
Malam hari sebelum keberangkatan Nio telah mendapatkan pesan dari Roseanne, dia berjalan ke taman belakang dan menemukan dia sedang duduk di kursi panjang.
"Maaf membuatmu datang malam-malam ke sini?"
"Tak masalah, apa kau tidak bisa tidur karena terlalu bersemangat untuk pergi."
Roseanne tidak membalas melainkan hanya diam selagi menundukkan kepalanya malu, tebakan Nio memang benar.
Dia memutuskan untuk tidak menggodanya lagi dan duduk di sebelahnya selagi menatap langit di atas kepalanya.
"Pemandangan yang indah."
Roseanne mulai bangkit kembali.
"Begitulah, aku masih bingung kenapa kau menyukai orang sepertiku?"
"Bukannya aku sudah mengatakannya."
"Tolong jangan bercanda, aku tahu alasanmu bukan itu."
Nio mendesah pelan dan menjelaskan selagi menggaruk kepalanya.
"Bagaimana mengatakannya aku merasa kamu sangat imut, kamu selalu bersikap keren dan dingin namun sejujurnya itu terlihat memaksakan diri."
"Kamu pasti melihatnya."
"Beberapa kali, Roseanne selalu membuat dinding untuk mencegah seseorang mendekatinya bagiku itu sebuah hal yang menarik."
"Kenapa kau mengatakan hal itu?" teriaknya.
__ADS_1
Nio memiringkan kepalanya sebagai tanggapan hingga Roseanne memilih menyerah selagi menyandarkan punggungnya.
"Banyak orang yang selalu menaruh ekspektasi tinggi padaku, beberapa orang bilang aku keren dan mengagumiku, karena itulah aku tidak bisa mengkhianati ekspektasi mereka atau mereka akan kecewa... bagi sebagian orang keimutan hanya kelemahan saja, gadis lembut tidak diperlukan sebagai pemimpin sekolah kita."
Nio menepuk kepala Roseanne.
"Kau sudah bekerja keras."
"Nio?"
"Tapi kurasa tak masalah hanya menjadi dirimu sendiri, menurutku keimutan bukan sebuah kelemahan, gadis lembut atau kasar keduanya tidak masalah bukan. Jika kau terlalu memikirkan bagaimana orang melihatmu kamu tidak akan bisa bersenang-senang, jika semua orang membencimu karena menjadi dirimu sendiri maka aku akan berada di sana untuk melindungimu."
"Benarkah?"
"Tentu."
"Apa kau ingin sesekali pergi kafe kucing."
"Aku suka boneka."
"Semua cewek pasti menyukainya."
"Aku suka mengenakan pita di kepalaku."
"Kalau begitu mari beli untukmu."
"Apa kau menyukai aku sebagai gadis lembut atau kasar."
"Apapun itu aku menyukai Roseanne apa adanya."
__ADS_1
Roseanne menyeka air mata yang jatuh di sudut matanya, yang salah bukan dirinya tapi keadaan yang memaksanya seperti ini, ia adalah cerminan dari sekolah SMA Timur, jika pemimpinya terlihat lemah itu akan membuat siswa lainnya berkecil hati untuk memenangkan pertarungan ini. Namun, kini ada Nio dia tidak perlu memaksakan dirinya lagi
Pencapaian mengalahkan SMA Barat semua itu juga karena instruksinya.
Nio adalah pahlawan dan juga seorang yang bisa mengeluarkan seorang gadis yang disebut sebagai putri dingin dari ekspetasi banyak orang.
Dan dia juga, memang jatuh cinta pada gadis di sebelahnya.
"Mulai sekarang aku ingin melakukan apa yang ingin kulakukan."
"Tentu saja."
Nio mengiyakan apapun yang ingin dikatakan Roseanne. Ia bahkan harus menunggunya sedikit lebih tenang.
"Apa kita harus berciuman sekarang?"
"Tidak mau, aku ingin melakukan itu setelah menikah."
"Begitu."
Walau Nio terlihat tenang hatinya berteriak sekarang.
Itu mengingatnya banyak hal saat dia menemui gadis cinta pertamanya setelah mengeluarkan banyak siswa dari sekolah elit namun jawaban yang dia inginkan tidaklah seperti yang dia inginkan.
"Aku akan pergi dari sekolah ini, selamat tinggal Nio."
Saat itu dia hanya melihat kepergiannya saja, setelah dia bertemu dengannya sejak lama semuanya tetaplah sama, dia hanya bisa melihatnya pergi begitu saja.
Cinta pertama hanya akan menjadi cinta pertama, saat dia pergi kau hanya harus sudah siap melepaskannya.
__ADS_1