Wanita Lain Milik Suamiku

Wanita Lain Milik Suamiku
Bab 5 (Season 2): Cemburu?


__ADS_3

Setelah mematung selama beberapa saat, Adelia berusaha menguasai diri dengan berusaha menekan perasaan tak nyaman yang timbul dalam dadanya.


"Del ... emm, kamu ... itu ...." Alex tampak canggung sekaligus penasaran dengan raut wajah Adelia. Entah mengapa dia mengharapkan sesuatu terjadi pada wanita itu.


"Maaf, Pak, saya mengganggu. Ini makan siang Anda." Tak sesuai dengan harapan Alex, Adelia justru terlihat santai saat berjalan menuju meja tamu dan meletakkan makan siang yang baru dibelinya tadi.


"Kamu sekretarisnya ya?" tanya Carla tiba-tiba.


Adelia menganggukkan kepalanya. "Iya, Nona," jawab wanita itu.


"Kalau begitu, bawa kembali makanan itu karena aku akan makan bersama di luar dengan Alex," ujar Carla sembari bergelayut manja di lengan pria tersebut.


"Tidak!" sentak Alex. "Aku sedang tidak ingin makan di luar, jadi biarkan saja." Pria itu kemudian menoleh ke arah Carla tanpa melepaskan gelayutan tangan Carla (sengaja untuk melihat bagaimana reaksi Adelia). "Lagi pula, kenapa kau bisa ada di sini, Carla? Bukankah seharusnya kau masih berada di—"


"Makanya jangan mengabaikan pesan dan teleponku, jadinya kamu tidak tahu, kan, kalau aku pulang!" Carla memutus perkataan Alex dan berkata dengan nada kesal nan manja.


"Aku merindukanmu, Sayang!" seru Carla yang semakin lengket mendekap Alex.


Alex sontak melirik ke arah Adelia yang ternyata sedang menatap mereka dengan pandangan bosan.


Melihat reaksi Adelia ternyata tidak seperti yang diharapkannya, Alex langsung melepaskan diri dari kungkungan wanita muda tersebut.


Adelia yang merasa risih dengan tingkah keduanya memutuskan untuk segera pergi dari sana. Entah mengapa dia merasa hawa di tempat tersebut sangat panas. "Kalau begitu, saya permisi dulu," ucapnya cepat.


Alex hendak mencegah, tetapi Carla dengan sigap mendekap pinggang pria itu dari belakang sambil berkata, "kamu mau ke mana sih? Aku, kan, mau mesra-mesraan sama kamu!"


Mendengar hal tersebut, sembari membalikkan badannya, Adelia mencibir. Belum lagi dengan warna mukanya yang berubah merah padam seolah sedang menahan marah.


Ganjen amat! Batin wanita itu jengkel.


Baru saja Adelia duduk di kursinya, Steve datang seraya membawa plastik besar hendak menuju ke ruangan Alex.

__ADS_1


"Jangan masuk!" sergah Adelia dengan nada ketus.


Steve menghentikan langkahnya lalu menatap Adelia dengan kening mengerut. "Memang kenapa? Aku mau mengajak kalian makan siang."


"Biarkan kakakmu mesra-mesraan dengan pacarnya!" jawab Adelia tanpa mengubah nada bicaranya.


Mendnegar jawaban tersebut, Steve semakin mengerutkan keningnya. "Pacar? Pacar siapa?"


"Ck, pacar kakakmu lah! Siapa namanya ... Carla! Ya, Carla. Sepertinya wanita itu datang dari jauh dan sudah lama tidak bertemu dengannya!" Mata Adelia sontak meredup, wajahnya yang semula terlihat kini tampak sendu. Adelia merasa sakit hati sendiri.


Yah, bagaimana tidak, beberapa waktu lalu Alex pernah menyatakan perasaan padanya. Dia bahkan meminta Adelia untuk memanggilnya dengan sebutn akrab. Namun, ternyata pria itu memiliki kekasih hati di luar sana. Adelia merasa telah dibohongi mentah-mentah. Beruntung dia tidak menerima perasaan pria itu begitu saja.


Hati Adelia mendadak melankolis. Dia pernah disakiti satu pria hingga bertahun-tahun, dan dia tidak ingin mengulangi semuanya lagi, apa lagi dengan pria berbeda.


