Wanita Lain Milik Suamiku

Wanita Lain Milik Suamiku
Bab 56: Ajakan Steve.


__ADS_3

Adelia pikir semua akan baik-baik saja meski dirinya kembali bertemu dengan Wisnu. Namun, dugaannya ternyata salah. Sebab, sesuatu nyatanya mengusik wanita itu.


"Intan adalah mantan kekasihku."


Perkataan Steve kembali terngiang di telinga Adelia, ketika pria itu tiba-tiba datang ke rumahnya pada malam hari saat jam istirahat tiba.


Tanpa basa-basi Steve menceritakan masa lalunya bersama Intan yang pernah terjalin saat Intan masih menjadi kekasih Wisnu.


Siapa sangka kalau wanita perebut suaminya tersebut nyatanya pernah juga menjalin hubungan dengan pria lain saat mereka masih bersama.


Adelia tak bisa menahan senyum tipisnya ketika memikirkan hal tersebut. Namun, senyum itu sirna saat dia mengingat kembali perkataan Steve yang sangat menyakitkan.


...***********...


Satu jam sebelumnya.


"Bantu aku balas dendam, Del!" ujar Steve tanpa pikir panjang. Wajahnya terlihat sangat serius ketika mengatakan hal demikian kepada Adelia.


"Balas dendam? Untuk apa?" Alih-alih menjawab ajakan Steve, Adelia malah mengajukan pertanyaan.

__ADS_1


"Loh, kenapa bertanya? Kamu disakiti oleh Wisnu, begitu pula denganku, jadi apa salahnya jika kita membalas rasa sakit yang mereka torehkan?" kata Steve dengan nada sedikit meninggi.


Adelia menghela napas pelan. "Maaf, aku tidak bermaksud mencemooh dirimu, tapi ... memangnya apa yang dirugikan darimu, Steve? Bukankah seharusnya yang sakit hati itu adalah Wisnu, sebab Intan telah bersama Wisnu terlebih dahulu. Kamu juga yang barusan cerita padaku, kalau Intan lebih banyak mengeluarkan uang untukmu dari pada sebaliknya, jadi, balas dendam apa yang kamu maksud, Steve?" kata wanita itu panjang lebar.


Steve sontak terbungkam di tempat. Tangannya yang sedang memegang sekaleng cola dingin pemberian Adelia, tanpa sadar mengerat.


Benar juga, Adelia belum mengetahui soal anak yang dikandung Intan sebenarnya!


"Intan menyembunyikan sesuatu, Del!" ungkap Steve.


Adelia kontan mengerutkan keningnya dalam-dalam. "Apa?" tanyanya singkat.


Adelia yang baru saja bisa menikmati hidupnya dengan tenang bisa-bisa akan kembali terusik, dan tentu saja, Alex, sebagai kakaknya pasti akan marah bila tahu, bahwa Adelia kembali seperti itu karena dirinya.


Steve tidak memungkiri, jika dia harus terus berdamai dengan sang kakak agar hidupnya tetap sejahtera.


"Apa Steve? Apa yang Intan sembunyikan dari Wisnu?" desak Adelia tiba-tiba, yang langsung menyadarkan lamunan Steve.


"Tidak, ini baru dugaanku saja!" kilah Steve. "Yang jelas, penawaranku padamu tetap sama ... kita balaskan dendam agar mereka berdua merasakan apa yang kita rasakan, Del!" sambung Steve.

__ADS_1


Adelia mengambil cola-nya di atas meja lalu menyeruput isinya sedikit, sebelum kembali meletakkannya di sana. "Lalu, apa yang kita dapat setelah melakukan hal itu, Steve?"


"Tentu saja kemenangan, Del!"


"Kemenangan yang bagaimana?"


Steve bergeming menatap Adelia dengan pandangan kesal. Bagaimana tidak, Adelia kini tengah berusaha mendebatnya dan itu sangat menyebalkan. Bukankah tujuan mereka sama? Lalu, mengapa wanita itu berlaku demikian?


"Melihat mereka menderita adalah sebuah kemenangan, Adelia! Mereka pantas mendapatkan pembalasan dari apa yang sudah mereka lakukan pada kita, terkhususnya padamu!" seru Steve dengan nada meninggi.


Adelia terdiam sejenak. "Lalu, seumur hidup, kita akan terus dibayang-bayangi oleh perbuatan tersebut? Maaf, aku tidak berkenan. Bagiku, lebih baik menunggu balasan dari sang pemilik semesta dari pada harus turun tangan langsung. Lagi pula, bukankah kita sama saja dengan mereka jika berbuat hal demikian?"


Steve tertawa mengejek kala mendengar kata-kata bijak Adelia. "Kamu naif sekali! Pantas saja Intan mampu mengalahkan dirimu dan menendangmu keluar dari sana!"


Jantung Adelia berdegup keras, ketika Steve dengan entengnya menghina wanita itu. Namun, Adelia berusaha sekuat tenaga untuk tidak membalas pria itu, sebab dia tahu hal tersebut hanya akan memicu pertengkaran tak jelas di antara mereka.


"Dengan atau tanpamu, aku akan memberi mereka pelajaran, Del!" ucap Steve tegas, sembari berdiri dari sofa dan pergi meninggalkan Adelia begitu saja.


Adelia hanya bisa bergeming di tempat, menatap kepergian Steve yang tengah dirundung emosi.

__ADS_1


__ADS_2