Victory

Victory
Bab 34


__ADS_3

"Bukannya lo suka sama Bayu? Kenapa lo nolak cinta dia?" tanya Revi pada Oti saat mereka berada di sebuah kafe di Bandung Utara. Revi sengaja mengajak Oti ke tempat itu untuk mengobrol sepulan sekolah.


"Jadi Bayu udah cerita ke lo?" Oti balik bertanya.


Revi mengangguk.


"Terus terang gue akui, gue emang suka sama Bayu, dia orangnya baik dan perhatian ke gue. Tapi bukan berarti gue bisa mencintai dia," jawab Oti.


"Gue nggak ngerti. Lo suka sama Bayu, tapi ngga bisa mencintai dia?" tanya Revi.


"Benar. Gue emang suka sama Bayu. Tapi cuman sebatas itu. Soa cinta menyangkut perasan hati yang paling dalam. Nggak ada hubungannya dengan perasaan suka gue. Dan gak bisa memiliki perasaan cinta itu terhadap Bayu. Setidaknya sampai saat ini."


Revi benar-benar nggak ngerti apa yang dibicarakan Oti. Baginya, rasa suka sama dengan cinta. Kalo suka sama seseorang, berarti dia juga mencintai orang tersebut.


"Lo mungkin sekarang belum ngerti. Mungkin lo nganggep gue aneh, atau bahkan nganggap gue mainin Bayu. Tapi bagi gue itu lebih baik, daripada gue pura-pura mencintainya, tapi akhirnya cuman akan nyakitin hatinya aja. Lagi pula gue tau kalo Bayu sebetulnya juga mencintai orang lain. Hanya saja mungkin dia belum menyadarinya."


Bayu mencintai orang lain? Apakah ada cewel lain selain. Oti? tanya Revi dalam hati. Kenapa dia nggak tau soal ini? Lalu apa maksud Oti, Bayu belum menyadarinya?


"Bayu mencintai orang lain? Siapa?" tanya Revi penasaran. Oti nggak langsung menjawab, melainkan minum es jeruk yang ada di hadapannya. Revi pun melakukan hal yang sama.

__ADS_1


"Bukannya lo suka sama dia?" tanya Oti tiba-tiba. Hampir aja Revi tersedak ketika mendengar pertanyaan Oti. Dari mana Oti tau mengenai hal ini?


"Kenapa? Lo kaget gue tau soal ini? Nggak ada yang bisa nyembunyiin sesuatu dari Oti," kata Oti sambil menepuk dada.


"Bayu cerita sama lo?" tanya Revi. Oti menggeleng.


"Lo gak perlu tau dari mana gue tau. Yang gue mau tanya, betul lo suka sama Bayu?" tanya Oti.


Revi menggigit bibir bawahnya. Dia berpikir apa akan mengatakan yang sebenarnya pada Oti atau nggak.


"Ya, gue emang suka sama Bayu. Sejak pertama gue kenalan sama dia pas kita baru aja masuk SMA. Saat itu kita satu kelompok MOS. Dia baik banget sama gue dan selalu merhatiin gue. Tapi lama-kelamaan, perhatiannya nggak kayak dulu lagi. Apalagi setelah Lia meninggal pun, perhatian Bayu ke gue nggak kayak dulu lagi. Bahkan dia cenderung ngejauhin gue. Padahal setelah kematian Lia, Bayu nggak pernah mencoba mendekati cewek lain. Hanya lo yang sanggup mengetarkan lagi hati Bayu." Revi akhirnya curhat ke Oti.


"Jadi menurut lo, Bayu sekarang nggak perhatian sama lo?" tanya Oti. Revi cuman diam.


"Lo salah. Kalo dia nggak perhatian sama lo, dia nggak mungkin ngelindungin lo dari sikap lo dulu. Dia ngejauhin lo, karena gak senang dengan sikap lo yang berubah. Dia ingin Revi yang duu, yang dikenalnya saat pertama kali masuk SMA. Iti salah satu usaha Bayu ngelindungin lo. Dia sadar gak bisa mengubah lo seketika itu juga. Makanya dia berusaha agar lo nggak terjerumus terlalu jauh. Setelah kehilangan Lia, dia nggak mau kehilangan cewek yang dicintainya untuk kedua kali," kata Oti.


"Jadi maksud lo?" tanya Revi.


"Cewek yang dicintainya adalah lo. Dia selama ink nunggu Revi yang dulu. Yah, gue akui, situasi agak berubah dengan kedatangan gue. Gue sendiri nggak tau ada hubungan apa antara lo dengan Bayu. Dan setelah gue tau, gue berusaha ngembaliin Bayu ketujuannya semua. Ngembaliin Bayu ke cinta sejatinya, yaitu lo. Dan gue liat, sejak sifat lo berubah, cinta Bayu yang udah lama memudar udah kembali bersinar. Hatinya mulai terbelah dua, antara gue dan lo. Jadi lo bisa ngerti kan kenapa gue nolak cintanya?" tanya Oti.

__ADS_1


Mata Revi berkaca-kaca mendengar ucapan Oti. Dia nggak tau harus berkata apa. Ternyata Oti punya pemikiran lebih jauh dari dia, atau juga Bayu. Revi hanya menggemgam tangan Oti.


"Ot, bener lo rela ngelakuin ini demi gue?" tanya Revi terbata-bata.


"Sebetulnya ini demi gue juga. Daripada batin gue tersiksa, lebih baik begini. Gue nggak mau saingan sama lo. Cowok kan nggak cuman Bayu doang, dan gue rasa, lo lebih berhak ngedapetin Bayu daripada gue," kata Oti.


"Makasih Ot, lo bener-bener teman gue. Lo bisa ngerti perasaan gue," kata Revi terharu.


"Udahlah sekarang lo yang harus janji. Jangan sakitin Bayu lagi. Jaga dia baik-baik, atau gue akan ngerebut balik dia dari lo," jawab Oti sambil tersenyum. Mau tak mau Revi ikut tersenyum juga mendengar ucapan Oti. Oti melihat jam tangannya.


"Shit! Gue janji mau ke rumah Ticka. Dia pasto ngamuk karena gua gak dateng-dateng!" kata Oti sambil menepuk keningnya. Kemudian cewek itu mengambil HP dari saku seragamnya.


"Mampus gue! pantes aja gaj ada telepon masuk! HP gue mati. Pasti baterainya habis!" Oti buru-buru bangkit.


"Cabut yuk Vi!" Oti hendak beranjak, tapi Revi tetap memegang tangannya.


"Satu lagi. Apa saat ini lo bener-bener sedang mencintai seseorang?" tanya Revi.


Mendengar pertanyaan Revi, Oti terpaku sejenak. Matanya menerawang ke cakrawala.

__ADS_1


"Entahlah. Gue juga ngga tau. Dan andaikata tau, gue juga gak yakin tentang cinta gue," jawab Oti. Jawaban Oti yang kembali membuat Revi bertanya-tanya.


__ADS_2