Victory

Victory
Bab 47


__ADS_3

Jam tujuh kurang, Raka memarkir motornya di halaman rumah nenek Laras. Ketika berada di depan pintu rumah, dia sempat diam sejenak, kemudian menekan bel yang berada di dekat pintu. Beberapa saat menunggu, pintu terbuka. Seorang cewek berambut panjang yang membuka pintu. Bukan Oti! Cewek itu tersenyum pada Raka.


"Hai, Kak Raka. On time nih? Masuk yuk!


Raka masuk ke rumah. Dia sepertinya mengenal cewek yang membuka pintu tadi. Siapa ya?


"Laras?" tanya Raka memastikan.


Yang ditanya hanya tersenyum lebar dan mengangguk.


"Sebentar, Kak! Oti baru aja selesai mandi. Duduk aja dulu," katanya mempersilahkan, kemudian dia masuk, ke arah ruang tidur. Raka duduk di sofa yang berada di ruang tamu.


Nggak berapa lama kemudian Laras muncul kembali ke ruang tamu.


"Tunggu sebentar ya, Kak! Oti sedang dandan, khusus buat Kakak," godanya.


Dandan? Sejak kapan Oti bisa dandan? Raka hanya tersenyum mendengar godaan Laras.

__ADS_1


"Kak Raka juga udah rapi nih. Pas dong kalo gitu..."


"Emang kamu tau Oti mau pergi ke mana?" tanya Raka.


Laras cuman mengangkat bahu.


Raka kemudian mengobrol dengan Laras, menunggu Oti selesai berdandan. Obrolan terutama berkisar soal keadaan masing-masing selama dua tahun terakhir ini. Sempat juga menyinggung tentang Ticka yang sekarang kuliah di Semarang, dan Revi yang lebih memilih jadi model selepas lulus SMA.


Suara Oti memanggil Laras memutuskan pembicaraan mereka. Laras pun masuk kembali ke ruang tidur. Nggak lama kemudian...


"Sambutlah cinderella yang akan menemui sang pangeran...," kata Laras bagaikan MC, ucapannya itu langsung disambut jitakan kecil dari belakang.


melihat dandan Oti kayak gitu, Raka jadi ingat saat Oti menang di pemilihan Putri SMA dua tahun lalu. Aura kecantikan yang pernah muncul dua tahun yang lalu terpancar kembali dari wajah Oti.Hanya saja saat ini wajah Oti terlihat lebih bercahaya dan dewasa.



"Kok bengong, Kak? Oti jadi lebih cantik, ya?" goda Laras lagi.

__ADS_1


Oti segera mendorong Laras, sehingga hampir aja cewek itu terjatuh jika nggak cepat-cepat menyeimbangkan dirinya.


"Sori, Kak! Ini ide Laras. Gaun ini juga pinjeman dari dia. Kalo lo gak suka, gue ganti aja, ya?" kata Oti yang terlihat kikuk dan sedikit salah tigkah.


Nggak suka? Cuman orang gila atau yang nggak normal yang nggak suka melihat Oti kayak gini! batin Raka.


"Kok diganti? Kan Laras udah capek-capek ngerias kamu...," protes Laras. Wajahnya sengaja dibuat sedikit kecewa. Oti memandang Raka, meminta pendapat.


"Gak papa kok. Tadi gue sedikit kaget aja. Habis ini pertama kalinya gue liat lo pake gaun setelah terakhir di pemilihan Putri SMA dulu," kata Raka. Ucapan Raka itu membuat Oti sedikit lega.


"Kalo gitu gue ganti, ya? Pake yang biasa aja," kata Oti.


"Jangan!" Raka melihat jam tangannya.


"Ntar keburu malem," lanjutny.Oti terpaksa mengurungkan niatnya.


"Kalo gitu berangkat yuk!" ajak Oti.

__ADS_1


"Kita pake mobil Laras aja, ya? Masa pake baju gini naek motor? SIM A lo masih ada, kan?"


__ADS_2