Victory

Victory
Bab 51


__ADS_3

Akhirnya Oti keluar dari ruang operasi. Raka memandangi Oti dari luar ruang ICU. Tubuh gadis itu dipasangi beberapa alat penyokong kehidupan. Tampak tubuhnya tergeletak, diam tak bergerak. Matanya terpejam, seolah-olah sedang tertidur lelap.


Seperti sudah diduga Raka, begitu tiba di rumah sakit, ayah Raka langsung memarahinya. Raka bahkan dituding sudah punya rencana ketemu Oti sebelumnya.


Suasana hampir saja menjadi panas, kalo aja Tante Heni nggak menengahi, dan menenangkan suaminya. Kedatangan dr. Satrio juga mendinginkan suasana.


Sementara itu, Ai cuman bisa menangis sesenggukan dalam pelukan Dio, adik bungsunya.


Begitu suasana menjadi tenang, dr. Satrio mengajak Raka dan ayah Raka ke ruang kerjanya, untuk membicarakan kondisi Oti. Raka yang penasaran dan khawatir bersyukur diajak masuk. Ia memang tidak bersedia menunggu di luar.


"Secara fisik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tulang-tulangnya yang patah akan membaik. Yang perlu dikhawatirkan kondisi kejiwaanya saat dia sadar nanti," kata dr. Satrio.


"Kenapa, Dok? Kenapa dengan Oti?" tanya Raka dengan nada mendesak.


Dr. Satrio tidak langsung menjawab pertanyaan Raka. Dokter senior itu membuka lembaran berkas berisi data-data kondisi Oti.


"Victory mengalami benturan yang cukup keras, terutama di bagian punggungnya. Benturan itu mengakibatkan beberapa ruas tulang di belakangnya hancur. Anda tau, dalam tulang belakang terdapat saraf-saraf penting untuk mengatur gerak motorik tubuh... Hancurnya sebagian tulang belakang Victory, mengakibatkan kelumpuhan bagian pinggang ke bawah," kata dr. Satrio dengan suara pelan, tapi cukup membuat Raka dan ayahnya terkejut.


"Lumpuh!!??" tanya mereka hampir serempak.


"Ya. Hal itu mengakibatkan semua fungsi tubuhnya mulai dari bawah pinggang lumpuh, termasuk kedua kakinya," kata dr. Satrio.

__ADS_1


Ayah Raka menghempaskan diri ke kursi yang didudukinya dengan lemas, seolah tidak percaya dengan apa yang baru di dengarnya.


Sedang Raka yang duduk di samping ayahnya hanya memandang kosong ke depan. Dia tidak bisa membayangkan, bagaimana kaget dan shock-nya Oti ketika sadar dan mendapati dirinya tidak bisa berjalan. Oti yang lincah harus menghabiskan sisa hidupnya di kursi roda.


"Selain itu, ada hal penting yang perlu saya sampaikan menyangkut kondisi Victory," kata dr.Satrio.


"Apa lagi, Dok?" tanya ayah Raka. Bagaimana berita kelumpuhan Oti udah merupakan berita terburuk. Masih ada lagi?


"Tabrakan itu telah menghancurkan salah satu ginjal Victory. Saat operasi kemarin, kami terpaksa mengangkat ginjal yang pecah itu tanpa meminta persetujuan pihak keluarganya terlebih dahulu, karena bila itu tidak dilakukan, jiwa Victory terancam. Untuk itu kami mohon maaf, tapi kamk saat itu tidak punya waktu untuk menjalani prosedur perizinan seperti biasa. Saya yang bertanggung jawab soal ini," dr.Satrio menjelaskan.


Raka dan ayahnya tercengang mendengar penjelasan dr. Satrio.


Satu ginjal Oti diangkat?


"Saya mengerti, Dok. Anda telah melakukan segala cara untuk menyelamatkan nyawa anak saya. Saya sangat berterima kasih," sahut ayah Raka.


"Jadi, Oti akan hidup dengan satu ginjal? Bagaimana bisa?" tanya Raka.


"Bisa saja. Banyak orang yang hidup dengan satu ginjal, dan tidak ada masalah. Hanya saja mereka hidup dengan cara yang berbeda dengan orang yang mempunyai dua ginjal. Tubuhnya tidak boleh terlalu lelah, dan mungkin kesehatannya tidak sebagus keadaan sebelumnya. Walau begitu banyak dari mereka yang hidup hingga tua."


"Tapi seebtulnya sekarang kekhawatiran saya adalah ginjal kiri yang tersisa tidak kuat menanggung beban yang biasa ditanggung dua ginjal. Apalagi saat ini tubuh Victory dimasuki banyak obat yang penting bagi kemajuan kondisinya. Saya khawatir ginjal yang tersebut akan kolaps, dan akhirnya tubuh Victory akan mengalami shock, yang membahayakan jiwanya. Untuk itu, saya minta kerja sama Bapak, dan mungkin juga Raka sebagai Kakaknya...," kata dr. Satrio lagi. Raka dan ayahnya sama-sama memandang dokter itu.

__ADS_1


"Maksud Dokter?" tanya Raka.


"Saya ingin minta kesediaan kalian untuk menyiapkan diri sebagai donor, kalau-kalau yang terburuk terjadi," kata dr. Satrio.


"Jadi donor ginjal?" tanya Raka menegaskan. Dia pernah membaca soal cangkok ginjal.


"Kalau begitu kami siap jadi donor, Dokter!" sahut ayah Raka.


Kali ini Raka setuju dengan ucapan ayahnya. Dia juga rela mengorbankan apa yang dimilikinya, agar Oti dapat kembali menjadi Oti yang dulu, walau mungkin tidak bisa berjalan lagi.


"Baiklah, terima kasih. Memang untuk menjalani pencangkokan, harus ada donor yang tepat. Jika tidak malah akan membahayakan jiwa si resipen. Donor yang paling tepat adalah yang memiliki hubungan darah paling dekat deng resipen, seperti ayah, ibu, atau saudaranya. Tapi tidak selalu donor yang berasal dari keluarga sendiri itu bisa cocok, sebab selain donor tersebut harus diperiksa kecocokannya melalui tes dan sebagainya, juga harus dilihat kondisi dari donor itu sendiri. Jika si donor tidak dalam keadaan fisik yang prima, maka hal itu dapat membahayakan jiwa si donor itu sendiri. Kami tidak ingin mengambil risiko itu. Karena itu mengapa kami langsung mengadakan tes pendahuluan bagi seluruh anggota keluarga Bapak, kecuali kedua anak Bapak yang masih di bawah umur. Dan mslihat hasil tes, tampaknya hanya Bapak dan Raka yang cocok dikadikan donor."


Kecuali Ai dan Dio, Raka, ayahnya, dan Tante Heni memang menjalani tes kesehatan, walau saat itu tidak dijelaskan untuk apa.


"Mengapa ibunya dan saudaranya yang lain tidak bisa, Dok?" tanya ayah Raka.


"Kedua saudara Victory jelas masih di bawah umur, belum memenuhi syarat sebagai pendonor. Sedan Ibu Heni, menurut hasil tes menderita darah tinggi atau sedikit gejala diabetes. Tidak mungkin menjadi donor. Jadi hanya Bapak dan Raka yang memenuhi syarat "


Raka dan ayahnya terdiam sejenak. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.


"Kalo begitu, segera saja laksanakan, Dok! Jangan ditunda lagi," desak ayah Raka.

__ADS_1


"Baiklah. Kami akan persiapkan segala sesuatunya. Saya harap Anda berdua siap melakukan serangkaian tes berikutnya."


__ADS_2