Yang Terkuat Di SMA

Yang Terkuat Di SMA
Chapter 59 : Undangan Dari Kepala Sekolah


__ADS_3

Hari ini Nio telah dipanggil ke ruangan kepala sekolah di mana dia dipersilahkan duduk kemudian diberikan teh sebagai pemanis dalam pembicaraan.


Ester menyeruput tehnya dengan tenang sebelum meletakan kembali cangkirnya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


"Kau tidak minum?"


"Aku ingin tahu apa di dalamnya ada racun atau sebagainya."


"Candaan yang lucu, aku tidak akan melakukan hal seperti itu malah aku tidak menyangka dengan waktu singkat ini kau telah mengakhiri tiga SMA tanpa membuat siapapun terluka parah."


"Aku juga terkejut..."


Nio menyeruput tehnya lalu melanjutkan.


"... Khususnya soal apa yang terjadi pada kota Rahayu ini?"


"Lebih tepatnya memang seperti inilah kota Rahayu itu, lagipula dari awal kota ini memang dibangun oleh seorang Mafia."


"Seorang kah, aku pikir lebih dari satu."


"Mereka hanya keturunannya dan alasan kenapa mereka saling berebut wilayah juga tak bisa dihindari."


"Dan kau salah satunya?"


"Kau begitu tajam... aku termasuk generasi ketiga, begitu juga kepala sekolah yang lain...sejak dulu kami selalu bertarung untuk mengambil wilayah lebih banyak hingga kakek buyutku melakukan jalan lebih halus untuk menyelesaikannya dengan mendirikan sekolah dan membiarkan pertarungan itu diselesaikan anak muda seolah menjadi kenakalan remaja."

__ADS_1


Nio sudah tahu itu, bahkan jika pemuda turun ke jalan untuk berdemo mereka tetap dilindungi undang-undang dan keesokan harinya akan dibebaskan dengan alasan di bawah umur atau sebagainya.


Dalam kasus pembunuhan mereka juga mendapatkan hukuman paling ringan, Nio tahu seberapa banyak celah tetang sebuah hukum tapi dia memilih untuk tidak membahasnya dan masuk ke topik yang lebih penting.


"Sebenarnya apa yang ada di dalam tugu itu? Aku tidak terima jika di dalamnya hanya ada tulisan seperti "Selamat" atau sebagainya layaknya sebuah permainan game."


"Entahlah, siapa tahu?"


Mungkin bisa berubah barang mewah atau sesuatu yang lebih berharga dari itu.


Pertarungan ini diakibatkan karena suatu yang disebut perebutan warisan namun dalam kasus ini, warisan tersebut adalah sebuah wilayah.


Nio kembali menyeruput teh dan memikirkan tempat-tempat bagus di kota ini sehingga para Mafia memperebutkannya, kecuali yang dimiliki wilayah SMA Timur dia sesungguhnya belum melihat wilayah lainnya, itu membuatnya sedikit tersadar.


Seolah membaca pemikiran Nio, Ester tersenyum tipis.


"Besok aku luang loh, tidak masalah jika mengajakku berkencan. Apa kau keberatan?"


"Aku bisa saja kencan dengan wanita yang lebih dewasa dariku hanya saja Roseanne mungkin akan marah."


Nio menolak tanpa membuat siapapun terluka namun Ester menghubungi Roseanne dan Roseanne menghubungi Nio.


"Roseanne?"


"Aku pikir terima saja undangan kepala sekolah, ini kesempatan agar kau mengenalnya."

__ADS_1


"Kau tidak marah?"


"Aku tidak menganggapnya sebagai saingan namun sebagai gantinya di lain hari kita pergi ke tempat berbeda."


"Aku mengerti."


Nio tidak menyangka bahwa Roseanne sedikit dewasa.


"Mengejutkan bukan."


"Ah iya."


"Lagipula kami memiliki hubungan kekerabatan karena itu Roseanne tidak memiliki hal yang harus dikhawatirkan dariku."


Di dalam hati Nio berteriak.


Mustahil, aku berkencan dengan wanita dewasa.


Ester pasti akan mengenakan rok mini serta pakaian dewasa, membayangkannya membuat Nio tak bisa tidur. Namun kenyataannya itu tidaklah sama seperti yang dia pikirkannya.


Ester tampak mengenakan kaos polos dengan celana jeans panjang serta membawa tas ransel.


Kini dia mengetahui kenapa Roseanne tidak menganggapnya sebagai saingannya.


Apa kita mau ke comiket? Itu yang dipikirkan Nio sekarang.

__ADS_1


__ADS_2