Yang Terkuat Di SMA

Yang Terkuat Di SMA
Chapter 31 : Ahli Pedang


__ADS_3

Di saat yang sama pertarungan di luar tidak kalah meriah, di antara semuanya yang cukup kesulitan adalah Meldy yang harus berlari ke sana kemari.


"Kenapa kau melepaskan pakaianmu."


"Atlit Sumo memang seperti ini."


"Dasar mesum."


Amane yang melihatnya hanya mendesah pelan, saat sebuah pedang kayu terarah padanya dia dengan sigap menahannya.


"Gerakanmu cukup ahli meski pandanganmu terarah ke tempat lain, namun apa kau bisa melakukan ini."


Tak.


Sebuah pedang mengenai perut Amane hingga dia terlempar ke belakang dengan keras.


Beberapa kali Amane mengalami hal sama hingga tubuhnya sulit untuk digerakkan.


"Aku yakin barusan aku menahannya, kau pemilik kekuatan esper."


"Tepat sekali, kekuatanku adalah kecepatan... aku bisa menggerakkan tubuhku lebih cepat dari siapapun."


Amane bangkit lalu memosisikan dirinya dalam posisi siaga saat serangan kembali meluncur padanya. Dia menangkis arah pedang yang dilesatkan secara diagonal tanpa kesulitan, sebelum pedangnya membalas untuk mengenai lawannya dia sudah menghilang dan muncul kembali di belakang Amane selagi mengenai punggungnya.


Amane di tendang hingga dia terlempar jauh sejajar dengan tanah, Amane mengambil krikil lalu ia lemparkan pada musuhnya.


Perlahan kerikil itu melambat sampai akhirnya mengenai tubuh lawannya.

__ADS_1


"Jadi begitu, bukan kau yang cepat tapi kekuatanmu memperlambat sesuatu objek dari jarak satu meter."


"Haha ini pertama kalinya ada seseorang yang cepat menyadarinya. Hanya mengetahuinya bukan berarti kau bisa mengantisipasi semua seranganku."


"Mari kita lihat saja."


Dia hanya harus melawan musuhnya dari jarak tertentu tanpa terjerat dalam kemampuannya, dia mengayunkan pedang kayunya, lawannya yang hendak ingin mendekat tiba-tiba saja terlempar hanya dengan anginnya saja. Itu membuatnya menabrak bangunan hingga hancur.


"Apa barusan kekuatan esper juga."


"Tidak ada hal seperti itu, aku menyerangmu dengan kekuatan manusia... berbeda dengan esper tubuh manusia bisa dilatih, dengan kata lain ini hanya ilmu bela diri."


"Itu mustahil."


"Kukira kau ahli pedang ternyata kau hanya orang yang lemah."


Lemah yang dimaksud adalah hanya bergantung pada kekuatan tanpa mau melatih ototnya.


Siswa itu berlari sekuat tenaga saat Amane memusatkan diri pada pedangnya yang diangkat ke atas sambil menutup matanya.


Ini adalah teknik Kendo yang telah dipelajarinya bertahun-tahun lamanya.


"Sudah berakhir, orang yang hanya bergantung pada kekuatan esper tidak layak untuk melawanku."


"Apa?"


Saat pedang kayu dijatuhkan itu menciptakan tebasan angin yang menghancurkan permukaan tanah membuat debu beterbangan ke udara bersama tubuh pemuda itu yang terkirim jauh menabrak bangunan kembali sebelum akhirnya roboh ke tanah.

__ADS_1


Dia segera pingsan setelahnya dan Amane berbaring juga.


"Tugasku di sini telah selesai," katanya demikian.


Sementara itu Meldy masih terus dikejar sampai ke belakang sekolah, dia memasang kuda-kuda yang jelas terlihat rapuh sementara atlit sumo menggerakkan tangannya seolah mendorong udara.


Meldy berguling dan tembok di belakangnya tiba-tiba meledak hanya dengan udara tersebut.


"Sepertinya aku harus sedikit menahan diri, jika kau diam aku hanya akan mendorongmu dengan tanganku saja."


Meldy menyipitkan mata.


"Dasar mesum."


"Kau hanya gadis lemah lebih baik menurut dengan orang yang lebih kuat."


Tiba-tiba saja angin berhembus sangat kencang, bisa dilihat sekitar empat tornado telah terbentuk di belakang Meldy.


"Itu."


"Aku benci pria sepertimu, aku sengaja membawamu kemari agar seranganku tidak mengenai orang lain juga... sekarang terimalah ini."


"Tunggu, tunggu, aku cuma bercanda tolong jangan lakukan itu... gaaaaah."


Tubuh pesumo itu dibawa ke udara dengan tornado sebelum akhirnya jatuh menimpa tanah dengan keras hingga matanya berkunang-kunang.


"Aku menang."

__ADS_1


__ADS_2