"Carla!" seru Steve terkejut.


Melihat Steve sepertinya mengenali wamita itu, Adelia semakin merasa terpuruk.


Steve memasang wajah biasanya kembali, begitu menyadari raut tak biasa yang ditunjukkan Adelia. Pria itu menghela napas lalu meletakkan nasinya di atas meja Adelia.


"Satunya mau dikemanakan?" tanya Adelia.


"Alex pasti sudah makan di dalam, kan? Jadi, aku akan menyimpannya untuk diberikan pada orang lain."


Adelia menggeleng lalu mengambil satu kotak milik Alex dan menumpuknya di atas tempat makannya. "Ini milikku! Nafsu makanku meningkat tiba-tiba!"


Steve mengangkat alisnya tinggi-tinggi, kemudian tersenyum geli menatap Adelia.


...**********...


Klakson kendaraan yang mengantri di belakang mobil Adelia serempak bergema, kala wanita itu tak kunjung menjalankan mobilnya padahal lampu lalu lintas sudah berganti.

__ADS_1


Adelia yang tersentak kaget lantas melajukan mobilnya dengan cepat.


Wanita itu menghela napas saat menyadari bahwa dia sedang melamunkan hal tidak penting. Apa lagi kalau bukan Carla, wanita yang tadi siang datang ke kantor dan bergelayut manja dengan Alex. Wanita yang sama sekali tidak memperkenalkan diri padanya, dan tidak diperkenalkan diri oleh Alex.


Pantas saja Alex enggan memperkenalkan Carla, sebab wanita itu ternyata adalah mantan kekasihnya beberapa tahun yang lalu. Dari yang Steve ketahui, perpisahan mereka terjadi karena Carla memutuskan mengejar karir modelingnya di luar negeri, dan Alex tidak bisa menahannya.


"Alex sangat mencintai Carla, oleh sebab itu dia melepaskannya agar Carla bisa meraih impian yang selama ini dia inginkan.


Itulah sepenggal kalimat yang terucap dari mulut Steve.


"Ta tapi, aku tidak lagi melihat perasaan itu saat bertemu denganmu, jadi aku yakin sekali kalau perasaannya pada Carla telah hilang!"


"Cih!" sungut Adelia kala mengingat perkataan selanjutnya dari Steve.


Tak lama kemudian wanita itu tiba di halaman rumahnya. Saat dia baru saja keluar dari mobil, sesosok pria yang sejak tadi mengganggu pikirannya tiba-tiba muncul di sana.


"Alex!" seru Adelia tanpa menggunakan embel-embel saat memanggil namanya.


"Jadi, aku sudah tidak dipanggil 'Pak' lagi?" tanya Alex.


Adelia bungkam, lalu memilih mengunci mobilnya dan pergi meninggalkan pria itu. Namun, Alex dengan sigap menahan tangan Adelia.


"Lepas, Pak, nggak enak kalau dilihat orang! Lagi pula, kenapa kemari? Pacar Bapak nanti nyariin, loh!" ujar Adelia sembari menyentak tangan Alex hingga terlepas. Wanita itu kembali memanggil Alex dengan sebutan seperti biasanya, tetapi tidak lagi menggunakan kata-kata formal.


"Carla bukan pacarku, kau tidak perlu khawatir," ucap Alex yang langsung membuat Adelia tertawa kecil.


"Urusannya apa sama saya? Kan, nggak ada!" katanya ketus.


"Jelas ada, sebab kamu selalu menjauhiku sejak kedatangan Carla, dan aku hanya ingin meluruskan."


Adelia mengerling malas lalu menatap wajah Alex. "Pak, mau siapa pun wanita itu, jelas bukan urusan saya. Bapak mau menjalin hubungan sama dia lagi juga saya nggak akan peduli!" seru Adelia sembari melanjutkan langkahnya menuju pintu depan.

__ADS_1


Alex yang semula heran dengan perkataan tersebut, pantas tersenyum lebar. "Kamu tahu, kami pernah menjalin hubungan?"


Adelia sontak menghentikan langkahnya sambil memasang wajah meringis.


__ADS_2