Wanita Lain Milik Suamiku

Wanita Lain Milik Suamiku
Bab 39. Pertemuan mengejutkan.


__ADS_3

Adelia terhenyak ketika membaca sekali lagi sepenggal nama yang tertera di dalam selembar kertas putih dari sebuah proposal kerja sama yang baru saja tiba.


Bulu kuduknya sontak meremang, padahal yang muncul di hadapannya saat ini hanyalah nama saja.


Perasaan campur aduk membuat Adelia hampir meremas kertas tersebut, bila saja tidak langsung mengingat profesionalisme kerja yang dia junjung tinggi. Dalam satu tarikan napas Adelia berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan ke arah ruangan Alex yang hanya berjarak beberapa langkah saja.


"Masuk!" titah Alex begitu mendengar suara Adelia.


Adelia dengan langkah berat menghampiri Alex dan meletakkan map tersebut di atas meja pria itu.


"Ini Pak, proposal yang Bapak minta tadi," ucap Adelia dengan suara nyaris tak terdengar.


"Ok, terima kasih," jawab Alex tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop. Dia tampak sibuk mengerjakan sesuatu di sana.


Mendengar perkataan Alex, Adelia tidak langsung pergi. Wanita itu hanya diam mematung sembari terus menatap map tersebut tabpa suara


Menyadari kehadiran Adelia yang masih berada di sana, Alex akhirnya mengalihkan pandangan dari laptop. "Ada apa, Del?" tanya Alex.


Adelia terdiam sejenak, berusaha mengatur tiap perkataan yang akan meluncur dari mulutnya. "Maaf, Pak, saya hanya penasaran, apa Bapak akan mengadakan kontrak kerja sama dengan perusahaan itu?" tanya Adelia.


"Tentu saja, itu kan, perusahaan ayah mertuamu," jawab Alex. Seperti yang diketahui, Alex dan Hariadi memang saling mengenal. Mereka juga pernah mengadakan kerjasama pada kantor cabang yang dikelola Hariadi di sini. Namun, sepertinya dia ingin mengembangkan kontrak tersebut.


Sedetik setelah Alex mengatakan hal demikian, pria itu terlihat kaget. Dia lupa bahwa kantor pusat dikelola oleh Wisnu, suami Adelia.


Walau Hariadi mau pun Adelia tidak membicarakan hal-hal pribadi, tetapi Alex cukup tahu dan bisa menebak bahwa ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada Adelia. Sebab, bagaimana bisa seorang istri pergi meninggalkan rumah dan menetap di tempat ini sendirian, dengan bantuan sang ayah mertua.

__ADS_1


"Ahh, saya mengerti apa yang menjadi kekhawatiranmu," ujar Alex dengan raut wajah tak enak hati.


"Maksud Bapak?"


"Lebih baik saya tolak saja proposal kerja sama ini. Bagaimana menurutmu?" Bukannya menjawab, Alex malah melempar pertanyaan pada Adelia.


Adelia tentu saja tercekat mendengarnya. Memangnya sedalam apa Alex mengetahui hal tersebut?


Lagi pula, bagaimana bisa Alex dengan mudah menolak kontrak kerjasama bernilai miliaran tersebut hanya karena seorang Adelia?


"Jangan, Pak!" tentang Adelia tegas.


"Loh, kenapa? Saya tidak ingin ada hal-hal yang kurang nyaman terjadi padamu dan pada saya sendiri."


Adelia sempat mengerutkan kening ketika mendengar perkataan ambigu Alex. Namun, dia memilih untuk diam dan tidak mempertanyakannya lebih lanjut.


Alex terdiam menatap Adelia, hingga akhirnya helaan napas pun keluar dari mulutnya. "Baiklah, buat jadwal pertemuan dengan mereka dua hari lagi."


Detak jantung Adelia bergemuruh seketika. Sebisa mungkin dia berusaha bersikap profesional layaknya seorang sekretaris. "Baik, Pak, saya akan menyiapkan semuanya," jawab wanita itu.


...**********...


Dua hari kemudian.


"Selamat datang di perusahaan saya, Pak Wisnu." Alex dengan kerendahan hati menyambut kedatangan Wisnu di salah satu ruang pertemuan VIP yang sudah disiapkan Adelia.

__ADS_1


Alex juga sengaja meminta Adelia untuk tidak muncul terlebih dahulu menemui Wisnu.


"Terima kasih atas respon Anda terhadap proposal yang saya ajukan, Pak Alex." Wisnu menjabat tangan Alex ramah. Pria itu duduk tepat di seberang Alex dan mulai berbasa-basi sejenak, sebelum akhirnya membicarakan kontrak kerja sama mereka.


Wisnu yang ingin mengembangkan usahanya di bidang otomotif meminta bantuan Alex untuk mengadakan suku cadang untuk perusahaannya. Tak hanya itu saja, Wisnu juga berniat membangun pabrik besar di bawah naungan perusahaan Alex.


Mendengar penjelasan Wisnu, Alex menganggukkan kepalanya beberapa kali.


Pria ini sangat ambisius! Batin Alex. Dia pun menunjukkan beberapa lembar map kepada Wisnu.


Suara ketukan pintu pun terdengar. Seorang wanita masuk ke dalam ruangan tersebut sembari membawa nampan berisi teh dan sedikit kudapan.


"Minuman Anda, Pak." Wanita tersebut membungkuk tepat di hadapan Wisnu yang sedang sibuk membaca


Begitu mendengar suara yang sangat familiar, Wisnu pun mengangkat kepalanya.


Alangkah terkejutnya wajah pria itu, ketika mendapati sesosok wanita yang sangat di kenalnya muncul di sana. Wanita yang selama ini dia cari-cari, dan wanita yang selama ini dia rindukan diam-diam.


Adelia mengalihkan pandangannya ke arah Wisnu dan mengangguk sopan, seolah tidak mengenalinya.


"Ahh, Pak Wisnu, kenalkan ini sekretaris saya, Adelia," ujar Alex kemudian. "Del, dia lah Pak Wisnu yang akan bekerja sama dengan kantor kita." Pria itu kemudian beralih pada Adelia.


Mendengar nama Adelia disebut, wajah Wisnu mendadak pucat pasi.


Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Adelia bisa berada di sini? Dan, kenapa wanita itu seperti tidak terkejut dengan kehadirannya? Apa dia benar-benar Adelia, istri yang telah pergi dari rumah beberapa minggu lalu?

__ADS_1


"Pak, silakan diminum," ujar Adelia sambil tersenyum.


Jantung Wisnu seketika bergemuruh. Senyum itu adalah senyum yang tidak akan pernah dilupakan oleh Adelia. Wanita itu benar-benar istrinya.


__ADS_2