
Tibalah hari yang dinanti oleh Raditya dan Aira, serangkaian acara pun di mulai dari pengajian, pesta adat, akad nikah, dan resepsi pernikahan telah disiapkan.
Dihari pertama di kediaman Raditya dilakukan Menyombol Horbo (Pemotongan Kerbau), bertujuan untuk menyuarakan kepada sanak saudara dan handai taulan adanya acara pernikahan yang akan berlangsung sebentar lagi.
Setelahnya Mangalehen Mangan, pemberian makan terakhir Upah-Upah, layaknya tumpeng di adat Jawa, ini adalah simbolis pemberian makan terakhir dari kedua orang tua diserati dengan nasihat-nasihat.
Sementara di kediaman Aira dilangsungkan pengajian, dalam acar tersebut ia merasa sangat sedih karena terkenang alm.ibu kandungnya, dirinya teramat merindukan kehadirannya.
"Jangan sedih, kan ada bude dan nanti pakdemu yang akan jadi wali nikahmu" Ibu Laksmi mengusap air mata Aira.
"Kamu sudah berziarah ke makam ibu kandungmu?" tanya Ibu Laksmi.
"Sudah Bude, minggu lalu bersama Bang Radit dan Chelsee" jawab Aira sambil menahan tangisnya.
"Insyaallah ini akan jadi pernikahan terakhirmu, Bude selalu doakan yang terbaik untukmu dan juga Chelsee"
"Aamiin, terima kasih Bude"
Dari barisan ibu-ibu sekitar komplek yang datang dalam acara tersebut, hadir pula Winda yang ikut merasa haru dengan suasana pengajian di kediaman Aira, ia di mintai oleh Raditya untuk terus menemani Aira dan Chelsee.
'Berisik sekali bosku yang satu ini, tanpa di minta pun aku pasti akan menemani Bu Aira' Winda mematikan handphonenya karena merasa terganggu oleh banyaknya pesan masuk dari Raditya, ia beranjak dari tempat duduknya melipir mendekat ke arah Aira dan Chelsee.
"Maaf Bu Aira aku terlambat" bisiknya.
"Tidak apa-apa Wind ini juga baru mulai kok"
__ADS_1
Winda dan seluruh tamu yang hadir mengikuti acara pengajian tersebut dengan tenang dan khusyuk.
Keesokannya adalah hari akad nikah yang berlangsung di salah satu hotel bintang lima, sesaat sebelum berlangsungnya acara akad nikah tersebut Aira dikejutkan dengan kedatangan sosok pria yang mengaku ayah kandungnya, pria tersebut menghampiri Aira dan Chelsee di ruang tunggu.
"Ayah?" ucap Aira dengan penuh tanda tanya pasalnya sejak ia masi bayi orang tuanya sudah bercerai dan pergi meninggalkan Aira dan ibundanya sehingga Aira sama sekali tak mengenal ayah kandungnya.
"Ia aku adalah ayah kandungmu" Pak Damar memberikan selembar foto pernikahan dirinya dengan ibunda Aira
Aira yang masih nampak bingung menoleh kearah pakde dan budenya, keduanye mengangguk membenarkan jika Pak Damar adalah ayah kandung Aira.
"Maafkan ayah nak huhu..." Pak Damar memeluk putrinya dengan erat, ia teramat menyesal telah pergi dan menelantarkannya, sementara Aira sendiri masih bingung harus mengekspresikannya seperti apa.
Setelah mulai tenang Pak Damar mulai menceritakan jika beberapa waktu lalu Raditya mencari keberadaan dirinya dan memintanya untuk menjadi wali nikah di pernikahanya dengan Aira.
Sama halnya dengan Aira, Chelsee pun merasa asing dan bingung harus mengekspresikannya seperti apa, ia hanya menganggukan kepalanya kemudian mencium tangan eyangnya sebagai rasa hormatnya terhadap orang yang lebih tua.
Tak lama setelah itu panitia acara meminta Pak Damar untuk segera memasuki venue karena keluarga besar Raditya telah tiba dan akan segera dilangsungkan acara akad nikah.
Sementara Aira dan beberapa bridesmaid, masih menunggu di ruang tunggu hingga MC acara meminta Aira untuk masuk ke venue acara atau setelah Raditya mengucapkan ijab qabul.
Tiga puluh menit kemudian acara akad nikah dilangsungkan, dengan satu satu kali nafasnya Raditya mengucapkan ijab qabul.
...Saya terima nikahnya dan kawinnya Aira I. Ruthvika binti Damar Sujewo dengan maskawinnya yang tersebut, tunai....
__ADS_1
Raditya tak kuasa menahan harunya , matanya berkaca-kaca ketika penghulu membacakan doa-doa pernikahan setelah ia selesai mengucapkan ijab qabul.
Tak terkecuali dengan Aira yang menyasikan prosesi ijab qabul melalui layar kaca televisi yang berada di ruang tunggu, Aira menitikan air mata haru bercampur bahagia.
Winda yang menjadi salah satu bridesmaid, menghapus air mata gwen dengan hati-hati agar tak merusak make up di wajah Aira.
"Congrats ya Bu Aira, aku doakan Bu Aira dan Pak Angkasa bahagia selalu"
"Thank you ya Wind"
Tak lama kemudian MC memanggil Aira untuk memasuki venue, dengan di antar oleh Bude di sisi sebelah kanan dan Winda di sebelah kiri serta beberapa bridesmaid serta Chelsee, Aira berjalan memasuki venue.
Raditya tersenyum menyambut kedatangan Aira yang kini telah resmi menjadi istrinya, ia berdiri dan menarik kursi di sebelahnya mempersilahkan istri duduk untuk penandatanganan dokumen pernikahan.
Selanjutnya Raditya memasangkan cincin berlian dijari manis Aira dan Aira pun memasangkan cincin dijari manis Raditya, setelahnya Aira mencium tangan Raditya dan Raditya mencium kening Aira.
Terakhir Raditya menyerahkan mahar berupa uang $ 100.000 atau senilai Rp.1.434.000.000,- dan seperangkat alat shalat kepada Aira.
Setelah seluruh rangkaian acara adad nikah selesai, acara dilanjutkan dengan upacara adat, didalam upacara adat inilah disampaikan doa-doa untuk kedua pengantin yang diwakili dengan pemberian ulos dari kedua orang tua.
Selanjutnya dengan diiringi musik gondang, serunai, suling, dan gong. Raditya dan Aira menari tarian tor-tor bersama dengan para penari, setelah prosesi kirab pengantin.
Tari ini merupakan penghormatan bagi Sang Penguasa Alam, arwah para leluhur, dan para tamu undangan.
Keduanya sangat menikmati rangkaian demi rangkaian acara yang mereka jalani sambi sesekali Raditya mengajarkan kepada putrinya akan maksud dari rangkaian acara tersebut.
__ADS_1