Wanita Lain Milik Suamiku

Wanita Lain Milik Suamiku
Bab 53: Berita perceraian.


__ADS_3

"Berita terhangat dan terbaru kini datang dari Keluarga dinasti Kencana. Putra sulung mereka, Wisnu Kencana diketahui baru saja bercerai dengan istrinya yang telah dia nikahi selama sepuluh tahun. Penyebab utama perceraian mereka adalah kehadiran orang ketiga yang ternyata sudah dinikahi Wisnu sebelumnya, dan kini telah hamil."


Wisnu yang baru saja melangkah turun menuju ruang makan sontak tercekat, ketika tiba-tiba telinganya mendengar dengan jelas narasi yang dibacakan salah satu pembawa acara gosip di televisi. Pria itu berhenti tepat di ujung tangga sembari menatap layar televisi besar yang berada di ruang keluarga tersebut.


"Menurut sumber yang tidak diketahui, Wisnu menikahi wanita tersebut dan menjadikannya istri kedua setelah menjalin hubungan secara sembunyi-sembunyi selama kurang lebih dua tahun lamanya. Hingga pada akhirnya dia memutuskan bercerai dengan Adelia. Selama sepuluh tahun pernikahan, mereka memang belum dikaruniai seorang anak."


Ratna yang turut menonton bersama Intan hanya bisa berceloteh panjang lebar perihal berita negatif yang ditujukan pada Wisnu. "Enak saja! Kenapa beritanya malah memojokkan putraku? Kurang ajar sekali para tukang gosip itu!"


Intan sendiri hanya bisa terdiam kala melihat kekesalan mertuanya. Meski dalam hati tersinggung dengan pemberitaan tersebut, Intan berusaha tidak menunjukkannya.


Saat wanita itu berpaling, sosok sang suami langsung tertangkap indera penglihatannya.


"Mas," panggil Intan seraya berjalan menghampiri Wisnu. Dengan lembut dia memegang dada Wisnu. "Maafkan aku, karena membuat citramu jadi buruk."

__ADS_1


Wisnu memegang tangan Intan yang sedang bertengger di dadanya lalu menurunkan tangan tersebut.


Intan terlihat kecewa. Wisnu baru saja menolak dirinya, yang berarti dia harus bersiap kembali jika sang suami berlaku seperti kemarin. Namun, pikiran Intan ternyata salah. Sebab, Wisnu dengan gamblang malah meminta wanita itu untuk ikut bersamanya.


"Kamu mau mengajak Intan ke mana, Wisnu?" tanya Ratna.


"Bertemu pers!"


...**********...


"Pakai dulu pakaianmu, Bodoh!" tegur Alex begitu mendapati tingkah semena-mena sang adik. Pria itu juga baru saja selesai mandi dan kini sedang membuatkan makan malam untuk mereka berdua.


Steve tentu saja mengabaikan teguran tersebut dan memilih mengambil sekaleng soft drink dari kulkas.

__ADS_1


Pria itu kemudian berjalan menuju ruang tamu dan menyalakan televisi. Saat itu lah, wajah seseorang yang sangat familiar baginya terpampang di layar kaca.


" ... saya tegaskan sekali lagi, bahwa saya dan Adelia Cempaka Maharani telah bercerai sejak lama. Hubungan saya dan Intan pun sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan perceraian saya sebelumnya. Jadi, tolong untuk tidak membuat narasi yang berlebihan. Hargai privasi kami, hargai kondisi istri saya yang sedang hamil!"


Perlahan Steve membelalakkan matanya. Tubuh pria itu bahkan mematung tak bergerak, saat dia dengan sangat yakin mengenali wanita hamil yang berada di sebelah Wisnu tersebut.


"Steve, makan dulu!" titah Alex.


Tidak mendapat jawaban dari sang adik, Alex memutuskan menghampiri pria itu di ruang tamu. "Steve, makan ... kenapa kau?" tanya Alex begitu melihat raut wajah Steve yang cukup aneh.


Steve sedang tersenyum sinis, dan beberapa detik kemudian tawa keras terlontar dari bibir pria itu. Tawa yang cukup mengganggu pendengaran Alex. Namun, entah kenapa, Alex tak bisa menegurnya seperti biasa seolah ada sesuatu yang menyuruh pria itu untuk tetap diam.


Sementara Adelia yang berada di rumahnya dan turut menonton konferensi pers yang dilakukan Wisnu, hanya bisa tersenyum tipis. Wisnu jelas membuat segalanya jadi mudah dengan membalikkan seluruh keadaan menggunakan kuasanya.

__ADS_1


Tentu saja, sebab dia tak akan rela nama dan reputasi keluarganya buruk di mata masyarakat. Terlebih, di jaman sekarang sanksi sosial jauh lebih menyakitkan dari pada hukuman lainnya.


Meski sakit hati dengan kebohongan yang terlontar dari mulut Wisnu, Adelia memilih untuk berlapang dada. Dia tak ingin lagi berurusan dengan pria itu.


__ADS_2