Yang Terkuat Di SMA

Yang Terkuat Di SMA
Chapter 30 : SMA Timur VS SMA Barat


__ADS_3

Di dalam ruangan OSIS semua orang telah memulai rapat untuk menentukan langkah mereka selanjutnya.


Damian hanya duduk selagi melipat tangannya di depan sementara yang lain hanya mengarahkan pandangan ke arah Nio yang menjelaskan.


Pada dasarnya ini bukan rapat untuk menentukan kegiatan sekolah melainkan rapat untuk menyerang ke SMA Barat.


"Aku bisa mengerti hal itu, tapi hanya kita saja itu akan sangat sulit."


Dan Nio memegangi bahu Meldy yang duduk dengan malu.


"Kita punya kartu andalan di tangan kita yaitu Meldy, kekuatannya adalah angin."


Semua orang terkejut mereka hanya tahu bahwa Meldy mata-mata namun memiliki kekuatan esper benar-benar baru untuk mereka.


"Aku akan berjuang keras."


"Dengan ini sudah diputuskan setelah pulang sekolah kita akan menyerang."


Tak lama kemudian bunyi ponsel terdengar, Nio bisa melihat nama Risa yang berada di layar dan mengangkatnya tanpa ragu.


"Huh, apa kau sudah siap menyerang kami? Risa sangat gemetaran loh."


"Tentu saja, mari anggap saja ini permainan di mana beberapa pasukan menghancurkan benteng musuh."


"Risa suka itu, Risa juga akan menempatkan orang-orang kuat di sini.. silahkan datang dan Risa akan membuat kalian menyesal."


Pembicaraan terputus.


Ketika waktunya tiba Roseanne, Amane, Damian, Nio dan Meldy telah turun dari mobil, mereka berjalan masuk ke perkarangan sekolah SMA Barat bersamaan itu puluhan siswa mulai bermunculan untuk menyerang mereka dari depan.


Jika kau menyukai film Action ini sesuatu yang biasa kau temukan di sana, beberapa pria membawa tongkat bisbol di tangan mereka dan para wanita turut bergabung di dalamnya.

__ADS_1


"Aaaaah."


"Ya ampun sudah kuduga mereka sangat banyak, berbeda jauh dengan sekolah kita," perkataan itu berasal dari Roseanne.


"Bukannya itu malah bagus bahwa kita lebih banyak memiliki siswa yang tidak suka bertarung."


"Jadi tuan jenius apa selanjutnya?"


"Meldy lakukan."


"Baik."


Meldy mengulurkan kedua tangannya. Ketika semua orang berfikir apa yang sedang dia lakukan, sebuah tornado raksasa menerbangkan mereka hanya dalam waktu singkat semuanya telah tumbang dengan rasa sakit menjalar di tubuh mereka.


Amane dengan pedang kayu mengarahkan tatapan pada empat orang yang baru datang setelahnya.


"Jadi orang kuatnya telah muncul sekarang."


Pertama adalah Rendy yang merupakan tangan kanan Risa.


Satu laki-laki membawa pedang dan satu lagi pria gemuk seperti ahli dalam olahraga sumo, sementara untuk wanita dia mengunyah permen karet di mulutnya.


Roseanne berkata.


"Ini adalah pertarunganmu Nio, kau yang harus menghajar gadis Idol itu."


"Aku tahu."


"Serahkan pria berkacamata itu padaku, Amane lawan pria pedang itu, Meldy lawan pesumo dan Damain sisanya."


"Jadi gadis itu kah."

__ADS_1


"Aku merasa dia cukup kuat setelah pria berkacamata."


Gadis yang di maksud meniup permen karet membentuk sebuah balon yang terbang ke depan mereka lalu ledakan terjadi.


"Bergerak."


"Okay."


Mereka semua berpencar dalam waktu singkat, Nio yang mengandalkan semua orang menyelinap untuk masuk ke dalam sekolah tanpa disadari atau sejujurnya itu memang disengaja, dari awal Risa memang berniat melawannya satu lawan satu.


Seorang pria dengan yoyo melawan gadis dengan kekuatan petir adalah hal yang akan terjadi sekarang.


Tepat saat melewati lorong sebuah petir di tembakan pada Nio, saat dia menghindarinya deretan loker yang berada di sebelahnya hancur dengan mudah membuat percikan kembang api ke segala arah.


"Kau bisa menghindarinya, sungguh bagus Onii-chan."


"Apa kau berniat menjadi adikku sekarang, maaf saja tapi aku berubah pikiran seberapa imut dirimu aku tidak ingin melakukannya."


"Begitu haha yah, bukan berarti aku juga mau.. aku hanya sedikit menggodamu."


Risa yang berada di depan Nio mengeluarkan listrik dari tangannya, itu jelas sama dengan sebuah petir lalu menembakannya dengan cepat.


Nio menggunakan yoyonya untuk menangkisnya, jenis berbeda dari yang selalu dipakainya.


"Apa itu?"


"Ini dibuat dari karet jadi listrik sama sekali tidak mempan."


"Kau sudah mempersiapkannya tapi jangan salah paham, Risa tak hanya pandai bermain listrik, Risa juga seorang ahli beladiri yang kuat loh."


Risa mengeluarkan tongkat ke tangannya yang bisa memanjang lalu berlari menerjang ke depan.

__ADS_1


__ADS_2