Yang Terkuat Di SMA

Yang Terkuat Di SMA
Chapter 28 : Kekuatan Sesungguhnya


__ADS_3

Selepas pekerjaan yang sangat panjang Meldy dan Nio menghabiskan waktu berdua dengan minuman kaleng di tangan mereka.


"Minuman dingin setelah bekerja keras adalah yang terbaik."


Nio hanya menanggapi perkataan Meldy dengan senyuman hangat, dia bertingkah seperti wanita karir yang telah menyelesaikan lemburnya.


Nio meminum minumannya lalu melemparkan kalengnya ke dalam tong sampah di depannya, Meldy yang melihatnya menjadi tertantang dan melakukan hal sama sayangnya lemparannya melesat jauh.


"Ugh... aku akan mencobanya lagi."


Melihat tingkah lucu itu, Nio hanya tertawa kecil sehingga dia mengembungkan pipinya lalu mencoba lagi, dari jarak setengah meter barulah Meldy bisa memasukannya dengan sempurna.


"Apa kau melihatnya Nio, inilah kemampuanku sesungguhnya."


Nio bertepuk tangan pada Meldy yang membusungkan dadanya bangga, ia ingin hal seperti ini berjalan dengan lancar namun apa dia bisa mewujudkannya atau tidak tergantung dirinya.


"Kenapa kau diam Nio?"


"Nah Meldy, kenapa kau menjadi mata-mata SMA Barat?"


Diserang oleh perkataan itu, wajah Meldy memucat. Alasan kenapa hari ini Edo tidak datang ke sekolah karena Meldy lah yang menyerangnya hingga dia harus dirawat di rumah sakit.


Hal itu telah Nio pastikan lewat panggilan.


Kemungkinan besar Edo telah menyadarinya dan berusaha menghentikan Meldy.


"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti."

__ADS_1


"Aku sudah tahu semuanya... alasan kau juga ingin masuk ke dalam OSIS adalah untuk mencari informasi di sekolah ini bukan."


Mendengar itu Meldy hanya menghela nafas panjang lalu berkata selagi memiringkan kepalanya, tatapan yang polos sebelumnya telah hilang digantikan dengan tatapan dingin.


"Aku tidak perlu memberitahukannya."


"Tidak masalah jika kau tidak ingin hanya saja tolong hentikan semuanya."


"Itu mustahil."


Nio mengambil ponsel lalu menghubungi seseorang.


"Apa kau bisa membebaskan pengaruhmu pada Meldy, dia bukan mata-matamu lagi."


Mengetahui siapa yang dipanggil Meldy kehilangan pijakan.


Perkataan Nio menjadi lebih serius.


"Nah Risa, mari buat kesepakatan baru.. apa yang kuminta sebelumnya aku ingin menggantinya."


"Yang memanggilmu Onii-chan bukan, lalu apa itu?"


"Jika aku bisa mengalahkanmu aku ingin pengaruhmu dihilangkan dari Meldy dengan kata lain hutangnya dihapus."


"Itu tidak masalah, kalau sudah aku akan menutup pembicaraan ini."


"Dan juga.."

__ADS_1


Pergerakan Risa terhenti.


"Sebelum festival dimulai aku akan mengalahkanmu dengan segala yang kumiliki."


Risa jelas membeku untuk beberapa saat, keinginannya sudah ditebak baik oleh Nio hanya dalam waktu singkat, kecuali nada terputus tidak ada pembicaraan lain setelahnya.


Meldy yang marah karena urusannya telah dicampuri menerjang ke depan, dia meraih kerah baju Nio lalu mendorongnya ke tembok.


"Kenapa kau melakukan ini semua? Aku tidak ingat pernah memintamu untuk melakukannya, bahkan dengan tangan ini aku melukai teman berhargaku, aku sudah siap menerima balasan dari semua ini."


"Hentikan Meldy, aku tahu apa yang kau rasakan... kau selama ini memaksakan diri bukan."


"Aku tidak memaksakan diri, ini adalah keinginanku."


"Kau sudah bekerja keras, jadi sekarang serahkan padaku.. jika kau tidak sanggup lagi hanya duduk diam dan serahkan semuanya, aku akan melakukan sesuatu untukmu."


"Berisik, memangnya kau siapa seenaknya melakukan ini semua."


"Karena aku temanmu, melihat senyumanmu, sikap malu-malu dan juga kebaikan dirimu, apa aku harus bilang semua itu kebohongan."


Air mata mengalir dari wajah Meldy hingga dia terkulai lemas dan terduduk lemas di lantai.


"Aku akan melindungi semua itu."


Nio melirik ke arah Damian yang telah berdiri di sudut dinding lain, Damian telah mengetahui kebenaran itu dan Nio memotong apa yang akan dia lakukan pada Meldy saat ini juga dan mengambil tanggung jawab di pundaknya.


Damian hanya berjalan pergi selagi bergumam.

__ADS_1


"Kau mampu menganalisa semuanya, betapa mengerikannya, kemampuanmu sama seperti dengan kekuatan membaca masa depan, pantas saja kepala sekolah merekrutmu."


__ADS_2