Wanita Lain Milik Suamiku

Wanita Lain Milik Suamiku
Bab 11 (Season 2): Akhir kisah (lembaran baru).


__ADS_3

Enam bulan kemudian.


"Saya terima nikah dan kawinnya Adelia Cempaka Maharani binti Arwan Gunawan Maharani dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai!"


Suasana khidmat yang begitu terasa di dalam gedung mewah milik Crystal Company, kini berubah riuh, tatkala tepuk tangan dari para tamu mulai menggema.


Alex yang semula duduk dengan tubuh tegak dan wajah tegangnya, kini mulai melemaskan punggung setelah berhasil mengucapkan kalimat ijab qobul dengan baik. Detik ini, dia telah resmi menjadi suami Adelia.


Lelehan air mata sontak membasahi pipi Adelia, saat kemudian mereka memulai satu sesi lagi. Adelia sekuat tenaga menahan dirinya agar tidak menangis demi bisa menyematkan cincin perkawinan di jari manis sang suami. Begitu pula Alex yang terus berusaha menguasai diri agar tidak menghapus air mata Adelia, sebelum cincin tersebut tersemat dengan baik di jari manis wanita tercintanya itu.


Baru lah setelah selesai, Alex dengan lembut mengusap wajah cantik Adelia menggunakan tisu kering yang diam-diam diberikan Adelia.


Sambil berbisik dia berkata, "aku mencintaimu, Adelia!"


Sekujur tubuh Adelia sontak meremang. Getaran yang sebelumnya tak pernah ada kini hadir membelenggu jiwanya. Dalam hati dia begitu berharap bahwa pernikahan kedua ini mampu membawa mereka pada akhir yang baik dan hanya dipisahkan oleh maut.


"Aku juga." Air mata kembali mengalir membasahi pipi wanita itu.


Kebahagiaan yang dirasakan sepasang pengantin baru tersebut tentu saja turut pula dirasakan oleh para tamu undangan. Tidak terkecuali pada Hariadi, yang hadir hanya ditemani oleh Aminah, asisten rumah tangga yang paling dekat dengan Adelia dan setia menemaninya di sana.


Sebenarnya Aminah pernah meminta untuk menyusul Adelia, begitu mengetahui majikan kesayangannya pergi meninggalkan rumah. Namun, Adelia dengan tegas melarangnya. Dia yang waktu itu merasa hidupnya belum menentu, meminta Aminah untuk fokus mengurus Hariadi dan tetap berbuat baik pada keluarga beliau.


"Buuu!" Tangis Aminah pecah saat Adelia dengan ramah menghampiri mereka berdua. Wanita itu bahkan memeluk erat tubuh Aminah dan dengan tenang menenangkan wanita itu agar tidak menangis.


"Saya bahagia melihat Ibu bahagia," ucapnya parau.


"Terima kasih, Aminah. Terima kasih juga karena sudah mau menjaga papa," balas Adelia lembut.


Aminah menganggukkan kepala. Keduanya berbincang sejenak, sebelum kemudian Aminah undur diri demi memberikan waktu berdua bersama Hariadi.


Adelia dengan senyum terbaiknya memeluk tubuh Hariadi yang terasa jauh lebih rapuh dibanding dua tahun lalu. Pria yang sampai kapan pun akan tetap dia anggap sebagai orang tuanya tersebut, tampak goyah di pelukannya.


"Jangan menangis, Pa," bisik Adelia.


"Papa menangis bahagia," jawab Hariadi lirih. Keduanya saling terdiam sembari terus berpelukan, seolah saling memberikan kekuatan masing-masing untuk tetap bertahan menjalani hidup ini.

__ADS_1


"Terima kasih untuk segalanya, Pa. Maafkan aku atas segala kesalahan-kesalahan yang pernah kuperbuat. Aku tahu, aku pun banyak melukai perasaan Papa mau pun Mama dan Wisnu," ujar Adelia begitu melepaskan pelukannya.


Hariadi menggelengkan kepala. "Kamu tidak pernah sekali pun melukai perasaan kami, Nak. Kami lah yang bahkan tidak pernah membuatmu bahagia. Kini, berbahagialah dengan keluarga barumu. Papa berharap kebahagiaan ini abadi hingga maut memisahkan."


Mendengar seuntai doa penuh ketulusan yang terlontar dari mulut pria itu, Adelia kembali memeluk dirinya sembari mengamini dan berterima kasih.


