USAI

USAI
Episode 70


__ADS_3

"Will you marry me?" ucap Sang Hanoman sambil membuka topengnya secara perlahan.


Alangkah terkejutnya Aruna saat melihat Eric lah yang berada dibalik kostum Hanoman tersebut.


Ya, malam itu Eric datang bersama keluarganya untuk meminta maaf sekaligus melamar Aruna.


"Mas Eric...!!" Aruna menatap wajah pria yang beberapa bulan belakangan ini ia cari, pria yang sudah membuatnya bingung, kehilangan arah dan tidak tahu lagi harus berbuat apa.


"Maafin aku sayang" ucap Eric dengan penuh rasa penyesalan.


"Kamu jahat mas" mata Aruna mulai berkaca-kaca menahan tangisnya, dadanya terasa sangat sesak mengingat perlakuan Eric yang pergi mencampakannya begitu saja setelah mengetahui dirinya mengandung.


"Kamu jahat!" Aruna mendorong Eric hingga Eric terjatuh, kemudian ia berlari pergi meninggalkan ruangan.


"Sayang tunggu..." Tanpa berfikir panjang Eric bangkit dan mengejar Aruna, ia bertekad untuk mendapatkan maaf dan merebut hati kekasihnya kembali.


"Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri" Aira mencegah suaminya mengejar Aruna, ia berjalan menghampiri ibunda Eric, menyambut kedatangannya.


"Maafkan kami, kami benar-benar menyesali keterlambatan kami" ucap Ajeng sambil menggenggam erat tangan Aira dan menatapnya dengan penuh rasa bersalah.


"Kita bicarakan didalam saja Bu Ajeng, mari masuk" Aira mempersilahkan Ajeng masuk ke dalam untuk menemui kedua mertuanya.


Ny.Paulina dan Tn.Maruli menatap kedua orang tua Eric dengan tatapan datar tanpa ekspresi "Jadi selama ini kamu sudah kenal, dengan Eric dan keluarganya?" tanya Ny.Paulina kepada Aira.


"Ya mah, Bu Ajeng adalah salah satu donatur di yayasanku dan beberapa kali kami pernah menjalin kerja sama" ucap Aira dengan hati-hati.

__ADS_1


"Ooohhh... jadi selama ini kamu menyembunyikan mereka?" tanya Ny.Paulina kembali dengan nada sinis.


"Bu-bukan begitu maksudku mah..."


"Biar aku saja yang menjelaskannya" Ajeng merasa dialah yang bertanggung jawab untuk menjelaskan kronologi kejadian yang sebenarnya terjadi.


Ajeng mulai menceritakan saat pertama kali putra sulungnya datang dan memberitahu bahwa ia telah menghamili seorang gadis, di tengah musibah yang sedang melanda keluarganya.


Rudy, ayahanda Eric saat itu tengah menjalani operasi pemasangan ring pada jantungnya, sedangkan Jessica adik bungsu Eric tengah melakukan persiapan untuk transplantasi sumsum tulang belakang karena ia mengidap Leukemia limfostik akut atau Acute Lymphoctic Leukemia (ALL).


Keduanya dirawat di Charite Hospital Berlin, bahkan hingga kini Jessica masih menjalani perawatan pasca transplantasi sumsum tulang belakang.


"Sama seperti halnya dengan kalian. Aku pun kecewa dan marah kepada Eric karena aku menyuruhnya pulang ke Indonesia untuk mengecek kondisi perusahaan yang tengah mengalami beberapa masalah, tapi kepulangannya ke Indonesia ia justru malah menambah masalah baru" ucap Ajeng menahan kekecewaannya pada putra sulungnya.


"Dan untuk Mba Aira sendiri,kami memang sudah lama saling kenal namun kami baru berkomunikasi lagi tiga minggu yang lalu karena beberapa bulan belakangan ini aku memang membatasi komunikasi agar lebih fokus mengurus suami dan putri bungsuku. Mba Aira yang mencarikan waktu yang tepat untuk kita bersama-sama berkumpul, membahas soal tanggung jawab Eric atas kehamilan Aruna" Sambung Ajeng.


Tn.Maruli menganggukan kepalanya, ia sangat menghargai niat baik kedatangan Eric dan ibundanya yang mau bertanggung jawab atas kehamilan putrinya, ia langsung membuka obrolan mengenai pernikahan Aruna dan Eric.


Ditengah obrolan antara dua keluarga tersebut, Eric dan Aruna kembali datang dengan bergandengan tangan menandakan keduanya telah berbaikan.


"Apa ku bilang tadi, biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri" bisik Aira kepada Raditya "Aku ke anak-anak dulu ya" merasa pembahasan pernikahan bukan lagi menjadi ranahnya, Aira beranjak dari tempat duduknya menghampiri Chelsee dan Nathalie yang tengah asik bermain kembang api di taman bermain dengan di temani dua orang asistennya.


"Mama ikutan ya" Aira mengambil satu kembang api kemudian menyalakannya.


"Mah, di situ tadi ada kembang api air mancur" tunjuk Nathalie, ia memberikan kode agar mamanya mau menyakan, namun sayangnya Aira menolak mentah-mentah karena ia takut "Bahaya kakak, kita main yang biasa-biasa aja ya" ucap Aira.

__ADS_1


Dor.. Dor.. Dor...


Mendengar bunyi dentuman kembang api, membuat Aira dan anak-anaknya seketika menoleh ke atas langit, ketiganya bersama pengunjung lainya menikmati keindahan pinwheels yang berbentuk seperti bunga atau kincir angin, yang di nyalakan oleh Raditya.


"Oh ia Ray..." Aira berlari menghampiri Raditya, memintanya untuk menghentikannya mengingat putra bungsunya tengah beristirahat.


"Ia maaf sayang, habis tadi aku dengar Nathalie mau menyalakan kembang api air mancur, jadi ya sudah aku nyalakan pinwheels saja yang lebih bagus" ucap Raditya.


"Ia tapi Ray baru saja tidur" protes Aira.


"Ia sayang, kita pulang ke villa Aruna saja yuk, sudah malam, waktunya anak-anak istirahat" ajak Raditya, ia menghampiri anak-anaknya mengajaknya untuk beristirahat. Sementara Aira meminta asistennya untuk memanggil dan memberitahu baby sitter putranya agar segera ikut dengannya kembali ke villa.


Baru beberapa langkah asistennya melangkah, Tn.Maruli datang dengan menggendong Ray.


"Biar anak-anak bersama papa, kalian nikmatilah malam anniversary kalian" ucap Tn.Maruli.


"Tapi pah..." Aira merasa tak enak hati jika harus menitipkan ketiga anak-anaknya pada papa mertuanya.


"Sebentar lagi mama dan Aruna juga akan menyusul, tadi mereka sudah selesai berdiskusi mengenai pernikahan Aruna, lagi pula asisten dan baby sittermu ini kan banyak, biarkan mereka bekerja dan kalian menikmati malam anniversary kalian" ucap Tn.Maruli.


"Tapi pah..."


"Sudah sana, susul suamimu, ajak ia jalan-jalan!!"


"Terima kasih ya pah" Aira menyalami papa mertuanya kemudian ia mengecup pipi Ray, barulah Aira menyusul Raditya ke parkiran untuk mengajaknya jalan-jalan.

__ADS_1


__ADS_2