
Dua minggu setelah mengadakan pertemuan keluarga yang kedua kalinya, akhirnya pernikahan Aruna pun di gelar secara sederhana di kediaman orang tua Aruna.
Meskipun demikian tidak mengurangi kesakralan acara tersebut, Eric dan Aruna memilih melangsungkan pernikahannya dengan sentuhan adat Jawa. Hal ini dipilih lantaran Aruna menghormati Eric dan keluarga besarnya yang bedarah Jawa.
Sehari sebelumnya, Eric dan Aruna melakukan serangkaian prosesi, mulai dari pengajian, siraman, hingga midodareni.
Dalam akad nikah ini, Eric dan Aruna mengenakan busana tradisional Jawa. Warna putih dipilih keduanya sebagai nuansa pakaian pernikahan mereka. Meski dengan perutnya yang sudah nampak membesar Aruna masih nampak terlihat sangat anggun mengenakan kebaya dengan sanggul dan riasan khas Jawa. Sementara itu, Eric tampak gagah mengenakan beskap berwarna putih dan belangkon.
Usai ijab kabul, Eric dan Aruna juga melangsungkan upacara pernikahan sesuai adat Jawa, mulai dari ngidak tigan hingga sungkeman kepada kedua orang tua, kemudian acara di lanjutkan dengan beramah tamah, seluruh keluarga dan tamu undangan yang hadir di persilahkan untuk memberikan ucapan selamat kepada keduanya, tak terkecuali dengan Raditya dan Aira, mereka justru menjadi orang pertama yang mengucapakan selamat kepada keduanya.
"Terima kasih banyak ya kakak iparku sayang" Aruna memeluk erat Aira, ia sangat berterima kasih kepada Aira yang telah bekerja keras mengurus semua rangkaian prosesi pernikahannya.
Ia tahu, bukan hal yang mudah mempersiapkan ini semua dalam waktu yang sangat singkat, namun Aira tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk adik ipar kesayangannya.
"Sama-sama adikku sayang. Bahagia selalu, jadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anakmu, jaga terus ya kandungannya" ucapnya sambil mengelus perut Aruna dengan lembut "Nanti jika periksa kandungan lagi, aku di infoin ya perkembangannya" ia merasa akan merindukan moment menemani Aruna periksa kandungan, pasalanya kini sudah ada Eric yang akan terus menemani Aruna.
"Pasti dong kak, sekali lagi terima kasih banyak ya sudah jagain aku selama ini" Aruna menggengam erat tangan Aira, ia tak tahu bagaimana jadinya jika bukan Aira yang menjadi kakak iparnya.
Sementara itu disebelahnya Raditya banyak memberikan nasehat dengan nada ancaman kepada Eric agar Eric tak menyia-nyiakan kesempatan dan maaf yang telah adiknya berikan kepadanya.
__ADS_1
"Sayang...!!" Aira memegang tangan suaminya, agar Raditya menghentikan ucapannya yang mungkin saja bisa membuat Eric tersinggung "Turun yuk" ia menggandeng tangan Raditya mengajaknya untuk turun dari pelaminan, belum sempat ia dan suaminya melangkahkan kakinya turun dari pelaminan, keduanya mendengar suara kedua putrinya yang telah berada di atas panggung.
"Aunty, Uncle. We will now sing a song for you" ucap Nathalie.
Seketika Aira dan Raditya berserta yang lainnya menoleh ke arah panggung, Nathalie mulai membawakan sebuah lagu A Thousand Years yang di populerkan oleh Christina Perri, sedangkan Chelsee yang berada di samping Nathalie membawakannya dengan menggunakan bahasa isyarat yang ia pelajari dari sekolahnya sebagai bentuk kepedulian terhadap teman-teman penyandang tunarungu dan tunawicara.
Penampilan keduanya yang apik dan saling melengkapi tersebut langsung mendapat perhatian dari keluarga dan tamu undangan yang hadir, semuanya terhipnotis dengan penampipan Nathalie dan Chelsee, hingga penghujung lagu Aira dan Raditya berjalan mendekat ke arah panggung memberikan tepuk tangan serta pelukan hangat kepada kedua anak-anaknya.
"We are proud of you" ucap Raditya, ia mengajak kedua putrinya turun dari atas panggung dan memberikan mereka a simple reward namun cukup membuat keduanya sangat riang, Raditya membebaskan kedua putrinya menikmati ice cream and cake sepuasnya.
