Yang Terkuat Di SMA

Yang Terkuat Di SMA
Chapter 23 : Lebih Awal Untuk Datang


__ADS_3

Dalam lima pertandingan Nio telah dikalahkan tanpa ampun dan sisanya ia mulai terbiasa untuk melawan.


"Bagus Nio, kau jadi semakin baik."


"Tapi ini belum cukup, aku harus menang."


Amane tertawa kecil kendati demikian dia memang tak terkalahkan. Dia berbaring selagi menggoda Nio dengan kaki putihnya serta tanpa pertahanan.


"Aku lelah sekali, ini pertama kalinya aku bisa mendapatkan kesenangan berbeda."


Nio bisa melihat keringat membasahi area kulitnya yang terekpos dan segera memalingkan wajahnya.


"Nah Amane-san aku belum tahu keadaan kota ini dan kenapa sekolah malah bertarung satu sama lain, apa bisa Amane-san menceritakan semuanya?"


"Apa kepala sekolah tidak mengatakan apapun padamu?"


Nio mengangguk sebagai jawaban.


"Kalau diceritakan mungkin akan sulit dipercaya, hari libur nanti mari pergi bersama akan kujelaskan semuanya."


Ini jelas ajakan kencan yang tidak mungkin Nio tolak, ia mengiyakan sebelum akhirnya kembali ke kediamannya yang kecil dan sederhana.

__ADS_1


Ia membuka laptop untuk memulai pekerjaannya lagi dan melihat ada sebuah tautan yang menyelinap di antara pekerjaannya.


Di sana tertulis tentang seorang Idol yang memutuskan vakum dari pekerjaannya untuk fokus dalam sekolahnya, Nio meng-klik dan sebuah pemutaran video bisa dia lihat sebagai tindakannya.


Di sana menunjukan seorang gadis cantik dengan rambut pirang twintail yang sedang dikerumuni beberapa wartawan.


"Apa benar bahwa Risa akan segera vakum dari industri yang membesarkannya?"


"Benar, banyak hal yang Risa ingin urus di sekolah.. walau Risa seorang Idol Risa juga menjabat sebagai Ketua OSIS, kalau tidak ada pertanyaan lagi Risa mau pergi, sampai jumpa."


Video itu ditutup saat gadis itu menaiki mobilnya.


"Pasti akan terjadi hal merepotkan."


Dia berfikir untuk mencari alasan kenapa Risa yang dulu tidak peduli dengan sekolahnya akhirnya vakum secara tiba-tiba, serangan dari SMA-nya juga telah terhenti, jawabannya segera ia dapatkan.


"Jadi begitu, dia mengincar festival sekolah untuk menaklukkan sekolah kami. Benar-benar gadis yang suka bersenang-senang ya."


Ada sekitar satu bulan sampai festival itu dilaksanakan dan sampai saat itu peperangan telah menunggu. Nio kembali ke pekerjaannya seolah tak terjadi apapun yang harus ia ketahui hanyalah alasan kenapa keempat sekolah berselisih, hanya itu saja.


Nio berdiri di depan penghentian bus lebih awal dari yang seharusnya, jam di tangannya menunjukan pukul 08:50 dan sekitar 10 menit lagi orang yang dia tunggu akan muncul namun baru satu menit berlalu ia sudah datang lebih dulu.

__ADS_1


"Nio, kau sudah ada di sini?" suara itu berasal dari Amane yang baru tiba dengan wajah terkejut, ia mengenakan kaos putih berlengan panjang dengan celana jeans panjang dan tas kecil yang dia silangkan di tubuhnya.


Nio menjawab dengan ringan.


"Baru saja."


Meskipun sebenarnya dia sudah berada di sana 30 menit yang lalu, ia mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Amane-san sendiri?"


"Bukannya sudah hal wajar jika seorang datang lebih awal dari waktu yang ditentukan."


Tidak banyak orang yang berfikiran seperti Amane jadi Nio sedikit kagum meskipun seharusnya dia mengagumi dirinya sendiri karena datang jauh lebih awal.


"Karena sudah di sini, mari berangkat."


"Um."


Keduanya naik ke dalam bus yang akan mengantarkannya ke perhentian selanjutnya yaitu alun-alun kota Rahayu, perlu sekitar 15 menit untuk sampai jadi mereka hanya menikmati perjalanan singkat itu dengan melihat pemandangan keluar jendela.


Amane melihat pantulan dirinya sendiri di jendela dan menyadari betapa merahnya dirinya saat ini. Ini adalah kencannya yang pertama kali.

__ADS_1


__ADS_2