
"HEII!" Teriak Oti saat udah dekat dengan tempat Revi.
Mendengar teriakan Oti, semua orang yang tengah bergumul itu menghentikan kegiatannya. Mereka menoleh ke arah Oti.
Oti? batin Revi dengan pandangan gak percaya.
"Ot! Tolong, Ot!" teriak Rina minta tolong. Saat itu mereka gak melihat Oti sebagai seorang yang sangat mereka benci, tapi sebagai dewi penolong yang akan mengeluarkan mereka dari kesulitan.
"Lepasin temen-temen gue!" seru Otu keras.
"Temen? Jadi lo temennya!? Lo yang namanya Oti?" Cowok yang memegang Revi memandang Oti dengan tajam.
Tubuhnya yang mengenakan kaus ketat tampak berkeringat.
Cowok berwajah garang itu menatap Oti. Meneliti Oti yang memakai T-shirt dan celana, serta sepatu kets, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sejurus kemudian dia kembali memandang Revi yang tubuhnya gemetar ketakutan.
Oti heran, dari mana cowok itu bisa mengetahui namanya? Ketemu aja baru sekarang. Tapi dia nggak sempat mikir hal lebih jauh.
Revi dan para anggota Fiesta lainnya hanya bisa tertunduk diam. Saat ini cuman Oti satu-satunya harapan mereka. Kalau Oti memutuskan nggak menolong dan meninggalkan mereka, habislah mereka.
Diam-diam butiran air mata keluar dari mata Revi. Dia hanya bisa pasrsh saat ini, dan berharal keajaiban akan datang.
"Ot, tolong, Ot..." Wida memohon. Mulutnya segara dibekap orang yang memegangnya.
Oti maju selangkah sambil tersenyum kecil.
"Biar gue yang beresin, Rik!" Seorang cowok berkulit hitam dan tangannya dipenuhi tato maju.
Cowok itu memandang Oti dengan pandangan meremehkan. Apalagi melihat tubuh Oti yang jauh lebih kecil darinya, ia berpikir, ini akan berakhir dengan cepat!
__ADS_1
"Ayo, Sayang, kita mau main cepat atau pelan-pelan...?" tanya cowok itu sambil menyeringai.
"Main dengan ini!!" Seusai berkata, Oti melepaskan tendangannya ke arah cowok itu. Tepat di selangkangannya.
Cowok itu tersungkur sambil meringis menahan sakit.
Nggak memberi kesempatan, Oti kembali menendang wajahnya hingga dia terkapar.
Melihat temannya roboh begitu saja, salah seorang cowok yang memegang Amy maju menghampiri Oti. Tubuh Amy dicampakkan begitu saja. Temannya juga segera maju mendekati Oti dengan posisi siap bertarung.
Oti pun memasang kuda-kuda. Cowok kedua melayangkan pukulan, Oti mengelak ke samping sambil melepaskan tendangan kanannya.
Tendangan itu hanya sedikit mengenai pundak cowok itu, sehingga tidak memberikan pengaruh padanya. Tapi bukan Oti kalau kalo cuman sekali melancarkan serangannya. Tubuhnya udah dilatih untuk bergerak cepat. Ketika cowok itu berbalik, Oti melancarkan pukulan ke wajahnya. Tepat di matanya, membuat cowok itu terhuyung-huyung.
"Jon, Gan, cepat bantu Edi!" perinta Riki pada dua temannya. Dia melihat Edi akan kerepotan menghadapi Oti.
Kedua cowok itu yang dipanggil Jon dan Gan itu mendekati Oti yang lagi berkelahi melawan Edi. Otu bukannya gak mengetahui kedatanga keduanya. Dia menyambut Jon yang datang dari sebelah kiri dengan pukulan. Tapi saat itu juga Gan menyerangnya dari kanan. Oti nggak sempat mengelak. Sebuah pukulan mendarat di pundaknya, membuatnya sedikit terhuyung. Saat itulah Edi memegang tangan kanannya, sementar Jon menangkap kaki kirinya. Sebelum Oti beraksi, Gan memeluk badannya, hingga kini dirinya benar-benar terjepit!
