Wanita Lain Milik Suamiku

Wanita Lain Milik Suamiku
Bab 57: Pesta perusahaan.


__ADS_3

Wisnu baru saja kembali dari perpustakaan setelah berbincang-bincang sebentar dengan sang ayah, Hariadi. Meski hubungan mereka berdua kini terasa merenggang pasca perceraian pria itu dengan Adelia beberapa waktu lalu, dia dan Hariadi tetap berusaha melakukan komunikasi dengan baik, terlebih ketika membicarakan soal pekerjaan seperti saat tadi, yaitu mengenai pesta besar yang akan diadakan untuk merayakan ulang tahun perusahaan.


Wisnu yang sebenarnya tidak ingin mengadakan acara tersebut karena berita perceraiannya, tentu saja tidak bisa protes, sebab semua telah diatur oleh sang ayah.


Sementara itu, Ratna dan Intan sedang asyik berbincang di kamar sang menantu. "Kamu harus berdandan yang cantik untuk acara pesta nanti, Sayang. Semua orang harus tahu, bahwa kamu adalah istri terbaik yang pernah Wisnu miliki," ucapnya sembari sibuk merapikan rambut sang menantu. Hal yang tidak pernah dia lakukan pada Adelia, sejak keduanya bahkan masih berhubungan baik bertahun-tahun silam.


Mendengar perkataan sang mertua, Intan tampak sedih. "Aku takut mereka akan mencemoohku, Ma," ucapnya lirih, meski ternyata, di dalam hatinya, Intan tersenyum lebar.


"Mencemooh bagaimana? Adelia? Cih, jangan takut Sayang, tidak akan ada orang yang berani berbuat macam-macam padamu, karena kamu adalah menantu kesayangan keluarga Kencana. Justru mereka akan ikut bahagia bila tahu bahwa kamu tengah hamil calon penerus keluarga." Ratna dengan percaya diri menenangkan hati Intan.


Intan terkesiap. "Maksud Mama?" tanyanya.


"Ya, di acara tersebut, kita akan mengumumkan kehamilan kamu, Sayang."


Intan kini tak bisa lagi menahan diri untuk tidak tersenyum. Wanita itu sontak mengalihkan pandangan menuju cermin rias, menatap pantulan dirinya yang tampak cantik meski dengan riasan sederhana.


...**********...

__ADS_1


Adelia terlihat gelisah memikirkan ajakan Alex yang akan undangan pesta ulang tahun perusahaan mantan suaminya beberapa waktu mendatang.


Andai saja dia bisa menolak, mungkin dia tidak akan repot-repot memikirkan hal ini. Belum lagi, Alex yang mengetahui benar masalahnya akan senantiasa memberikan keringanan pada wanita itu. Namun, itu sama saja dengan menyalahgunakan kebaikan atasannya, dan Adelia tidak ingin dicap sebagai sekretaris yang tidak profesional.


Helaan napas keluar dari bibir tipis Adelia, ketika membayangkan pertemuannya dengan keluarga Wisnu nanti.


...**********...


Beberapa hari kemudian.


Suasana ballroom di salah satu hotel berbintang lima tampak begitu ramai dan mewah. Malam ini adalah malam pesta ulang tahun perusahaan keluarga Kencana yang ke-dua puluh tahun. Wisnu, Hariadi, dan beberapa petinggi perusahaan lainnya terlihat duduk di kursi terdepan bersama beberapa kolega mereka. Sementara untuk para keluarga, di antaranya Ratna, Intan, Mona, dan Attan, duduk di kursi lain yang letaknya tidak jauh dari sana.


"Turunkan tatapan hinamu pada menantu kesayanganku, kau bahkan tak pantas menatap sepatunya!" seru Ratna tinggi, kala menegur salah satu karyawan, saat mereka baru saja tiba di dalam sana.


Mendapat teguran keras seperti itu, karyawan tersebut panik dan bergegas undur diri.


"Jangan khawatir Sayang, semua akan baik-baik saja," ucap Ratna yang langsung memasang wajah manis di hadapan Intan.

__ADS_1


Intan yang merasa di atas angin tentu merasa senang. Langkahnya dengan mantap bergerak menuju sang suami yang sedang berbincang dengan beberapa koleganya.


Melihat kedatangan Intan, Wisnu pun mengenalkannya pada mereka.


"Selamat atas pernikahan kalian, Tuan Wisnu, Nyonya Intan," ucap salah seorang kolega.


"Terima kasih, Tuan Philips," jawab Intan dengan penuh keanggunan.


Gaun Intan yang sedikit ketat membuat perutnya nyaris terlihat mengembung. Hal tersebut tentu saja membuat mata para pengusaha itu sedikit teralihkan padanya.


"Maaf, Anda sedang ...." Philips sengaja tidak meneruskan perkataannya.


Intan tersenyum dan dengan tegas menyematkan tangan pada lengan sang suami. "Ya, apa yang Anda pikirkan pasti sama dengan yang saya pikirkan," ucapnya.


Philips dan yang lainnya langsung terkesiap. Mereka mengucapkan selamat pada kedua sejoli tersebut.


"Akhirnya Dinasti Kencana akan segera memiliki penerus. Kami turut berbahagia."

__ADS_1


Wisnu yang tadinya merasa khawatir dengan pandangan dan respon mereka, akhirnya bisa berlega hati ketika mendapat ucapan selamat. Pria itu pun mengucapkan terima kasih dan berkata akan mengumumkan kehamilan sang istri malam ini juga.


__ADS_2