"
"Ia, pasti papa akan kirim. Papa pergi dulu ya, Nak. Jangan lupa nanti kabari papa, apa pun hasilnya kamu sudah menjadi juara di hati papa dan mama" Raditya mengecup kepala Nathalie kemudian ia bergegas menyusul istri dan kedua anaknya di Jogja.
" Papa..." Nathalie berlari menghampiri Raditya kemudian memeluknya "Thanks for everything" ucap Nathalie lirih, ia tak dapat menahan rasa harunya atas semua yang telah Raditya dan Aira berikan padanya hingga ia bisa berada di titik sekarang ini.
Bahkan selama lima hari dirinya berada di Banjarmasin, Raditya rela bolak balik demi menyaksikan penampilan dirinya.
"Sama-sama, Nak. Terus jadi anak yang baik dan jadi anak yang takut akan Tuhan ya. Papa dan Mama sangat bangga sekali padamu" Raditya kembali mengecup kepala Nathalie kemudian ia melanjutkan langkahnya bertolak menuju Yogyakarta.
Menempuh 1 jam 15 menit perjalanan dengan menggunakan helikopter pribadinya, akhirnya Raditya tiba di Yogyakarta, ia bergegas menuju Plaza Ambarrukmo tempat di selenggarakannya JFF.
Ia sangat excited untuk menyaksikan penampilan putrinya karena hari itu putrinya bukan hanya menjadi model catwalk namun ia juga menjadi salah satu narasumber talkshow bersama desainer yang bekerja sama dengannya, pihak JFF sangat tertarik untuk mengenal Chelsee lebih jauh dan, dalam kesempatan itu juga pihak JFF ingin memberikan semangat untuk para anak-anak berkebutuhan khusus lainnya bahwa semua orang punya kesempatan yang sama untuk berkarya.
Padatnya pengunjung di Plaza Ambarrukmo membuat Raditya tak bisa menyaksikan penampilan putrinya dari dekat, ia melambaikan tangannya kearah putrinya berharap Chelsee mengetahui keberadaannya.
__ADS_1
Usaha Raditya tak sia-sia, tak lama setelah itu ia melihat senyum mengembang terpancar dari wajah cantik Chelsee, putrinya menyadari kehadiran dirinya yang datang untuk memberikannya support. Chelsee tampil semakin percaya diri, ia melangkah dengan anggun mempresentasikan baju batik yang ia kenakan.
Setelah tiga pakaian berhasil ia presentasikan dengan baik, Chelsee kembali naik ke atas panggung untuk menjadi salah satu narasumber talkshow. Raditya tersenyum takjub ketika di sesi akhir talkshow putrinya menutup dengan kalimat "The Children with disabilities are stronger than we know, they fight the battles that most will never know" ucap Chelsee dengan lantang.
Dengan bangga Raditya memberikan tepuk tangannya, kemudian ia berlari menuju backstage menghampiri Chelsee yang baru saja turun dari panggung "I'm proud of you baby" Raditya memeluk dan menciumi pipi Chelsee.
"Aku pikir papa tidak jadi datang" ucap Chelsee.
"Jadi dong, mana bisa papa melewatkan penampilan putri papa?"
"Lalu kak Nathalie bagaimana?"
"Jangan khawatir besok papa akan balik lagi untuk menjemputnya, sekarang Kak Chel ganti baju dulu yuk" Raditya meminta istrinya untuk membatu Chelsee mengganti pakaiannya sementara dirinya dan Ray menunggu di luar fitting room.
Satu jam setelah beres-beres bersiap untuk pulang, Gilang yang datang menonton fashion show putrinya menghampiri Chelsee di backstage untuk mengajaknya pergi bersamanya.
"Congratulation, penampilan yang sangat indah. Ayah bangga sekali denganmu" Gilang memberikan ucapan selamat dan memberikan buket bunga mawar š¹ merah kepada putrinya. "Weekend ini main sama ayah ya" sambung Gilang.
"Ini pakaian dan perlengkapan Chelsee yang sudah kami siapkan, termasuk vitamin yang harus Chelsee minum" Raditya memberikan satu buah koper kecil berisi semua keperluan putrinya kepada Gilang. Ia masih tak menyangka kejadian ini akan secepat ini, namun ia berusaha berlapang dada mengingat Gilang memiliki hak yang sama terhadap putrinya.
Raditya berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Chelsee "Have fun ya, nanti papa dan mama pasti akan menghubungi kakak" Raditya memeluk Chelsee dengan erat "I will be miss you" bisiknya lirih, kemudian ia kembali berdiri.
Chelsee hanya terdiam menggenggam erat tangan Raditya, seolah ia tak ingin pergi namun ia juga tak ingin mengecewakan ayah kandungnya yang telah jauh-jauh datang ke Jogja untuk menjemput dirinya.
"Kabari aku jika ada apa-apa" Raditya mencoba tersenyum dan memberikan tangan Chelsee kepada Gilang.
"Tidak perlu khawatir, aku kan ayah kandungnya tentu aku akan menjaga putriku sendiri dengan baik" Gilang menepuk lengan Raditya.
"Yuk kita pergi" Gilang menggandeng tangan putrinya keluar dari dari Plaza Ambarrukmo.
__ADS_1
Saat berjalan pergi menjauh dari kedua orang tuanya, beberapa kali Chelsee menoleh ke belakang, melihat kedua orang tuanya yang masih berdiri memandangi kepergian dirinya bersama ayahnya.