Oti hanya bisa meronta, tapi dia udah terkunci. Riki dan yang lainnya hanya tertawa terbahak-bahak melihat kondisi Oti. Saat itulah mereka semua lengah. Revu yang berada dalam pegangan Riki menggunakan kesempatan ini untuk melepaskan diri. Cewek itu menginjak kaki Riki dengan keras, sehingga Riki mengerang kesakitan. Revi memuntir tangannya. Tapi pegangan Riki terlalu keras.
Melihat temannya dalam kesulitan, Rina dan yang lainnya yang sudah bebas membantu. Mereka bertiga mendatangi Riki, dan memukulnya. Walaupun berbadan besar, tapi menghadapi empet cewek yang kesetanan, tentu aja Riki kewalahan. Cowok itu terpaksa melelaskan pegangnnya pada Revi dan mundur sejenak. Dadanya terasa sakit terkena pukulan Revi.
Sementara teman-temannya mengeroyoki Riki, Revi berlari ke arah Oti yang berusaha melelaskan diri. Dan menarik rambut Jon yang panjang. Jon mengaduh kesakitan, dia lengah, sehingga Oti dapat membebaskan kaki kirinya. Kemudian Oti mempergunakan kaki kirinya untuk menendang Gan yang memegangi tubuhnya.
Ini baru seimbang! batin Oti.
Tapi Oti salah. Walaupun jumlahnya sama, bahkan mereka lebih satu karena salah seorang dari kelima cowok itu sudah pingsan, tapi Revi cs. nggak punya kemampuan bela diri kayak dirinya.
Hanya sekali pukul dari dari Riki dan teman-temannya, mereka langsung roboh. Untung Oti juga bukan karate biasa. Dilatih dari kecil, berbagai gelar juara udah direbutnya semasa masih SMP. Dan walaupun gak seimbang, apa yang dilakukan Revi cs. sedikitnya juga meringankan beban Oti menghadapi para pengeroyoknya. Biar nggak kelamaan, dia langsung menukul lawannya tepat di bagian vital atau mematikan.
__ADS_1
Gan roboh kena tendangan Oti.Demikian juga Jon yang hanya bisa meringis kesakitan. Kini tinggal Riki dan Edi yang masih harus dilerhitungkan.
"Bangsat! Kayaknya gue emang terlalu menganggap remeh lo!" Tiki mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Pistol! Oti dan yang lainnya terpana meliahat pistol yang dipegang Riki.
"Banci!" umpat Oti. Riki mengarahkan pistolnya ke arah Oti.
"Berhenti!"
Terdengar teriakan dari kejauhan. Beberapa satpam dan tugas kemanan khusu diskotic berpskaian preman berlari ke arah mereka, diikuti Ticka dan Laras. Riki menoleh. Saat itulah Revi yang berada di dekatnya menyambar tangan Riki yang memgang pistol, dan menggigitnya.
"Bangsat!" maki Riki. Tangan kirinya bergerak menampar Revi, hingga cewek itu tersungkur. Riki mengangambil pistol yang sempat terjatuh di lantai.
"Bitch! Gue habisin lo sekarang!!"
"Revi! Awas!"
Oti segera melompat ke arah Riki yang hendak menembak Revu, dan...
DOR!
"Aaarghh!"
Oti! batin Revi. Oti berdiri telat di depannya, menghalangi Riki yang hendak menembak dirinya. Darah mengalir dari perut cewek itu.
"OTI!!!" teriak Laras dan Ticka hampir berbarengan. Riki mundur setelah melihat hasil perbuatannya. Salah seorang satpam mengeluarkan pistolnya, dan mengarahkannya kepada Riki.
"Cabut, Ed!" teriak Riki. Ia menyadari konyol baginya jika tetap di situ. Ia tak berani menembak lagi.
"Nggak semudah itu!" kata Otu tiba-tiba. Meski pun lemas, dia memalangkan kai, sehingga Riki yang hendak lari terjengkang.
__ADS_1
Pistol yang dipegangnya terlempar. Edi nggak bisa berbuat apa-apa melihat temannya itu. Apalagi para satpam dan petugas keaman sudah mendekat. Dia hanya bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Dua petugas kemanan segera mengejarnya.
"Oti! Lo gak apa-apa!!?" tanya Ticka. Petugas keaman segers meringkus Riki dan teman-temannya. Oti sendiri nggak mendengar apa yang diucapkan Ticka, karena keburu pingsan.