USAI

USAI
Episode 26


__ADS_3

-Empat Bulan Kemudian-


"Alright, Mr.Lingga. We’ll see you on tomorrow, Thank you." ucap Aira diakhir percakapannya dengan notarisnya, kemudian ia mematikan teleponnya.


Aira mendapat kabar dari notarisnya jika dokumen Sertifikat Hak Milik (SHM) telah siap, setelah hampir satu tahun ia mengontrak, Aira memutuskan membeli rumah yang kini ia tempati sebagai tempat tinggal dan juga tempat usahanya.


Income dari usaha floristnya telah melampaui Break Even Point atau dalam istilah akuntansi, Return of Investment, sehingga Aira sudah mulai bisa menyisihkan sebagian pendapatannya untuk Investasi.


'Alhamdulillah.' tak hentinya Aira mengucapkan rasa syukur atas semua nikmat dan kecukupan rezeki yang Allah SWT berikan kepadanya, ia kembali fokus pada layar laptopnya mengecek laporan penjualan floristnya dalam satu pekan ini.


Brrrruuugg....


"Huuuuaaaa.... MAAAAAMAAAAAHH...!"


Terdengar suara benda jatuh dan tangis Chelsee, seketika Aira langsung beranjak dari tempat duduknya kemudian ia bergegas menuju sumber suara.


"Dek Chelsee jatuh dari tangga belakang rumah Bu Aira." ucap Reni dengan panik, ia mengajak Aira menuju taman belakang kediamannya.


"Astagfirullah." perasaan Aira menjadi kalut mendengar putri kesayangannya terjatuh, di tambah suara tangisnya yang semakin kencang, Aira pun berlari menghampiri Chelsee di taman belakang untuk melihat kondisi putrinya.


Langkahnya terhenti ketika ia melihat putrinya dalam keadaan baik-baik saja, berbaris bersama dengan para pegawainya sambil memegang kue ulang tahun, ia juga melihat Azzam mematikan tape recorder sumber suara putrinya menangis.


Aira menyadari jika dirinya tengah dikerjai oleh semua pegawai yang bekerja di rumahnya. Para pegawainya kompak menyiapkan pesta kejutan kecil untuk Aira di halaman belakang rumahnya.


"HAPPY BIRTHDAY BU AIRA." ucap semua pegawainya secara bersamaan.


"Py beday mamah (happy birthday mamah)" ucap Chelsee secara perlahan dibatu oleh winda yang berada di belakangnya.


"Thank you so much baby." Aira memeluk dan mencium putrinya, matanya mulai berkaca-kaca menahan rasa haru bahagia mendengar ucapan selamat dari putri kecilnya.

__ADS_1


"Bu Aira, cepat make a wish dulu nanti lilinya keburu habis." pinta reni, ia melihat lilin yang berada di atas kue ulang tahun yang di pegang oleh Chelsee sudah hampir habis.


Aira menutup matanya 'Aku ikhlas menerima semua apapun yang sudah engkau rancang dan engkau beri untukku dan juga putriku karena aku percaya engkau adalah sebaik-baiknya perencana.'


Aira membuka matanya kemudian meniup lilin pada kue ulang tahun yang pegang oleh putrinya, setelah itu ia juga meniup lilin pada kue yang di pegang oleh asisten rumah tangganya.


"Selamat ulang tahun ya Bu Aira." ucap asisten asisten rumah tangga dan para pegawainya.


Aira tersenyum sambil mengucapkan terima kasih atas kejutan yang telah mereka berikan untuknya.


"Aku punya kabar baik untuk Bu Aira." ucap Iren selaku kuasa hukum yang menangani kasus Aira.


"Oh ada Bu Iren juga, maaf aku baru lihat jika ada Bu Iren disini." Aira yang sedari tadi hanya fokus pada chelsee dan beberapa pegawainya saja, baru menyadari jika bukan hanya para pegawainya saja yang memberikan kejutan untuk dirinya namun ada tim kuasa hukumnya juga yang ikut memberikan kejutan untuknya.


"Ia tadi kami datang lewat pintu belakang, agar ibu tidak mengetahui kedatanganku." ucap Iren sambil tersenyum, kemudian ia melanjutkan lagi kalimatnya.


