Yang Terkuat Di SMA

Yang Terkuat Di SMA
Chapter 40 : Pengungkapan Dan Penerimaan


__ADS_3

Setelah pembicaraan santai dengan Amane, ia memutuskan berkeliling untuk merasakan kemeriahan dari festival, perkataan yang dikatakan Risa sebelumnya membuatnya sedikit memikirkannya.


Risa bilang tak masalah untuk menyatakan perasaan secara langsung namun bagi Nio hal itu jelas mustahil, rasa suka hanya akan muncul setelah melewati beberapa tahapan saling mengenal yang disebut sebagai proses, hal seperti cinta pandangan pertama adalah sesuatu yang tidak bisa dipercaya.


Ia memang menyukai Roseanne meski begitu dia tidak berniat harus menyeretnya menyukainya juga, dia hanya seorang pengecut yang akan senang dengan sebuah cinta sebelah saja.


Jika ada cinta timbal balik di usianya sekarang, itu adalah sesuatu yang bisa disebut sebagai keajaiban, jika harus didefinisikan secara kecil, itu disebut masa muda.


Ia membeli beberapa tusuk sate dan menemukan Roseanne sedang berjalan di depannya.


"Kau masih sibuk?"


"Apa maksudmu dengan masih sibuk? Tentu saja aku harus bekerja sampai semuanya selesai."


"Ya ampun harusnya kau mengambil beberapa waktu luang untuk menikmati festivalnya."


"Bagiku ini sudah cukup, membuat semua orang mendapatkan kenangan indah mereka di SMA adalah sesuatu yang kuinginkan."


Nio mengacak-acak rambutnya selagi mendesah pelan.


"Kalian ini membuatku bingung saja, apa kalian benar-benar siswa berandalan sesungguhnya... tapi aku tidak membencinya, Roseanne coba pendekkan rokmu 3cm lagi."


"Ogah."


Nio berhenti sejenak, ia ingin membuat apa perkataan Risa itu benar jadi ia memutuskan satu hal.


"Nah Roseanne, apa kita bisa mulai pacaran sekarang?"

__ADS_1


Roseanne memiliki ekpresi memerah, dia mencoba menenangkan dirinya dengan terus mengambil nafas panjang, di sisi lain Nio hanya menunggu lagipula dia tahu apa yang akan dikatakannya.


Skema buruk telah masuk ke dalam kepalanya seperti.


Apa kau ini bercanda? Selagi berteriak.


Aku tidak suka pria mesum yang menilai gadis dari dadanya, atau lebih buruk sebuah tamparan akan melayang padanya.


Nio sedang berharap seperti seorang masokis yang menunggu hukumannya namun dia terkejut bahwa reaksi Roseanne sangat berbeda.


Dengan malu-malu Roseanne memilin-milin ujung rambutnya.


"Itu... Nio kah, jika kamu sudah bertekad seperti itu apa boleh buat, aku juga menyukaimu."


Eh?


Risa yang menjadi teman sekamarnya menendang tubuhnya dengan kakinya.


"Sampai kapan kau bersembunyi di dalam selimut."


"Apa ini caramu memperlakukan orang yang sakit oi."


"Demammu sudah turun... cepatlah pergi ke sekolah, karena seorang gadis menerima pernyataanmu kau jadi seperti ini, ya ampun... padahal di awal pengenalan kau bilang akan mengincar gadis berdada besar."


"Saat itu aku hanya bercanda."


Risa mendesah pelan lalu berkata.

__ADS_1


"Kalau begitu Risa pergi sekarang, pastikan saat Risa kembali semuanya sudah beres."


"Kapan kau akan pergi dari sini?"


"Onii-chan mau mengusir adiknya sendiri itu sangat kejam."


"Yah kita tidak ada hubungan darah."


"Tapi coba lihat ini."


Risa menunjukkan kartu keluarga dimana nama Nio berada di dalamnya.


"Oi."


"Aku pergi Onii-chan."


"Sebenarnya apa yang telah dilakukan olehnya, kalau begitu aku memiliki dua kartu keluarga dong."


Nio bisa merasakan hal buruk dimana dia menjadi bagian dari Mafia yang memegang senapan besar dan terlibat beberapa kejahatan internasional.


Tak lama kemudian sebuah bel berbunyi.


Nio berfikir bahwa itu mungkin Risa yang melupakan barang bawaannya, sesaat dia merasa aneh bahwa dia harus menekan bel.


Saat pintu terbuka yang berdiri di sana adalah seorang gadis berambut perak yang telah menerima pernyataannya beberapa hari lalu.


Roseanne Twila.

__ADS_1


Dia benar-benar merasa menjadi protagonis komedi romantis saat ini.


__ADS_2