Interaksi keduanya membuat Alex yang sedang menggendong Bobby, putra Steven yang sudah sepenuhnya diasuh oleh adiknya tersebut, tersenyum di antara para tamu undangan dan keluarga yang sedang mengobrol dengannya.


Alex memang tidak akan membatasi silaturahmi Adelia dengan Hariadi. Kendati begitu, tidak dengan Wisnu. Pria itu hanya tidak ingin Adelia kembali mengingat kesakitannya di masa lalu saat bersama Wisnu.


Alex mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat, sebelum kemudian menangkap sesosok pria yang baru saja terlintas di pikirannya, sedang bersembunyi di balik pintu masuk ruangan tersebut.


Wisnu tampak memandang sendu ke arah Adelia yang kini sedang asik berbincang dengan penuh keceriaan bersama Hariadi.


Alex mengembalikan Bobby pada ayahnya, lalu berjalan menghampiri sang istri dan merangkul pinggangnya.


Wisnu terlihat terkejut, lalu berusaha memalingkan diri, sementara Hariadi dengan ramah menyambut kedatangan pria itu dan tidak lupa memberinya selamat.


Wisnu diam-diam mencengkeram dadanya yang terasa sangat sesak, kala menatap pemandangan penuh kebahagiaan yang ada di depan sana.


"Berbahagialah, Del," ucap Wisnu tanpa melepaskan pandangannya dari wanita itu.


...**********...


"Terima kasih," ucap Alex lembut, saat Adelia baru saja selesai mencuci kakinya hingga bersih. Alex baru saja menyusul wanita itu ke kamar hotel setelah berhasil memisahkan diri dari para tamu undangan yang masih saja berdatangan, meski resepsi mereka telah selesai.


Begitu masuk ke dalam, Adelia sudah rapi dengan pakaian tidurnya yang terlihat sangat imut.


Bagaimana tidak, alih-alih lingerie seksi yang membalut apik tubuh sang istri, dia malah mendapati Adelia mengenakan pakaian tidur panjang bergambar bayi panda.


Pakaian yang serupa tersebut juga disodorkan Adelia kepadanya.


"Hanya ini pakaian yang bisa aku temukan." Itulah kalimat Adelia lontarkan sembari menahan tawa.


Alex mau tidak mau turut tertawa. Dia pun mengambil pakaian tersebut dan pergi menuju kamar mandi setelah mencium lembut dahi istrinya.

__ADS_1


Setengah jam kemudian, Alex keluar dari kamar mandi dengan kondisi lebih segar. Tentu saja dengan setelan panda yang terlihat kurang cocok dipakainya.


Adelia yang hendak bersiap merebahkan diri sontak saja tertawa. Image seorang pemimpin penuh wibawa langsung menguap di mata wanita itu.


Melihat tawa Adelia, Alex mendengkus. Dengan perasaan jengkel dia menghampiri Adelia dan mulai menggelitiki pinggangnya.


Adelia tertawa semakin keras. Tawa yang sepertinya tak pernah diperlihatkan oleh wanita itu.


Adelia berusaha melarikan diri, tetapi tangan Alex jauh lebih cepat menangkap tubuhnya. Mereka berdua jatuh di atas tempat tidur.


Adelia mendadak bungkam saat Alex dengan tatapan penuh arti memandangi dirinya.


Seolah tahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya, Adelia dengan malu-malu memberikan izin.


Mereka sepertinya berusaha tidak menyadari, bahwa suara degup jantung mereka saling terdengar.


.......


.......


.......


.......


.......


...(BENAR-BENAR) TAMAT...


Terima kasih untuk kakak-kakak dan adik-adik pembaca yang masih setia membaca novel ini sampai tamat. Mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya, jika saya, selaku penulis, masih memiliki banyak kekurangan di sana sini. Saya hanya manusia biasa yang berusaha memberikan terbaik dari apa yang saya bisa berikan demi menghibur kalian semua.


Tolong tetap support dan dukung saya dengan membaca novel-novel saya yang lain, termasuk novel terbaru yang akan menggantikan novel ini.


Saya harap kakak-kakak dan adik-adik semua turut memberikan dukungan.


Sekali lagi dari dalam lubuk hati yang terdalam, saya haturkan terima kasih sebesar-besarnya.

__ADS_1


Saya sangat mencintai kalian.❤️❤️❤️


__ADS_2