Yang Terkuat Di SMA

Yang Terkuat Di SMA
Chapter 37 : Musuh Baru


__ADS_3

Di tanah kosong di pinggir sungai tepatnya di bawah jembatan, beberapa puluh orang sedang berkumpul, mereka terbagi menjadi dua kelompok.


Pertama adalah siswa dengan blazer biru dimana pemimpinnya adalah seorang gadis mungil dengan topi bundar serta tongkat di tangannya, ia memiliki rambut biru sebahu dengan mata berwarna serupa.


Sementara kubu yang lain mengenakan blazer merah memiliki pemimpin seorang pemuda dengan rambut merah yang dinaikan ke atas, seluruh seragamnya tidak terkancing sebagai mestinya.


"Untuk seorang cabang keluarga Yakuza, kau memang kuat meski tubuhmu mungil Hirakawa Aoi."


"Aku sudah keluar dari bisnis keluarga semua usahaku tidak ada sangkut pautnya dengan ini, meski begitu kau juga kuat meskipun sebatas preman jalanan, Norman."


"Hah?"


"Aku tahu bahwa kau juga terlibat banyak politik, premanisme cukup menarik bagiku."


"Haha provokasi yang bagus Aoi tapi itu tidak akan membuatku untuk bergerak sekarang aku tahu kau memasang ranjau di antara kita."


Aoi menunjukan senyuman kecil sambil berkata tenang.


"Apa yang kau katakan?"


"Jangan bodoh, tanah ini terlihat tidak normal seolah baru digali."


"Kau menyadarinya, padahal aku sudah menyembunyikannya dengan baik."


Norman mengambil kerikil di bawah kakinya saat itu dilemparkan ledakan terjadi yang mana memaksa tanah berhamburan ke udara.

__ADS_1


"Di dunia ini siapa yang pandai mengayunkan tinjunya akan menjadi penguasa."


"Dengan kata lain kau adalah orang menyebarkan ketakutan bukan?" atas pernyataan Aoi, Norman mengangkat bahunya.


"Aah, beberapa politikus mempekerjakan kami untuk bergerak ke jalanan melakukan demo dimana saja, dibandingkan dirimu yang berasal dari luar negeri, dukungan kami lebih kuat."


"Sepertinya begitu, tapi aku memiliki banyak cara untuk menghilangkan dukunganmu."


Tepat saat keduanya saling menatap dengan mata kebencian. Ponsel keduanya berbunyi.


Mereka membaca isi pesan dan seketika terkejut secara bersamaan.


Norman merubah ekpresinya dengan tertawa.


"Haha ini menarik, SMA Barat telah dijatuhkan oleh SMA lemah yang tidak kita bayangkan, apa Mafia dari Jerman itu sebenarnya lemah."


"Aku tahu Risa, dia sangatlah kuat bahkan jika dia bertarung dengan kita berdua kita pasti kerepotan."


"Heh, kau yakin mengatakan itu di bawah kekuatanku."


Di tangan Norman sebuah api raksasa tercipta, itu sangatlah panas hingga membuat siapapun kewalahan namun tidak berpengaruh pada Hirakawa Aoi yang merupakan ketua OSIS, SMA Utara.


"SMA Selatan benar-benar suka sekali bertarung, tapi sekarang ketertarikanku berkurang."


Api tersebut menghilang dalam sekejap.

__ADS_1


"Hah?"


"Jika kau benar-benar merasa kuat bagaimana jika kau coba mengalahkan SMA Timur."


"Hoh, apa kau takut melawanku sekarang... kudengar kau juga berasal dari sekolah elit, Hirakawa Aoi, jangan membuatku kecewa."


"Karena aku berasal dari sana aku mengatakan ini.. aku harus memastikan lawanku pantas atau tidak untuk dihancurkan."


"Menarik, sungguh menyebalkan karena bisa terprovokasi olehmu tapi akan kulakukan, lagipula jika satu lagi jatuh maka akan mudah bagiku ke depannya."


Aoi hanya tersenyum dengan rambut berayun ke samping sementara Norman berbalik selagi mengepalkan tinjunya.


"Kita kembali ke sekolah, pertarungan ini tidak berarti."


"Baik."


"Kau penurut juga," gumam pelan Aoi.


Willy yang sejak tadi mengawasi keadaan di atas jembatan turun ke bawah, mendekat ke arah Aoi.


"Kau yakin hanya seperti ini saja?"


"Tak masalah aku tidak terburu-buru, meski aku berhasil menggulingkan ketua OSIS sebelumya bukan berarti akan mudah bagiku menyelesaikan semuanya dengan cepat."


"Aku mengerti, apa sebaiknya aku mencari tahu siapa dalang yang berada dalam semua ini? SMA Barat tidak akan jatuh semudah itu tanpa ada seseorang dibaliknya."

__ADS_1


"Aku juga penasaran tapi biarkan saja, lagipula aku ingin sesekali menikmati festival sekolah kita dengan damai, di sekolahku sebelumnya ada orang gila yang mengeluarkan seluruh siswa hingga festivalnya ditiadakan."


"Aku mengerti."


__ADS_2