Yang Terkuat Di SMA

Yang Terkuat Di SMA
Chapter 67 : Festival Olahraga


__ADS_3

Festival olahraga dibuka dengan gerakan akrobatik dari para pemandu sorak, di tengah keramaian Nio dan Roseanne turut ambil bagian dalam perlombaan ini di mana mereka saling berlomba dalam lari estafet.


Tentu semua tahu siapa yang akan menang, Nio terlalu senang memperhatikan Roseanne jadi dia kalah.


"Pertandingan yang melelahkan."


"Jangan bertingkah seolah kau menang, sejak tadi kalah mulu.. tak ada keren-kerennya."


"Ahaha maaf tapi ini festival olahraga pertamaku jadi terasa sangat menyenangkan."


"Baguslah kalau begitu, ada beberapa lagi pertandingan mau ikut."


"Tidak, tidak, aku sudah menyerah... aku ini anak rumahan tidak cocok untuk hal seperti ini."


Roseanne mendesah pelan.


"Orang yang berkelahi dengan baik mengatakan dirinya anak rumah, aku mana mungkin mempercayainya."


"Itu terdengar bahwa aku suka bohong."


"Memang begitu."


Roseanne mengembungkan pipinya dan Nio tidak bisa mengelak bahwa dirimu cukup bersemangat dengan keimutannya, kalau saja dia bawa ponsel sekarang tidak masalah untuk mengambil beberapa gambar darinya.


Meldy dan Edo muncul setelah lari beberapa putaran.


"Heh, kalian cuma bersantai bro, lalu di mana Anisa?"


"Aku di sini."


"Uwah kau di sana."


Entah Meldy atau Edo keduanya jelas terkejut dengan kemunculan Anisa yang secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Kemampuannya cukup membuatku takut bro."


"Dia mungkin akan menembakmu jika kau bicara yang aneh-aneh."


Meldy tertawa kecil sebelum melanjutkan.


"Semoga beruntung, aku dan Edo harus ke pertandingan berikutnya."


"Aah."


"Mereka sangat bersemangat, dan juga Anisa bukannya harusnya kau pergi ke sana juga."


"Untukku tidak masalah, melihat orang sedang asyik pacaran juga, oke."


"Aku yang tidak oke, kau tahu ada beberapa momen di mana kami berdua tidak ingin dilihat orang lain."


"Seperti berciuman."


"Nggak."


"Jika begitu aku akan menutup mataku."


"Kamu tidak mendengarku."


Festival ditutup dengan pengumuman pemenangnya dan saat itu rutinitas membosankan dari sekolah berjalan dengan lancar.


Paling tidak itu yang diinginkan semua orang, Ester melemparkan berkas di tangannya ke meja dengan perasaan gelisah.


"Bagaimana bisa orang itu," ketika Nio masuk ke dalam ruangan, dia mencoba sebisa mungkin untuk menenangkan dirinya.


"Kau sudah datang."


"Apa terjadi sesuatu?"

__ADS_1


"Apa kau tahu dengan orang bernama Hirakawa Aoi?"


"Dia ketua OSIS SMA Utara bukan."


"Dia baru saja mengambil alih kursi kepala sekolah."


Itu jelas hal sangat mengejutkan, sebelumnya dikatakan bahwa Aoi mengambil kursi ketua OSIS dan sekarang dia juga mengambil kursi kepala sekolah hanya menunggu waktu jika dia benar-benar menginginkan seluruh kota Rahayu ke telapak tangannya.


"Data dari kekuatannya tidak jelas, ia mampu menggunakan telepati, pengendalian pikiran, api serta banyak lagi, itu benar-benar tidak normal."


Nio memikirkannya sejenak dalam diam lalu berkata.


"Mungkinkah sebenarnya kekuatannya mengambil kekuatan orang lain lalu menggunakannya seperti miliknya sendiri."


"Bagaimana kau bisa berfikiran hal demikian?"


"Dari yang kudengar kekuatan telepati sama persis dengan ketua OSIS sebelumnya."


"Hoh, kau masih menyelidikinya untuk memintanya bergabung dengan SMA kita."


"Meski gagal paling tidak aku ingin tahu siapa Hirakawa Aoi darinya."


"Jika itu benar maka musuh selanjutnya yang akan kalian hadapi cukup sulit."


"Begitulah, kalau begitu aku permisi."


Nio meninggalkan ruangan untuk kembali ke kelasnya, di sana dia dilempari banyak pertanyaan dari kedua temannya yang mana ia jawab dengan mengangkat kedua bahunya.


"Itu tidak penting."


"Aku mulai berfikir hubungan kalian tidak hanya sebatas kepala sekolah dan murid."


"Kenapa kau bilang begitu?"

__ADS_1


Meldy menunjukkan sebuah photo yang beredar di grup sekolah, itu menampilkan Nio yang berjalan bersama kepala sekolah.


"Internet benar-benar menakutkan."


__ADS_2