Wanita Lain Milik Suamiku

Wanita Lain Milik Suamiku
Bab 4 (Season 2): Kehadiran Carla di kantor.


__ADS_3

Seorang wanita cantik bersurai gelombang terlihat berjalan anggun nan angkuh menuju meja resepsionis. Sesampainya di sana, wanita tersebut melepas kacamata yang dipakainya dan menyelipkan kacamata itu di atas kepala.


"Selamat siang, Ibu, ada yang bisa saya bantu?" tanya salah seorang resepsionis sembari menelisik penampilan glamour si wanita.


Mendengar panggilan yang disematkan sang resepsionis, wanita itu sontak mendelik. "Kamu pikir, saya ini ibu-ibu? Jangan sembarangan ya! Panggil saya Nonaaa!" katanya dengan nada tegas nan menyebalkan.


Si resepsionis menatap canggung temannya, sebelum kemudian beralih kembali pada wanita tersebut. "Ah, maafkan saya, Nona. Jadi, ada yang bisa saya bantu?" katanya.


"Tuan Alex, saya mau bertemu dengannya," jawab si wanita.


"Maaf, apa Anda sudah membuat janji dengan Pak Alex sebelumnya, Nona ...,"


"Carla."


" ... Nona Carla?"


Carla menggerak-gerakkan telunjuk lentiknya ke depan wajah si resepsionis. "Saya tidak perlu membuat janji jika ingin bertemu dengannya. Hubungi saja dia, katakan padanya, saya ingin bertemu. Dia pasti tahu siapa saya!"

__ADS_1


Mendengar perkataan Carla, resepsionis tersebut tampak bimbang. Dia menatap temannya dan mulai berdiskusi sejenak.


"Maaf, Nona, sepertinya tidak bisa. Beliau tidak bisa bertemu dengan sembarangan orang tanpa membuat janji. Tolong tinggalkan nomor telepon Anda, biar nanti saya sampaikan padanya," kata salah seorang resepsionis lain sembari menyodorkan selembar kertas dan pena pada Carla.


Carla tentu saja merasa tersinggung. Dia menampik pelan kertas dan pena tersebut lalu memandangi keduanya dengan tatapan menakutkan. "Kalian ini tidak tahu siapa saya ya? Biar saya beritahu, kalau saya ad—"


"Rini, nanti ada kurir yang datang kemari mengantar paket untuk Pak Alex. Tolong, antarkan ke ruangannya ya? Saya ada urusan terlebih dahulu."


Belum sempat Carla menyelesaikan perkataannya, Adelia tiba-tiba datang dengan gelagat terburu-buru.


"Baik, Bu," ucap resepsionis bernama Rini tersebut.


"Beliau adalah sekretaris Tuan Alex, Nona," jawabnya.


Carla terus menatap Adelia dari atas ke bawah, guna menelisik penampilan yang tampak sederhana tapi rapi dan sedap dipandang. Sesaat kemudian, dia mengalihkan pandangannya pada Rini sambil memasang wajah mencurigakan.


...**********...

__ADS_1


"Masuk!" seru Alex ketika mendengar suara ketukan pintu ruangannya. Pria yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya tersebut terlihat hendak keluar dari sana.


Pintu pun terbuka pelan. Tampak seseorang sedang membawa sebuah benda berukuran sedang di kedua tangannya.


"Di mana paket ini harus saya letakkan?" tanya seseorang tersebut.


Alex menoleh sembari berkata, "letakkan saja di sana ... Carla!" Matanya sontak terbelalak, tatkala mendapati sosok wanita yang sangat tidak asing baginya.


Carla tersenyum manis lalu meletakkan benda tersebut, sebelum kemudian menghampiri Alex.


"Honey, kenapa sulit sekali menghubungimu, sih! Kau bahkan tidak pernah lagi menghubungi kedua orang tuaku!" seru Carla dengan nada merajuk. Tangan wanita itu tanpa sungkan bergelayut manja di leher Alex sembari berusaha mendekatkan wajahnya.


"Carla ... tolong ... jangan begini!" Alex dengan sigap menjauhkan diri, tetapi dia tidak bisa menghindarinya terlalu lama, sebab Carla menarik leher Alex keras hingga membuat pipinya mendekati bibir Carla.


Satu kecupan pun tercipta, bersamaan dengan kehadiran Adelia yang baru saja datang membawa makan siang untuk pria itu dan juga dirinya.


Alex tercekat. Alih-alih terlihat biasa-biasa saja, wajah pria itu malah tampak pucat pasi, seolah-olah seperti sedang dipergoki kekasihnya berselingkuh.

__ADS_1


Sementara Adelia terus mematung di tempat.


__ADS_2