"Loh bukankah sidang putusannya di tunda?" tanya Aira bingung, pasalnya tadi pagi Iren mengabarkan pada dirinya jika sidang di tunda hingga minggu depan kerena hakim sedang berhalangan hadir.


"Maaf Bu Aira tadi pagi saya berbohong, karena saya pikir Bu Aira tidak perlu datang ke persidangan tersebut. Dan benar saja dugaan saya, Bu Cindy tidak terima dengan putusan tersebut, ia sempat mengamuk di ruang sidang."


Prediksi Iren tepat, jika Alex justru mendapatkan tambahan masa tahanan dari putusan pengandilan tinggi untuk itulah ia berusaha melindungi Aira selaku clientnya.


Sebenarnya ia sudah menyankan Aira untuk menuntut Cindy atas perbuatan tak menyenangkan yang di lakukan oleh Cindy selama menjalani persidangan tersebut, namun Aira menolaknya dengan alasan masih berbelas kasih pada anak-anak Cindy.


"Apa dia akan kembali mengajukan banding ke tingkat MA?" tanya Aira kembali.


''Aku belum tahu, tapi kita ikuti saja apa kemauan mereka. Kalaupun mereka kembali mengajukan banding, aku yakin kita akan tetap menang, jadi Bu Aira tidak perlu khawatir." ucap Iren dengan penuh keyakinan.


Aira menganggukan kepalanya, bukan ia merasa takut atau pun khawatir, hanya saja ia sudah merasa lelah berurusan dengan Alex dan keluarganya yang begitu arogan setiap kali di persidangan.

__ADS_1


"Ya sudah, kita makan yuk." sambil memangku putri kecilnya, Aira mempersilahkan para pegawainya dan juga tim kuasa hukumnya.


Sambil menikmati kebersamaan yang di iringi tawa dan canda ceria orang-orang terdekatnya, Aira kembali mengucapkan terima kasih atas kejutan yang sama sekali ia tidak sangka-sangka dan juga atas suport yang selama ini mereka berikan kepada dirinya.


"Kita juga punya kado untuk Bu Aira." Reni berdiri mendekat memberikan kado untuk Aira di susul dengan para pegawai lainnya.


"Is is fo yu mama (This is for you mamah)" Chelsee memberikan buket bunga yang ia buat dengan di bantu oleh Winda dan Reni.


"Thank you sweety." Aira menghujani ciuman di pipi chubby putrinya yang begitu menggemaskan.


"Sekali lagi terima kasih ya." dengan di bantu putri kecilnya Aira membuka satu persatu kado yang di berikan untuknya.


Kado pertama yang ia buka adalah pemberian dari Winda, Winda memberikan botol minum berukuran 2L lengkap dengan stiker motivasi yang berbentuk menarik. "Agar Bu Aira tidak lupa untuk minum air putih." ucap Winda.


"Terima kasih ya Wind." Aira melanjutkan kembali membuka kado berikutnya.


"Agar Bu Aira lebih rileks di malam hari, jadi Bu Aira bisa tidur tepat waktu." ART Aira memberikan Soft Blanket Yankee Candle atau lilin aroma terapi, ia sering mendapati Aira tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari.


Meski terlihat sangat sederhana namun Aira sangat tersentuh dengan semua hadiah yang ia terimanya, karena semua kado yang di terimanya merupakan bentuk perhatian dari orang-orang terdekatnya.


"Sebagai perayaan ulang tahunku, besok siang kita semua vacation in singapore."


Aira mengajak semua pegawai dan tim kuasa hukumnya untuk berlibur ke Singapore sebagai ucapan terima kasih atas suport dan bantuan yang mereka berikan berikan untuknya sekaligus bentuk apresiasi kerja keras mereka menjadikan usaha floristnya menjadi sangat berkembang sampai di titik ini.


"Beneran Bu Aira?" tanya Azzam.


Sambil tersenyum Aira menganggukan kepalanya "Win, tolong siapin ya semua akomodasinya."


"Siap Bu Aira!!"

__ADS_1


__ADS_2