Victory

Victory
Bab 39


__ADS_3

Selain pada Ai, ternyata Oti juga cerita soal hubungannya dengan Raka pada kedua sahabatnya. Mulanya mereka terkejut. Ticka bahkan sampai menggeleng tanda tidak percaya. Tapi setelah Oti ngejelasin semuanya, kedua sahabatnya itu akhirnya bisa mengerti, seraya berjanji merahasiakan hal ini.


"Oti... Oti... Kakak sendiri lo embat juga. Pantes aja lo ngelarang gue ngedeketin Raka," komentar Ticka sambil geleng-geleng kepala. Dan seperti biasa, Oti cuman nyengir.

__ADS_1


Malam minggu ini kembali Oti keluar bersama Raka. Nggak terasa hampir sebulan mereka pacaran. Dan saat-saat itu merupakan saat terindah bagi Oti dan Raka. Kebetulan malam ini Raka dapat tiket nonton acara musik yang digelar di Bumi Sangkuriang, Bandung Utara.


Tiket itu bonus dari panitia, karena radio Qly ikut membantu penjualan tiket. Daripada nggak tau harus ke mana, Oti nerima ajakan Raka nonton acara tersebut, walaupun dia sendiri ngga mengenal pendukung acara tersebut. Bagi Oti, asal bisa bersama Raka, ke manapun dia nggak keberatan. Emang kedengarannya klise, tapu itulah kenyataan orang yang sedang dimabuk cinta.

__ADS_1


"Sssttt..." Oti menempelkan jari telunjuknya di mulut, saat Raka ngga sengaja nabrak kursi di ruang tengah. Ruang tengah emang gelap, karena lampu dimatiin semuanya.


"Ai, kok lampu meja ngga dinyalain sih? Jadi gelap gini," gerutu Raka. Biasanya emang setiap malam lampu meja di ruang tengah dinyalain. Walau cahayanya remang-remang, lumayan daripada gelap sama sekali.

__ADS_1


"Gue ke atas, ya?" kata Oti. Raka memandang Oti sejenak, kemudian mencium kening cewel itu, saat tiba-tiba lampu ruang tengah menyala, dan...


__ADS_2