
Mall adalah salah satu tempat favorit yang dikunjungi anak muda terlebih pasangan kekasih, Roseanne yang selalu cuek bisa merasakan atmosfer berbeda saat beberapa pasangan terlihat di sekelilingnya.
"Kenapa orang-orang zaman sekarang tidak malu untuk menunjukkan kemesraan di depan umum."
"Jika seseorang terlalu bahagia mereka akan cenderung merasa bahwa dunia ini milik mereka sendiri."
"Itu sangat aneh."
Nio bisa mengerti kenapa Roseanne mengatakan hal itu, itu karena dia belum pernah datang kemari.
Mengejutkan? Tapi itulah kebenarannya.
Di era modern seseorang tidak perlu pergi ke mall untuk berbelanja mereka bisa memesan lewat online di mana kemudahan bisa ditemukan hanya dengan sekali klik.
Roseanne sedikit kaku jadi dari sini Nio memilih untuk memimpin.
"Jadi apa yang ingin kamu beli?"
"Aku hanya butuh pakaian."
"Kupikir tokonya ada di atas mari ikut aku."
Roseanne memerah saat Nio memegang tangannya secara tiba-tiba, dia ingin berteriak apa yang kau lakukan? Tapi memilih untuk mengabaikannya karena mungkin itu akan menarik perhatian banyak orang di sekelilingnya.
Sesampainya di salah satu toko Roseanne mulai memilah-milah pakaian yang ingin ia beli, dia mengambil secara acak karena hal seperti membeli pakaian hanyalah sesuatu yang dibuat-buat untuk menutupi rasa malunya. Sebagai seorang pria Nio tidak akan membiarkannya dia memilih beberapa pakaian yang menurutnya menarik dan menyatukannya dengan pakaian yang dipilih Roseanne.
"Bukannya ini terlalu banyak?"
"Di toko kau bisa mencoba semuanya, jika itu cocok kau bisa membelinya dan jika tidak kau tidak harus membelinya."
"Begitukah?"
__ADS_1
Nio duduk di kursi selagi menunggu tirai yang digunakan Roseanne terbuka, dadanya berdebar-debar karena perasaan bersemangat bagaimana gadis cantik akan memilih pakaian yang dia pilihkan untuknya salah satunya adalah penampilan sexy jadi itu yang dia tunggu.
Tirai terbuka dan menampilkan Roseanne dengan balutan gaun terusan putih berenda, karena ia memiliki rambut perak itu sangat sesuai dengannya, kulitnya yang putih terekpos diantara bahu dan dada.
Dia mirip sebuah boneka yang hidup.
"Ba-bagaimana?"
"Itu sangat cocok denganmu."
"Tapi aku tidak suka pakaian yang memamerkan bentuk dadaku."
Nio pikir itu bukan karena pakaiannya.
"Aku akan mencoba yang lainnya."
Selagi menyembunyikan rasa senangnya Roseanne melepaskan gaunnya dan beralih memakai hal yang lainnya, ini pertama kalinya ia mendapatkan pujian dari cowok maka dalam hatinya ia juga sedikit bersemangat.
"Apapun yang kau kenakan terlihat cantik."
Serangan yang lain penuh dengan damage menyerang hati Roseanne.
"Terima kasih."
"Tapi kau belum mengenakan pakaian renang."
"Aku tidak mau melakukannya dan juga kenapa kau sangat biasa saat semua pelanggan menatapmu curiga."
"Aku baru menyadarinya saat kau mengatakannya."
"Ya ampun."
__ADS_1
Itu toko khusus wanita tidak ada pria selain Nio di sana.
"Apa aku harus memilihkan bra untukmu juga, F cup bukan?"
"Aku akan menghajarmu."
"Berarti G cup."
"Bukan itu masalahnya."
Roseanne hanya membeli beberapa pakaian sebelum beralih ke sebuah kafe untuk membeli beberapa makanan. Nio memesan untuknya dan Roseanne hanya menatap gugup ke arah meja sebelum memutuskan.
"Aku belum pernah pergi ke tempat seperti ini."
"Kau belum pernah?"
"Hum.. aku hanya bolak-balik antara rumah dan sekolah."
Itu terlalu gelap bagi Nio, fakta bahwa Roseanne bisa keluar terasa pantas untuk disyukuri.
"Lain kali aku akan mengajakmu ke tempat yang berbeda, banyak hal yang menarik selain di sini."
"Meski aku menerimanya kau tidak akan bisa membuatku jatuh cinta."
"Aku tidak terlalu memaksa, tapi hari ini sangat menyenangkan."
Tiba-tiba saja ia memerah.
"Dari sini mari nonton beberapa film di bioskop, mungkin ada sesuatu yang kau ingin tonton di sana."
Roseanne hanya mengangguk mengiyakan setelah selesai ia menangis karena sebuah pemutaran film sedih untuk anak-anak.
__ADS_1
"Imutnya," ucap Nio dalam hati.