Wanita Lain Milik Suamiku

Wanita Lain Milik Suamiku
Bab 60: Steve dan Adelia.


__ADS_3

Steve lagi-lagi tidak bisa memejamkan matanya, karena terlalu fokus memikirkan Adelia yang kecewa dengan tindakan dirinya.


Adelia bukan membela Wisnu mau pun keluarganya, dia hanya tidak ingin terlibat lagi dengan mereka semua.


Belum lagi soal fakta anak yang dikandung Intan, sebab bagi Adelia, lebih baik dia menghadapi perceraian dengan Wisnu, karena pria itu telah menghamili wanita lain dari pada fakta yang sebenarnya seperti ini.


Semua yang dilakukan Steve hanya mampu menambah luka hati Adelia.


"Siiaall!" umpat Steve sembari bangkit dari tempat tidurnya dan pergi meninggalkan apartemen.


"Mau ke mana kau?" tanya Alex yang sedang mengambil minum di dapur mereka.


"Adelia!" jawab Steve cepat.


Sambil minum, Alex membelalakkan matanya. "Hah?"


Bersamaan dengan itu suara pintu apartemen tertutup. Secepat kilat Steve mengendarai mobilnya menuju rumah Adelia.


Tak butuh waktu lama, pria itu telah sampai di depan rumah Adelia. Melihat lampu di dalam rumah masih menyala, Steve memutuskan untuk menekan bel.


"Steve!" seru Adelia ketika mendapati sosok adik dari bosnya berdiri di sana. Pria itu terlihat kusut dengan setelan tidurnya.


"Ada waktu?" tanya Steve sembari mengangkat sebuah kantong plastik berisi beberapa kaleng minuman bersoda.

__ADS_1


Menit demi menit berlalu, tetapi tak ada satu pun dari keduanya yang memulai percakapan duluan. Adelia hanya sibuk menyesap sekaleng minuman soda sambil menatap langit malam di halaman rumahnya, sementara Steve mulai menyalakan rokok yang dia beli di minimarket tadi.


"Sejak kapan kamu merokok?" Adelia refleks mengeluarkan suaranya.


"Sudah lama." Jawab Steve singkat.


"Tidak pernah lihat!" seru Adelia.


"Aku tidak mau Alex kembali memaki-maki dan memblokir kartu kredit-ku!" sahut Steve sembari menyesap rokoknya dan mengeluarkan asap rokok tersebut.


"Kamu pantas mendapatkannya, Bocah nakal!"


Mendengar gerutuan Adelia, Steve membelalakkan matanya dan balik menatap wanita itu dengan pandangan kesal. Namun, bukannya membalas tatapan Steve tajam, Adelia justru mendengkus lalu tersenyum.


"Aku tahu, karena kalau tidak, kamu pasti tidak akan mengambil cuti berhari-hari seperti ini, kan?"


Adelia mengerutkan kening. "Tahu dari mana aku mengambil cuti karena kamu? Bisa saja karena hal lainnya. Kalau pun karena kejadian tersebut, pasti aku akan merasa sakit hati dengan semua tipuan yang dilakukan Intan."


Steve membuang rokoknya ke dalam kaleng minuman yang sudah kosong tersebut. "Memangnya kamu merasa sakit hati?" tanya pria itu kemudian.


"Bukankah sudah kubilang, lebih baik perceraian ini terjadi karena Wisnu telah menghamili kekasih gelapnya. Mengetahui fakta yang sebenarnya malah membuatku terlihat bodoh, Steve!" kata Adelia.


"Bodoh? Jadi kamu menyesal telah bercerai dengan Wisnu?" tanya Steve lagi.

__ADS_1


"Sama sekali tidak!" jawab Adelia tegas. "Aku hanya merasa semua air mataku sia-sia."


"Alasan yang sangat-sangat tidak logis di pikiranku."


"Memang!" Tawa kecil keluar dari mulut Adelia seketika, yang langsung membuat Steve sontak membelalakkan matanya terkejut.


"Kamu gillaa?"


Mendengar pertanyaan tersebut, Adelia refleks menghentikan tawanya dan berbalik menatap Steve dengan pandangan sinis.


"Ups, sorry!" kata Steve sembari meringis.


Adelia mengangkat bahu. Baru saja dia hendak mengatakan sesuatu, Steve sudah kembali bersuara.


"Maafkan aku atas kejadian waktu lalu. Aku tahu, kamu sangat marah karena tidak ingin ada pembalasan dendam, entah karena kamu terlalu baik atau apa. Namun, tidak begitu denganku." Suasana mendadak hening sejenak.


"Aku benci melihat wanita itu bahagia, aku benci melihatnya berbuat jahat, dan yang paling aku benci adalah mengetahui bahwa anakku lahir dari rahimnya," ucap Steve dengan suara lirih.


Adelia terdiam sesaat. "Awalnya aku memang marah, Steve, tapi setelah aku pikir-pikir, mungkin ini salah satu cara terbaik untuk menyadarkan Wisnu. Tenang saja, aku tidak lagi memikirkan hal tersebut."


Steve menghela napas pelan. "Lalu, apa yang akan kamu lakukan setelah ini?"


Adelia tersenyum simpul. "Aku lah yang seharusnya bertanya demikian."

__ADS_1


Steve hanya mampu membalas tatapan Adelia tanpa mengeluarkan sepatah kata lagi.


__ADS_2