
Ajeng berdiri di hadapan Raka. Matanya terpejam. Cewek itu memberi kesempatan bagi Raka untuk mencium bibirnya. Raka sedikit menunduk. Bibirnya hanya Tinggal beberapa sentimeter lagi dari bibir Ajeng. Tiba-tiba ia menghentikan gerakannya.
Ajeng membuka kedua matanya, setelah beberapa saat menunggu.
"Kenapa?" tanyanya.
"Sori, Raka nggak bisa," jawab Raka sambil memalingkan wajah. Saat hendak mencium Ajeng tadi, dia seperti melihat wajah orang lain. Dan itu yang membuatnya nggak dapat melanjutkan niatnya.
"Kamu nggak sayang sama Ajeng?" tanya Ajeng lagi.
"Bukan gitu, tapi..."
"Oti?"
Raka hanya memandang ke mata Ajeng yang indah. Mata yang memancarkan sinar kasih sayang dan kelembutan.
"Benar, kan? Karena dia?"
Raka hanya diam. Dalam hati dia mengakui nggak bisa melupakan bayangan Oti.
"Ajeng udah duga. Oti bukan lagi sekedar adik bagi kamu.Kamu mencintai dia, kan?"
__ADS_1
"Jangan ngawur! Itu nggak mungkin!" sentak Raka.
"Kenapa nggak? Dia hanya adik tiri kamu. Kalian nggak punya hubungan darah. Kamu mengorbankan semua untuk dia, termasuk pekerjaan kamu. Juga Ajeng."
"Soal itu maafkan Raka," kata Raka lirih.
Ajeng tersenyum. "Untuk apa minta maaf? Ajeng nggak marah kok! Justru Ajeng bersyukur karena semuanya belum terlambat. Sebelum Ajeng mencintai kamu terlalu dalam."
"Jeng, Raka mencintai kamu..."
"Nggak. Cinta kamu hanya untuk Oti. Terlihat daro sorot mata kamu. Ajeng nggak mau jadi penghalang kalian. Dan Ajeng yakin Oti juga mencintai kamu." Ajeng mencium pipi kanan Raka.
"Udah sana, katanya mau siaran. Ntar telat loh!" katanya kemudian.
"Raka masih boleh ke sini, kan? Ngobrol dengan kamu atau Ayu?"
"Tentu aja. Kecuali kalo kamu ingin membuat Ayu sedih. Salam buat Oti," kata Ajeng.
Raka mengangguk, kemudian menjalankan motorny dengan kecepatan sedang. Sepeninggal Raka, Ajeng masul ke rumahnya dengan tergesa-gesa. Dia ingin segera masuk ke kamarnya, dan menumpahkan air mata yang ditahannya. Di ruang tengah, Ajeng ketemu Ayu, adiknya yang lagi nonton TV.
"Udah pulang, Kak? Mana Kak Raka?" tanya Ayu. Ajeng nggak menghiraukan pertanyaan adiknya. Dia terus mengahambur ke kamarnya yang berada di lantai atas.
__ADS_1
Maafkan Ajeng! Ajeng sebetulnya udah terlanjur mencintai kamu! Hanya aja Ajeng nggak ingin kamu pura-pura mencintai Ajeng, padahal di hati kamu hanya ada Oti! batin Ajeng sambil terus terisak dalam kamarnya.
----------------------
Malam minggu kali ini dilewatkan Oti sendirian di rumah. Nggak ada Bayu yang ngajak dia jalan. Ticka sebetulnya ngajak dia keluar, Revi juga ngajak clubbing. Tapi semua ditolak Oti. Sekali ikut clubbing sama Revi, Oti langsung kapok. Bukannya enjoy, dia malah pusing. Ngga tahan liat lampu diskotek yang beraneka warna. Saat itu juga Oti bersumpah ngga bakal nginjak diakotek lagi ( Kecuali kalo kepepet he... he... he... )
Nggak tau kenapa, malam minggu ini Oti pengin menikmati kesendiriannya di rumah. Benar-benar sendiri.
Ai udah dijemput teman-temannya sesama remaja mesjid di sini. Mereka akan nonton ceramah agama seorang da'i terkenal di kota Bandung. Namanya juga anak alim, malam mingguan juga diisi dengan ceramah agama. Sementara Raka malam ini harus siaran. Benar-benar lengkap kesendirian Oti kali ini.
Ternyata sendiri itu emang nggak enak. Apalagi kalo bener-bener nggak ada kerjaan! Dan itu yang dirasakan Oti kali ini. Oti cuman duduk di depan TV sambil tangannya memegang remote.
Beberapa kali ia mengganti saluran, karena acaranta nggak ada yang menarik. Heran! Malam minggu gini kok gak ada acara bagus sih?" batin Oti.
Tau gini tadi dia pergia ama Ticka atau Revi. Akhirnya karena bosan, Oti mematikan TV. Kini dia hanya duduk di ruang tengah, tanpa tau apa yang harus dilakukannya. Sempat terlintas dipikirannya buat nelpon Laras. Sekedar ngobrol. Tapi kemudian niat itu dibatalkannya.
Raka lagi siaran apa ya? tanya Oti dalam hati.
Mungkin acara request. Malam minggu begini pasti banyak yang kirim request untuk orang yang disayanginya.
Tiba-tiba Oti ingin mendengar suara Raka saat siaran. Dia emang belum pernah mendengar suara kakaknya itu melalui radio. Akhirnya, daripada nggak tau apa yang harus dilakukannya, Oti menuju kamarnya. Dia menghidupkan stereo set-nya, mengubah ke mode radio, dan mencari gelombang Qly FM.
__ADS_1
"...para KQ-mania dan seluruh pendengar Gly FM 103,2 Mhz, berikut ini lagu yang spesial dari Squall. Lagu yang akan membawa suasana romantis pada malam yang panjang ini, bersama orang yang kita sayangi. Lagu ini khusus untuk seseorang yang Squall tahu sangat suka dan biasa menyanyikannya dengan baik. Seseorang yang Squall sayangi, dan akan selalu Squall rindukan. Oke, selamat mendengarkan..."
Itu tadi suara Raka, dan lagu yang diputarnya adalah Love Destiny dari Ayumi Hamasaki. Lagu yang pernah dibawain Oti saat babak pemilihan Putri SMA.Oti tercengang. Pasti Raka nggak nyangka dia akan ngedengrin radio. Badan Oti terasa panas-dingin. Diam-diam dia merasakan ada sesuatu yang lain di hatinya. Sesuatu yang udah lama dipendamnya.