
Memasuki kawasan Dago kepingan-kepingan memori akan masa lalunya bersama mantan suaminya kembali menyeruak dalam benaknya, terlebih ketika mobil yang di kemudikan oleh suaminya memasuki Dago Residence, wajah Aira mendadak berubah.
"Are you okay honey?" tanya Raditya yang menyadari perubahan raut wajah istrinya.
"Bang Radit yakin ini rumah keluarga A'Reza?" tanya Aira.
"Tentu saja, ini kan kali empatnya aku datang kemari. Pertama saat mengantarkan jenazah, tujuh hari, empat puluh hari dan sekarang. Ada apa sayang?" Raditya menggenggam erat tangan Aira yang duduk di sebelahnya.
"Ti-tidak ada apa-apa, aku hanya takut Bang Radit salah alamat"
"Mana mungkin aku lupa, aku kan selalu nyetir sendiri" Raditya mencium tangan Aira dan meminta Aira untuk memeluknya "Selagi anak-anak masih bobok" bisiknya,ia menciumi puncak kepala istrinya.
Secara tiba-tiba Aira melepaskan pelukannya, saat mobil suaminya melewati satu rumah yang tak asing bagi dirinya.
"Apa itu rumah temanmu sayang?" tanya Raditya kembali, Aira hanya menggelengkan kepalanya.
Beberapa meter dari rumah tersebut Raditya menempikan kendaraannya "Alhamdulillah, sampai" ucapnya sambil menarik rem tangan mobilnya.
Begitu Raditya memarkirkan mobilnya, Chelsee dan Nathalie yang duduk di kursi belakang, perlahan mulai terbangun dari tidurnya, dengan sigap Raditya pindah ke kursi belakang memberi keduanya minum dan merapihkan rambut Chelsee "Sudah sampai, kita turun yuk" ajak Raditya, ia menggendong Chelsee sedangkan Aira menggandeng tangan Nathalie.
"Pah, where we were?" tanya Chelsee sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, ia nampak asing dengan tempat yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya.
"Kita di Bandung sayang, di rumahnya Om Reza?" jawab Raditya, sambil menggendong Chelsee, ia berjalan menuju kediaman Reza di ikuti oleh Aira dan Nathalie di belakangnya.
"Om Eza? Om Eza sudah sembuh?" tanyanya dengan excited.
__ADS_1
"Kita masuk saja dulu yuk" Raditya menghela nafasnya, ia belum sanggup mengatakan kepada putrinya jika Reza telah tiada.
Kedatangan Raditya dan keluarganya di sambut hangat oleh Dara selaku adik kandung Reza "Ini teh Aira yang dulu kita sempat video call bareng A'Reza?" tanya Dara sambil mengingat-ingat wajah Aira yang semakin cantik dengan balutan hijab di kepalanya.
Aira tersenyum menganggukan kepalanya, ia memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri Dara "Aku minta maaf baru sempat kemari, tapi aku selalu berdoa untuk A'Reza" ucap Aira lirih, masih jelas dalam ingatannya kondisi Reza yang tergeletak bersimbah darah. Didetik-detik terakir sebelum tak sadarkan diri Reza sempat melihat ke arah Aira dan Chlesee memastikan keduanya selamat.
"Teh Aira, ayo masuk, kok malah melamu di situ? Aku panggilkan Ibu dan Bapak dulu sebentar ya" Dara masuk ke dalam mencari keberadaan kedua orang tuanya.
Tak lama kemudian Dara datang bersama kedua orang tuanya "Itu Bu, Teh Airanya sudah datang, sama Chelsee juga" ucap Dara sambil menujuk ke Arah Aira dan Chelsee.
Aira berserta Raditya dan Anak-anaknya beranjak dari tempat duduknya menyalami kedua orang tua Reza. Kedua keluarga tersebut mengobrol dengan hangat, Raditya meminta maaf jika datang lebih awal dan tidak ikut acara pengajian nanti malam karena dirinya dan keluarganya hendak mengunjungi adiknya di Bogor, namun ia sudah menyiapkan catering untuk acara pengajian yang akan di gelar nanti malam dikediaman orang tua Reza.
