
Orang ini jelas sengaja melakukannya agar keempat mafia dari kota Rahayu menyerangnya secara bersamaan, pikir Nio dalam hati sementara Margaretha tersenyum simpul melanjutkan.
"Ketika kota Rahayu aku dapatkan pasti akan ada peperangan yang baru, bukannya itu akan jauh menarik, aku bisa melihat akhir dari kota ini yang jatuh ke dalam keterpurukan."
"Dia benar-benar punya sifat buruk, Risa yakin hal itu."
"Sebenarnya jika di depan orang lain dia wanita yang baik," ucap Nio lemas.
"Kurasa sudah cukup mengobrolnya Aoi, tolong yah."
"Dengan senang hati, tujuh lawan satu silahkan maju."
Margaretha menjaga jarak sementara Norman sudah mengibarkan api di tangannya.
"Jangan khawatir aku tidak akan mengambil kekuatan kalian, itu akan tidak menarik jika aku lakukan."
"Kau merendahkan kami, sialan."
Norman yang tak bisa membendung amarahnya mengambil langkah pertama, dia mengirimkan tinju api yang menerjang ke arah Aoi.
Tanpa bergerak api itu lenyap dalam sekejap mata, Aoi memberikan tusukan melewati tongkatnya kemudian menendang kaki Norman sebelum menghempaskannya melalui kekuatan telekenesis hingga Norman melesat jauh ke samping.
Di saat yang sama Roseanne memberikan pukulan samping sementara Risa memberikan tendangan dari samping yang lainnya, dan untuk Anisa dan Amane menyerang dari depan dan belakang.
__ADS_1
Itu adalah serangan empat arah yang memojokkan musuhnya tanpa ampun.
Aoi menangkap kaki Risa membantingnya ke arah Roseanne hingga keduanya terlempar jauh, untuk serangan Amane, Aoi menangkap dengan tangannya mengayunkan tongkatnya untuk memantulkan pistol Anisa hingga terlempar ke udara. Dengan baik Aoi mendorong Amane ke belakang menangkap pistol yang terbang melalui tangannya kemudian menembak Anisa selanjutnya Amane yang kehilangan momentum.
Keempat orang sebelumnya terlempar dengan mudah, kini Damian dan Nio mengambil celah seolah-olah menari-nari di udara Aoi melewati beberapa pukulan mereka, dia menghancurkan air minum taman lalu mengeluarkan airnya untuk menghantam keduanya menjauh dan ketika mereka berusaha bangkit sebuah lubang tanah menelannya.
Norman yang telah bangkit memberikan tendangan api, disusul Roseanne yang mengirim bongkahan es, dengan suatu kekuatan yang misterius keduanya terhempas ke belakang.
"Apa-apaan itu semua?"
Aoi mengangkat dua orang dengan kekuatan telekenesis lalu melemparkannya sejauh yang bisa dia lakukan, bersamaan itu sebuah yoyo melilit kakinya lewat tangan Nio.
Risa yang sudah siap dengan kekuatan petirnya menyelubungi dirinya lalu menggunakan tangannya seperti sebuah pistol lalu menembakan petir bagai sebuah peluru.
"Apa kalian sudah selesai?"
Aoi menggunakan angin dan menghempaskan mereka sejauh mungkin.
"Dia tak terkalahkan."
"Aku juga setuju."
"Bahkan kekuatan petir Risa tidak bisa mengenainya, bagaimana Onii-chan?"
__ADS_1
"Perlu tiga detik untuk Aoi menciptakan pelindung aneh yang mampu menghempaskan kita dan telekenesisnya hanya bisa mengendalikan dua orang, dan lebih buruk dia bisa membaca pikiran kita."
"Ini jelas buruk, apa sebaiknya aku membekukan area ini."
"Bukan ide baik Roseanne, ia memiliki kekuatan esper terbang dan juga kekuatan esper lainnya yang belum diketahui."
"Aku akan menembaknya."
Anisa melakukan hal yang dikatakannya dan lagi-lagi itu tidak bisa menembusnya dan beberapa bahkan bisa dihindari dengan mudah.
"Kekuatan mata untuk melihat objek."
Aoi mengangkat tongkat di tangannya dan berkata.
"Pertukaran."
Dan itu berubah menjadi kertas gambar.
"Kekuatan apa itu?" tanya Norman.
"Aku bisa menukarkan barang dengan harga setara dan juga origami."
Kertas itu mulai berterbangan kemudian melipat dirinya menjadi bentuk burung selanjutnya bergerak layaknya hidup.
__ADS_1
"Dibanding siapapun akulah yang terkuat di SMA."