
Revi melihat Bayu sedang berdiri di lobi dekat Toyota Altis-nya. Kayaknya cowok itu sengaja nunggu dia.
"Aku ingin bicara," ujar Bayu pendek saat mereka berdua berhadapan.
Bayu melirik ke arah anggota Fiesta yang berada di belakang Revi, seolah-olah menyatakan kehadiran mereka sangat gak diharapkan saat ini. Revi tau apa yang sedang berada di pikiran Bayu.
"Lo-lo tungguin gue di depan deh. Ntar gue nyusul," ujar Revi pada para anggota gengnya.
"Ok deh, Vi, jangan lama-lama, ya!" jawab Rina sambil memandang Bayu dengan tatapan tidak suka.
Emang sejak lama para anggota Fiesta, kecuali Revi nggak suka dengan Bayu. Bayu emang keren, cool, dan tajir. Pokoknya impian para cewek deh.
__ADS_1
Tapi sikap Bayu memandang rendah Fiesta membuat mereka nggak suka cowok itu. Hanya karena menghormati Revi, pemimpin Fiesta yang sudah lama deket sama Bayu, maka kebencian itu terpaksa dipendam ketiga anggota lain.
"Oke, sekarang lo mau ngomong apa?" tanya Revi pada Bayu. Bayu menghela napas sebentar, seolah mencari kata-kata yang tepat.
"So?" tanya Revi lagi.
"Apa rencana kamu kali ini terhadap Oti?" tanya Bayu. Pertanyaan itu membuat Revi tersentak.
"Kamu tau apa maksud pertanyaanku."
Kali ini giliran Revi terdiam, tak tau harus berkata apa.
__ADS_1
"Aku tau sifat kamu. Kamu orang yang gak bisa nerima kekalahan. Apalagi kalo itu merasa membuat harga diri kamu jatuh, walaupun bukan begitu kenyataannya. Kamu pasti gak akan beridiam diri saja. Betul, kan?" tanya Bayu.
"Lalu apa peduli lo? Lo suka sama Oti, ya?"
"Aku hanya ingin memberitahu, atau tepatnya memperingatkan. Saat ini seluruh sekolah tau bagaimana persaingan kamu dengan Oti. Dan hampir semuanya ada di belakang Oti. Jika kamu melakukan hal-hal seperti yang biasa kamu lakukan pada orang yang nggak kamu sukai, jangan salahkan jika sesuatu yang buruk menimpa kamu?" kata Bayu.
"Lo ngancan gue?" tanya Revi.
"Bukan ngancam. Saat ini banyak yang sedang memerhatikan, atau tepatnya mengawasi kalian berdua, terutama kamu. Mungkin ini terdengar berlebihan. Tapi ini benar. Mereka akan tau jika terjadi apa-apa dengan Oti. Dan jika ternyata kamu berada di balik semua itu, maka aku nggak akan bisa melindungi kamu lagi. Dan saat itu harga diri kamu benar-benar akan terpuruk, bahkan masa depan kamh di sekolah ini," tandas Bayu saat sambil memandang ke arah Revi yang hanya terdiam.
Beberapa saat kemudian, sepeninggal Bayu, Revi meraih HP-nya dan menghubungi sebuan nomor.
__ADS_1
"Rik, ini gue Revi. Mengenai rencana itu, batalin aja. Gue nggak bisa bilang kenapa. Gue akan tetep bayar sesuai perjanjian," kata Revi di HP-nya.