Wanita Lain Milik Suamiku

Wanita Lain Milik Suamiku
Bab 55: Pertemuan Adelia dan Wisnu setelah perceraian.


__ADS_3

"Maaf dan terima kasih sekali lagi, Pak Alex." Wisnu, Alex, beserta Steve berdiri dari kursi masing-masing setelah selesai melakukan rapat mereka.


Wisnu mengulurkan tangannya kepada kedua pria tersebut. Namun, ketika dia sampai pada Steve, dia bisa melihat pria itu tersenyum sinis dan dingin padanya.


"Omong-omong, apakah kita saling mengenal, Pak?" tanya Wisnu yang tidak tahan dengan perilaku Steve padanya.


Mendengar hal tersebut, Alex mengalihkan pandangannya kepada sang adik, begitu pun Steve yang langsung merubah raut wajahnya menjadi lebih santai. "Apa maksud Anda, Pak Wisnu?" tanya pria itu pura-pura tidak mengerti.


Wisnu terdiam sejenak untuk berpikir. Bisakah dia menegur Steve tanpa menyinggung perasaan Alex sebagai kakaknya? Sepertinya tidak. Kerja sama ini jauh lebih penting dan dia tidak ingin menghancurkan hal tersebut.


"Ahh, tidak apa-apa, Pak. Sekali lagi salam kenal dari saya," ujar Wisnu kemudian.


Steve menganggukkan kepala. Mereka pun pamit dari hadapan Wisnu. Namun, saat Alex sudah melangkah jauh dan Steve masih berada di ambang pintu Wisnu, dia pun menghentikan langkahnya.


"Kita memang tidak saling mengenal, Pak, tapi saya kenal betul seseorang di keluarga Anda."


Wisnu yang mendengarnya mendadak terkesiap. Namun, ketika dia hendak bertanya, Steve sudah berjalan pergi menyusul Alex.


...**********...


Beberapa hari kemudian.

__ADS_1


Pagi ini Steve bisa melihat ada gelagat yang aneh dari Adelia sejak pagi tadi. Wanita itu terlihat lebih banyak diam dan kurang bersemangat. Biasanya dia akan tegas mengajari beberapa hal kepada Steve, tetapi kali ini tidak.


"Ada apa dengan Adel?" tanya Steve yang baru saja tiba di ruang kerja sang kakak.


"Maksudmu?" Bukannya menjawab, Alex malah balik bertanya sembari memandangi Adelia yang berada di tempatnya.


"Ck, sikap Adel! Hari ini dia sedikit aneh, dan tidak mungkin kau tidak menyadarinya," ujar Steve kemudian.


Alex terdiam sejenak dan membenarkan ucapan Steve dalam hati. Namun, dia tahu benar apa yang membuat Adelia berlaku demikian hari ini.


"Biasa saja!" jawab Alex singkat, sebelum kemudian kembali mengalihkan perhatiannya pada laptop.


"Tidak mungkin! Kau, kan, bosnya!" desak Steve.


Steve terpaksa harus menyimpan rasa penasaran tersebut seorang diri, sebab dia tak mungkin menanyakan hal-hal seperti itu secara langsung kepada Adelia. Entahlah, dia hanya tidak ingin wanita itu merasa tidak nyaman dengannya.


Akan tetapi, rasa penasaran tersebut akhirnya terungkap, kala Wisnu yang memang memiliki jadwal pertemuan dengan Alex, datang bersama sekretarisnya pada siang hari.


Adelia yang sebenarnya tidak ingin membicarakan hal pribadi akhirnya buka suara, ketika Steve terus mendesaknya dengan berbagai pertanyaan soal sikap yang dia tunjukkan saat bertemu dengan Wisnu, begitu pun sebaliknya.


"Dia adalah mantan suamiku."

__ADS_1


Mendengar jawaban Adelia, sekujur tubuh Steve mendadak meremang. Pria itu mematung seolah tubuhnya tak mampu digerakkan.


...**********...


Sejak tiba di bandara, Wisnu terlihat sangat gelisah. Berkali-kali dia terlihat menghela napas panjang.


"Pak, Anda baik-baik saja?" tanya Elisa, sang sekretaris lainnya yang kini bertugas menemani pria itu.


"Ya." Jawab Wisnu singkat.


Elisa tak lagi bertanya setelah mengetahui gelagat Wisnu yang seolah tidak ingin diganggu dengan pertanyaan-pertanyaan sepele seperti itu.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, mereka pun tiba di kantor Crystal Company.


"Selamat datang, Pak Wisnu," ujar Alex yang langsung menyambut kedatangan koleganya tersebut.


"Terima kasih, Pak Alex." Wisnu menerima uluran tangan Alex dan disaat yang bersamaan, Adelia muncul Ini sembari membawa nampan berisi minuman untuk mereka.


Ini adalah kali pertama Wisnu bertemu pandang dengan Adelia setelah perceraian mereka beberapa waktu lalu.


Adelia masih tetap sama di matanya, hanya saja tidak ada lagi pancaran mata penuh arti yang dulu selalu ditujukan untuk pria itu. Semua telah hilang tak berbekas, bahkan sepertinya jauh sebelum hari perceraian mereka tiba.

__ADS_1


Adelia bahkan bersikap seolah tidak pernah mengenali dirinya.


"Silakan," ucap Adelia singkat dan dingin. Alex yang menyadari hal tersebut memandangi wanita itu dengan raut khawatir. Namun, dia tak mungkin menunjukkannya di depan Wisnu.


__ADS_2