Yang Terkuat Di SMA

Yang Terkuat Di SMA
Chapter 50 : Acara Uji Nyali


__ADS_3

Selepas bersenang-senang, sudah waktunya untuk mempersiapkan makanan. Mereka membagi beberapa tugas pada setiap orang, untuk Roseanne dan Nio mengumpulkan kayu bakar di hutan terdekat.


Banyak kayu yang cocok digunakan jadi mereka tidak perlu memanjat atau melakukan hal yang berbahaya.


Nio memandang wajah Roseanne yang sangat fokus untuk mengutip kayu di bawah kakinya.


"Apa?"


"Bukan apa-apa, itu akan terlalu berat jadi jangan membawa terlalu berlebihan."


"Fufu apa kau meremehkan kekuatanku aku sangatlah kuat, kau bisa memeriksa otot lenganku."


Tidak ada otot di sana sekilas Nio bisa mengetahuinya.


Kayu bakar didapat, bahan-bahan masakan telah disiapkan, dan sup telah dibuat kemudian dibagikan ke setiap orang.


Risa berbisik ke arah Amane.


"Ada apa dengan orang di sebelahku ini?"


"Dia kesal karena tidak mendapatkan ikan."


"Hoh, mau Risa bantu."


"Bukan ide bagus untuk mengalirkan listrik di sungai, kau bisa membunuh makhluk yang lainnya."


"Anggap saja itu kecelakaan jika hal itu terjadi."


Nio jelas tidak akan melepaskan pandangan darinya atau seseorang akan menjadi korban oleh gadis ini.


Meldy dan Edo berkata.


"Kami sebenarnya sudah menyiapkan acara luar biasa untuk malam nanti, aku ingin kalian semua berpatisipasi."


"Itu benar bro, lebih tepatnya acara uji nyali."

__ADS_1


"Kita sudah SMA apa mungkin ada orang yang takut," atas pernyataan Nio semua orang memucat.


"Kau juga Damian."


"Berisik."


Orang-orang yang kuat ternyata takut hal seperti itu. Saat malam tiba Meldy mulai mengundi nomor pasangan. Roseanne dan Nio adalah pasangan sesungguhnya jadi tidak ada yang mau melibatkan keduanya pada undian paling tidak anggota OSIS berfikir demikian.


Walau ditentang oleh kedua adiknya itu sama sekali tidak berpengaruh dan hasilnya seperti ini.


Roseanne pergi bersama Nio.


Damian pergi bersama Meldy.


Amane pergi bersama Edo.


Risa pergi bersama Karin.


"Ini mengejutkan Risa selalu bersama Karin apa ini takdir, apa kita harus menikah."


"Aku jelas menentangnya."


"Kau ini malah terbawa suasana," ucap Nio pada Edo yang menatap penuh semangat.


Drama Yuri selalu muncul secara tak terduga.


"Kalau begitu, untuk pasangan pertama silahkan maju."


Nio dan Roseanne mengikuti rute yang telah dipersiapkan, mereka hanya harus pergi ke tujuan utama mengambil bendera kecil dan kembali ke tenda mereka.


Nio hanya memandang seperti biasa sementara Roseanne tampak gelisah.


"Apa kau takut?"


"Tentu saja takut."

__ADS_1


"Mau berpegangan tangan."


"A-aku."


Roseanne memikirkannya sesaat dan saat dia mendengar suara burung hantu ia pun memutuskan setuju, dilihat dari tingkah laku Edo dan Meldy sudah jelas mereka sudah menyiapkan sesuatu untuk keduanya.


"Apa itu, aku mendengar suara?"


"Itu hanya perasaanmu."


"Tidak, tidak, itu pasti suara hantu."


Nio tidak membenci Roseanne yang terus mencoba menempel padanya, setengah perjalanan mereka melihat pocong.


Roseanne berteriak namun Nio hanya memandang dengan tatapan ikan mati, bersamaan itu hantu-hantu lainnya bermunculan.


"Kyaa"


"Kyaa."


Dan banyak "Kyaa" selanjutnya.


"Menyeramkan sekali."


Melihat tingkah laku Nio semua hantu memiringkan kepalanya dan Nio membalas dengan jempol.


Dia tahu bahwa mereka juga orang-orang yang berkemah di dekat mereka, jika mengamsumsikannya mereka pasti sedang membuat acara uji nyali juga. Edo atau Meldy pasti meminta mereka untuk diperbolehkan ikut berpartisipasi juga.


Para hantu akhirnya kembali ke tempat mereka dengan kecewa.


"Makamnya juga dibuat sesempurna mungkin rupanya."


"Apa maksudmu?"


"Lihat, memangnya wajar ada makam dibangun di sini padahal desa dan kota jauh dari tempat ini."

__ADS_1


Roseanne mendapatkan kesadarannya kembali.


__ADS_2