"Yeeeah" Chelsee mencium pipi Raditya kemudian ia menggandeng tangan papanya mengajaknya menuju booth ice cream, di ikuti oleh Nathalie dan Aira di belakangnya.
"Kalian ambil secukupnya saja ya" ucap Raditya, meski membebaskan keduanya mengambil ice ceam dan cake yang mereka inginkan namun Raditya tetap mengingatkan keduanya untuk tidak berlebihan agar tidak mubazir.
Hari itu Aira mengenakan kebaya kutu baru berbahan brokat warna dusty pink di tambay kain merah yang dililitkan di pinggang memberi efek ramping, sehingga membuatnya lebih percaya diri.
"Thank you honey" Aira tersenyum, mengelus wajah suaminya barulah ia duduk.
Puas memilih ice cream dan cake yang diinginkan Nathalie dan Chelsee menyusul kedua orang tuanya yang sudah terlebih dahulu duduk di meja makan tamu undangan.
Sambil menikmati ice cream favoritnya Chelsee berbincang santai dengan kakak dan kedua orang tuanya, hingga ada satu pertanyaan Chelsee yang membuat Aira dan Raditya sangat terkejut.
__ADS_1
"Mah dari mana baby berasal? kemarin Mama, kemudian Aunty. Apa aku juga bisa punya baby?" tanya Chlesee.
Sesaat Aira dan Raditya saling menatap, kemudian Raditya tersadar bahwa sebagai orang tua ia berkewajiban memberikan pendidikan se*s kepada anak-anaknya sesuai dengan usianya.
"Ya tentu saja, Kak Chel dan Kak Nath akan memiliki baby saat nanti kalian berdua sudah dewasa kemudian menikah barulah kalian akan memiliki baby yang sangat menggemaskan" jawab Raditya.
"Mengenai dari mana baby berasal, kita bicarakan setelah nanti di rumah ya, Nak" sambung Aira, ia ingin memberikan pemahaman kepada putrinya di situasi yang tepat agar ia bisa menyerap semua informasi yang ia berikan dengan baik.
"Mama mau ke dalam dulu ya, nyusulin adek" Aira beranjak dari tempat duduknya kemudian ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kediaman mertuanya, baru beberapa langkah ternyata Chelsee berlari menyusulnya "Mama aku ikut..." Chelsee meminta mamanya untuk memperlambat langkahnya, Aira pun mengulurkan tangannya menggandeng putrinya masuk ke dalam.
Sementara Nathalie masih duduk menikmati ice cream bersama raditya "Kalian akan memiliki baby saat nanti kalian berdua sudah dewasa kemudian menikah" ulang Raditya dengan memberikan penekanan kepada Nathalie.
Diusianya yang menjelang empat belas tahun, tentu Nathalie sendiri sudah mengerti tentang kondisi yang di alami oleh Aruna merupakan hal yang tidak seharusnya terjadi, sehingga Raditya meminta Nathalie untuk menjaga pergaulannya, ia tak ingin anak-anaknya salah langkah.
"Stay focused pada mimpimu untuk menjadi seorang dokter spesialis anak dan jadi contoh yang baik untuk adik-adikmu" Raditya menepuk bahu Nathalie dengan lembut.
"Ia pah" Nathalie menganggukan kepalanya, ia sendiri sadar betul akan posisinya sebagai kakak tertua yang harus memberikan panutan kepada kedua adik-adiknya, ia juga tidak ingin menyia-nyiakan kasih sayang dan kesempatan untuk meraih mimpi-mimpinya.
"Pa, bolehkah aku kuliah di luar negeri?" tanya Nathalie dengan hati-hati, ia takut Raditya merasa terbebani karena biaya kuliah di luar tidaklah murah.
"University of Oxford, kampus dengan jurusan kedokteran dan kesehatan terbaik di dunia dengan skor 87 poin, apa kamu mau di situ?" Raditya memberikan challenge kepada Nathalie.
__ADS_1
"Tapi aku tidak yakin bisa"
"Bisa, papa yakin kamu bisa. Papa dan mama akan selalu support dan mendoakanmu" ucap Raditya, ia terus memberikan support dan motivasi kepada Nathalie untuk membangun semangat dan kepercayaan dirinya.