
Untuk pasangan berikutnya itu berjalan lancar semestinya hingga semua orang berterima kasih pada para hantu sebelum akhirnya memutuskan beristirahat.
Pagi harinya mereka menghabiskan waktu untuk berfoto, berkunjung ke mini market, membuat pesta barbekyu bersama semua orang sebelum kembali menaiki bus untuk pulang.
Bagi semua orang ini memang perjalanan yang menyenangkan hingga tanpa terasa liburan sekolah mereka selesai.
Di depan cermin yang menampilkan dirinya Roseanne yang telah mengenakan seragam sekolahnya mulai merapihkan rambutnya lalu memasang ornamen pita di kiri kanannya.
Ini penampilannya yang baru yang lebih terlihat imut dan mudah didekati, hampir seluruh nuansa putri dingin telah lenyap seutuhnya darinya.
Walau sedikit gugup karena ia harus memberikan pidato di upacara penerimaan siswa baru namun ia memutuskan untuk tetap tenang.
"Semuanya pasti baik-baik saja," ia menyakinkan dirinya kembali sebelum berjalan ke arah pintu apartemennya dan melihat bahwa Nio dan juga Karin telah berdiri di sana.
"Selamat pagi Roseanne," kata Nio kemudian disusul Karin yang menyilangkan tangannya di depan dengan wajah memerah.
"Selamat pagi, bukan berarti aku mau menunggumu hanya saja kakak memintaku untuk ikut."
"Pagi untuk kalian berdua, bukannya Karin terlihat sangat imut dengan seragam SMA."
"Meski kau mengatakannya aku tidak akan senang."
Roseanne dan Nio bisa tahu hanya dengan melihat ekpresinya saja. Dia benar-benar senang sekarang.
Upacara penyambutan siswa baru telah dibuka dengan pidato kepala sekolah yang membosankan, Ester Walter terkesan berwibawa seolah membuat para siswanya sedikit tegang.
__ADS_1
Dia menegaskan soal banyak peraturan sekolah dan bagaimana sekolah ini berjalan, bahkan jika mereka berkelahi pihak sekolah tidak akan ikut campur asal tidak ada orang yang mati, perundungan dilarang jadi semua orang masih bisa menarik nafas lega.
Setelah kepala sekolah kini digantikan sambutan ketua OSIS, sosok Roseanne yang terlihat berbeda menyulap seluruh padangan semua orang dengan rasa kagum. Dia cantik, imut serta menggemaskan adalah hal yang dipikirkan banyak orang.
"Namaku Roseanne Twila, aku ketua OSIS di SMA Timur ini."
Dengan hanya satu pembukaan itu, membuat teriakan yang sangat meriah baginya. Nio yang memperhatikan bersama semua siswa tersenyum kecil.
"Lihat kan, meski kau terlihat imut semua orang malah lebih menyukainya."
Ada beberapa orang yang kecewa tapi itu hanyalah jumlah terkecil dari semuanya.
Di dalam ruangan kelas 2-B seorang guru wanita masuk dengan penuh gaya, bahkan ketika dia berdiri ia masih disibukan dengan cermin dan bedak di tangannya.
"Anu, Bu guru."
Semua siswa jatuh dalam perasaan aneh, mereka menggumamkan hal sama dalam benaknya.
Apa kelas ini akan baik-baik saja kedepannya adalah masih dipertanyakan.
"Sekarang masih pengenalan jadi sekarang mari kita putuskan ketua kelas dan wakilnya untuk tahun ini, apa ada yang berminat?"
Semua orang menundukkan kepalanya.
Sudah jelas itu pekerjaan yang merepotkan, untuk Meldy dan Nio yang disibukkan dengan pekerjaan OSIS mereka dengan senang lepas dari kualifikasi.
__ADS_1
Edo tersenyum puas selagi mengangkat tangannya.
"Kalau begitu aku saja."
"Namamu?"
"Edo."
Semua orang jatuh kembali dalam kekecewaan.
Seharusnya dia mengabsen kita dulu, itu apa yang dipikirkan seluruh siswa.
"Untuk wakilnya?"
Tanpa terduga seorang siswi di bangku depan berdiri tanpa ragu.
"Namaku Alisa, aku yang akan mengambilnya."
"Ugh... semangat yang bagus, apa kamu menyukai Edo?"
Kepercayaan dirinya langsung dihancurkan dengan cepat.
"Guru ini sangat blak-blakan," ucap para siswa dalam hati.
"Bu-bukan, aku hanya saja ingin sedikit lebih berkontribusi untuk kelas."
__ADS_1
"Penyangkalannya lemah banget," ucap para siswa kembali.
"Apapun itu, sudah diputuskan jadi kedepannya aku mengandalkan kalian berdua."