Victory

Victory
Bab 33


__ADS_3

Setelah beberapa hari istirahat di rumah, akhirnya Oti kembali ke sekolah. Dan sialnya, saat dia masuk bertepatan dengan Penilaian Tengah Semester (PTS).


Jadi Oti harus jungkir-balik belajar, apalagj untuk pelajaran yang nggak dia ikutin selama nggak masuk waktu pemilihan Putri SMA dan pas dia di rumah sakit. Untung ada Ticka dan Laras yang siap membantunya.


"Bisa, Ot?" tanya Laras pada jam istirahat.


Oti cuman nyengir. Pandangan matanya tertuju ke arah Revi dan teman-temannya yang berkerumun di sudut lai kantin. Revi pun kebetulan melihat ke arahnya, dan tersenyum.


Suasana di sekolah emang udah berubah. Revi cs kini nggak bersikap arogan di sekolah. Mereka udah mau bergaul dengan anak-anak lainnya. Rina bahkan keliatan lebih sering mengobrol dengan Laras. Ternyata kedua cewek itu punya hobi yang sama, yaitu memelihara kucing. Laras punya beberapa koleksi majalah mengenai kucing dari luar negeri, dan Rina sering meminjamnya. Demikian juga Ticka, Wida, dan Amy, yang walaupun terlihat masih canggung jika bertemu, mereka semua nggak menampakkan permusuhan.


Selain itu, ada satu perubahan lagi yang nggak begitu terlihat. Akhir-akhir ini Oti jarang keliatan berdua dengan Bayu di sekolah. Emang hampir nggak ada yang memerhatikan hal itu, karena keduanya bersikap biasa aja di sekolah, bahkan saat bertemu. Tapi ada satu orang yang memerhatikan apa yang terjadi di antara mereka. Dan orang itu adalah Revi.


------------------------


"Ada apa, Bay?" tanya Revi. Siang itu setelah bubaran sekolah tiba-tiba Bayu ingin bicara dengan Revi.


"Kamu ngomong ap ke Oti?" tanya Bayu to the point.


Revi heran mendengar pertanyaan Bayu.

__ADS_1


"Apa maksud lo?" tanya Revi heran.


"Mengenai aku. Kamu cerita apa ke dia?"


Revi menggeleng.


"Gue nggak cerita apa-apa kok! Gue kan udah bilang, gue nggak akan berusaha ngerusak hubungan lo dengan Oti. Walau gue masih ngeharapin lo jadi milik gue, tapi gue akan berusaha secara fair."


Mendengar jawaban Revi, Bayu terdiam sejenak.


"Jadi kamu nggak mengatakan sesuatu yang dapat merusak hubungananku dengan Oti?" tanya Bayu kurang yakin.


Sebagai jawaban, Bayu mengeluarkan kotak kecil berwarna biru tua. Kotak itu diletakkannya di meja, di depan Revi. Ketika Bayu membuka kotak biru tua tersebut, isinya ternyata jam tangan berwarna perak.


"Apa ini?" tanya Revi.


"Oti mengembalikan pemberianku."


Revi meneliti jam tangan yang ada di depannya. Jam tangan yang indah dan mahal. Tapi entah kenapa dia nggak kaget saat tahu Oti ngembaliin jam tangan pemberian Bayu.

__ADS_1


"So, apa hanya itu? Hanya karena dia ngembaliin hadiah dari lo? Mungkin dia punya alasan lain?" tanya Revi.


"Saat dia ngembaliin ini, aku bertanya apa alasannya. Dia nggak mau jawab, cuman bilang jam tangan ini nggak cocok untuk dia. Aku bilang, jika dia ngga suka, jam tangan ini akan diganti sesuai dengan pilihannya. Tapi Oti nolak. Dia nggak ingin menerima barang apa pun dariku. Katanya, dia ngga mau terikat karena barang-barang pemberianku."


"Lo udah bilang lo suka sama dia?" tanya Revi lagi.


"Saat Oti pergi, aku memegang tangannya. Saat itu aku mendapatkan keberanian untuk mengungkapan perasaanku," kata Bayu.


"Lalu apa jawaban Oti?"


"Pertama dia cuman diam, lalu dia bilang belum mau mikirin hal itu. Setelah iti Oti pergi."


Pergi? Oti nggak menerima cinta Bayu? Bukannya Oti juga suka sama Bayu? batin Revi. Kenpa jadi begini?


"Aku sama sekali nggak ngerti sifatnya. Mungkinkah dia suka sama orang lain?" lanjut Bayu.


Revi nggak tega juga melihat wajah cowok yang dicintainya menjadi muram.


"Sebetulnya ini bukan urusan gue.Tapi gue akan tanya Oti. Mugkin aja dia lebih terbuka sama gue," kata Revi akhirnya.

__ADS_1


__ADS_2