"Maaf Teh Aira, seingatku A'Reza dulu pernah meminjam uang kepada Teh Aira. Kami ingin mengganti uang yang pernah A'Reza pinjam untuk pengobatan Ibu" ucap Dara, ada perasaan malu yang Dara rasakan terhadap Aira karena kakaknya pernah meminjam uang kepada Aira.
"Tidak perlu diganti Ra, sudah lama aku mengikhlaskannya, A'Reza tak berhutang apa pun padaku justru aku yang berterima kasih karena di selamatkan olehnya"
"Om Reza... " Dara menghentikan kalimatnya sesaat "Om Reza sudah tidak ada, sayang" ucap Dara dengan hati-hati.
"Maksudnya?" tanya Chelsee kembali.
"Om Reza sudah meninggalkan kita semua..."
"Huuuuaaaa... huuuhuuu..." tangis Chelsee pecah, mengetahui jika Reza telah meninggal dunia.
Raditya pun langsung memeluk dan menenangkan putrinya yang berada di pangkuannya "Cup... cup... sabar sayang, sekarang Om Reza sudah tidak sakit lagi, kakak harus doakan Om Reza agar Allah menempatkan Om Reza ditempat yang terindah" Raditya dan Aira mengelus punggung Chelsee dengan lembut.
__ADS_1
"Jika kakak sedih, nanti Om Reza di sana juga akan sedih" sambung Aira.
"Habis dari sini papa akan ajak kakak ke makam Om Reza, kita sama-sama doain Om Reza" ucap Raditya. Chelsee menganggukan kepalanya, perlahan ia mulai bisa mengontrol kesedihannya "Anak papa jangan nangis lagi ya" Raditya menghapus air mata putrinya, kemudian ia pamit karena harus segera menyusul putranya ke Bogor.
"Kenapa Ray tidak di ajak sekalian?" tanya ibunda Dara, sambil menyalami Aira dan Raditya hendak keluar dari kediamannya.
"Ray sedang sama Ompung dan Auntynya di Bogor, Insyaallah nanti kapan-kapan...."
"Bu Dewi, adonan surabinya sudah jadi, saya permisi mau pulang dulu sebentar mau melihat Gilang dulu" ucap salah seorang wanita paruh baya yang memotong pembincaraan Raditya dengan kedua orang tua Dara.
Deg...
Jantung Aira seakan terhenti saat melihat wanita tersebut, wanita yang lima tahun lalu mengusir dirinya dari kediamannya saat ia sedang mencari keberadaan suaminya yang pergi meninggalkannya begitu saja setelah dokter mendiagnosa kandungannya mengalami kelainan. Ya wanita itu tak lain adalah Kartika, mantan ibu mertua Aira. Wanita yang telah menorehkan luka batin dan trauma yang begitu hebat di dalam hidup Aira, kini wanita tersebut berada dihadapannya.
"A-aira...." Kartika tak kalah terkejutnya ketika melihat Aira.
Sesaat Aira terdiam terpaku, hingga akhirnya tepukan lembut dari suaminya menyadarkannya dari lamunannya "Are you okay honey?" tanya Raditya yang semakin bingingung dengan sikap istrinya.
Aira pun menoleh ke arah suaminya, ia tersenyum melihat Chelsee masih berada di gendongan Raditya dan memeluknya erat.
"Ambu, apa kabar?" Aira mencium tangan mantan ibu mertuanya, dengan berbesar hati ia mencoba berdamai dengan masa lalunya, ia juga mengenalkan Chelsee kepada mantan ibu mertuanya "Ayo salim dulu sama eyang" pinta Aira kepada Chelsee kemudian Nathalie.
"Ra, Ambu boleh bicara sebentar denganmu?" tanya Bu Kartika.
Aira kembali menoleh ke arah Raditya meminta persetujuan darinya, Raditya masih tak mengerti siapa sebenarnya Bu Kartika tersebut namun Raditya menganggukan kepalanya ia mengizinkan istrinya untuk sedikit menepi bersama Bu Kartika.
__ADS_1
"Aku sama anak-anak tunggu di mobil ya" bisik Raditya, ia kembali pamit kepada Dara dan orang tuanya setelah itu barulah ia mengajak Chelsee dan Nathalie masuk ke dalam mobil menunggu Aira.