Victory

Victory
Bab 9


__ADS_3

Oti sedang berada di dalam angkot yang membawanya ke sekolah, ketika pandangannya tertuju pada mobil kijang perak yang berhenti di pinggir jalan dengan kap mesin terbuka. Dia merasa mengenal pemilik mobil itu.


Kak Bayu! batin Oti. Keliatannya Bayu mengalami kesulitan. Oti segera meminta angkot berhenti dan turun nggak jauh dari mobil Bayu. Cewek itu segera menghampiri Bayu.


"Kenapa, Kak?" tanya Oti. Bayu agak kaget melihat Oti udah ada di dekatnya.


"Eh, kamu. Kenapa bisa ada di sini?" Bayu balik bertanya.


"Tadi Oti liat Kakak dari angkot. Kayaknya Kakak lagi ada masalah, makanya Oti turun, siapa tau bisa membantu."


"Iya nih." Bayu menggaruk-garuk kepalanya yang nggak gatal dengan tangannya yang keliatan kotor terkena oli.


"Tapi aku nggak yakin kamu bisa bantu. Gak tau kenapa nih mobil tiba-tiba ngadat. Untung masih sempet minggir."


"O ya?" Oti mendekati kap mesin mobil Bayu.


"Emang matinya gimana?"


"Tiba-tiba aja mesinnya batuk-batuk, tersendat. Jadi aku pinggirin aja. Eh habis itu gak bisa distarter lagi."


Oti menjulurkan tangannya ke mesin mobil.

__ADS_1


"Eh, kamu mau ngapain? Emang kamu bisa?" tanya Bayu heran.


"Liat aja," kata Oti.


"Kamu yakin bisa?" tanya Bayu lagi. Bukan apa-apa, dia takut mesin mobilnya malah jadi makin rusak.


"Coba dulu, Kak." Oti menoleh ke arah Bayu.


"Alat-alatnya di mana?" tanyanya.


"Sebentar." Bayu berjalan ke belakang mobil. Sementara itu Oti melepaskan tas sekolahnya dan menaruhnya di jok depan. Setelah Bayu membawa alat-alat yang dioerlukan, cewek itu mulai mengotak-atik mesin mobil Bayu, diikuti tatapan heran Kakak kelasnya itu.


"Kunci dua belas...," pinta Oti. Tangannya menggapai ke belakang. Bayu ternyak sejenak, kemudian mengambil apa yang diminta Oti.


Sekitar dua puluh menit Oti mengutak-atik mesin mobil Bayu. Bayu juga nggak tahu apa yang dilakukan cewek itu.


"Mobilnya jarang diservis, ya?" tanya Oti sambil mendongak.


"Emang apa yang rusak?" Bayu balik bertanya.


"Gak ada. Cuman karburatornya sedikit kotor. Juga saringan udara dan busi. Nggak heran kalo campuran udara yang dibutuhkan mesin jadi terhambat. Terus ada kabel ke aki yang udah terkelupas, jadi agak susah distarter,"

__ADS_1


Bayu hanya mengangguk.


"Coba sekarang Kakak starter."


Bayu segera ke belakang kemudi. Dia mencoba dua kali baru mesin mobilnya bisa hidup.


"Oti udah coba bersihin saringan udara dan busi. Juga nyambung aki yang terkelupas. Tapi masih kurang; karena itu mesin masih tersendat-sendat. Karburatornya harus di bersihin juga, dan itu lebih baik dilakukan di bengkel. Ribet kalau di sini," kata Oti menjelaskan sambil mengelap tangannya yang kotor.


Beberapa menit kemudian cewek itu sudah berada dalam mobil, di samping Bayu yang meluncur mulus menuju SMA Yudhawastu. Oti melirik jam tangannya. Sekolah udah masuk sekitar 5 menit yang lalu. Yah, terpaksa nyogok Mang Icang lagi nih! pikirnya.


"Kita bakal kena hukuman nih..." Bayu seakan-akan bisa membaca pikiran Oti. Cewek itu mengangguk. Bayu nggak mungkin bisa masuk Lewat Pintu Belakang karena dia bawa mobil. Tapi Oti yakin Bayu akan lolos dari hukuman. Reputasi dia di sekolah kan cukup baik, Selain itu dia juga salah satu pejabat OSIS.


"....sorry udah ngerepotin and bikin kamu telat," lanjut Bayu.


"Gak papa kok! Masa ada orang kesusahan gak ditolong,"jawab Oti sambil tersenyum.


" ngomong-ngomong, Dari mana kamu tahu mengenai mesin mobil?" tanya Bayu.


"Ooo itu. Tetangga Oti di Jakarta ada yang punya bengkel mobil. Sejak kecil Oti sering main ke sana, jadi sedikit tahu mengenai mesin mobil," Oti menjelaskan.


"Gitu... kirain kamu pernah buka bengkel, atau jadi montir...," balas Bayu Sambil tertawa. Oti bukannya marah, malah ikut tertawa.

__ADS_1


"Yah, mungkin itu akan Oti lakukan kalo lagi gak punya duit."


__ADS_2