Yang Terkuat Di SMA

Yang Terkuat Di SMA
Chapter 72 : Sosok Penjahatnya?


__ADS_3

Ester berada di ruangan kantornya sedang menikmati kopi yang baru diseduhnya, tak lama ia mendapatkan sebuah notifikasi email dan saat dia melihatnya kopi menyembur dari mulutnya.


"Apa-apaan ini?"


Itu adalah berita besar sejauh ini di mana sebuah pertunjukan akhir yang menentukan siapa pemegang keempat kunci yang akan membuka monumen tersebut dilaksanakan.


Nama Hirakawa Aoi menjadi nama paling disorot banyak orang.


Ester sudah mencari tahu tentangnya dan anehnya dia tidak bisa menemukan siapa perwakilan yang membawanya ke SMA Utara.


Pada dasarnya setiap sekolah dipegang oleh Keempat Mafia yang saling berselisih untuk menentukan kepemilikan seluruh wilayah namun Hirakawa Aoi tidak berada di salah satunya.


Ester sudah mencapai batas untuk mencari tahu siapa yang berada di belakangnya bahkan orang-orangnya sudah kehilangan jejak dalam pencarian tersebut, yang bisa dia lakukan hanya percaya seutuhnya pada Nio.


"Selamat pagi Nio?"


"Pagi Meldy, kau datang ke sekolah sendirian."


"Ah iya... kurasa Edo tengah dekat dengan cewek."


Tubuh Nio gemetaran, dia buru-buru menengok ke langit dan melihat bahwa tidak ada perubahan sama sekali.


"Jika Edo melihatnya dia akan terluka."


"Yo bro, lagi ngomongin kan."


Nio dan Meldy acuh tak acuh.


"Tidak, aku hanya ingin menatap langit.. hari ini langit terlihat indah."


"Dia baik-baik saja?"

__ADS_1


"Tak usah dipikirkan, bagaimana dengan kehidupan SMA-mu?"


"Pertanyaanmu membuatku takut, kau mengejekku atau benar-benar khawatir."


"Keduanya."


Meldy tersenyum jahil sementara Nio duduk untuk memperhatikan sikapnya.


Orang yang dekat dengan Edo mungkin Alisa, Nio merasakan hal itu. Yah itu bagus untuknya.


Sana pacaran cepat.


Dan keesokan paginya mereka sudah pacaran.


"Itu mengerikan."


"Kenapa pandangan kalian seperti itu padaku bro?"


"Aku tidak berfikir untuk memiliki hubungan di SMA, aku ingin fokus dulu dalam pembelajaran."


"Begitu."


"Jomblo, jomblo," Edo mengejek penuh kemenangan.


"Nah Nio, aku membencinya saat dia jomblo dan sekarang saat dia punya pacar aku lebih membencinya."


"Yah, aku juga berpikiran sama."


Nio dan Meldy hanya tertawa kecil, mereka menjalani kehidupan SMA pada umumnya hingga tanpa terasa waktu untuk menyelesaikan semuanya telah dimulai.


Nio, Roseanne, Amane, Damian, Anisa, Norman dan juga Risa berjalan bersama menuju alun-alun kota, dibelakang mereka ada Karin, Meldy, Edo dan juga Ester yang penasaran ikut menonton dari dekat.

__ADS_1


Hirakawa Aoi lima menit datang lebih awal, dia berdiri dengan senyuman biasanya. Tak hanya sendiri dia bersama seorang wanita yang sejak tadi memunggunginya.


Nio jelas yang lebih dulu bertanya.


"Siapa dia?"


"Orang yang membawaku kemari dan memintaku untuk mengalahkan seluruh sekolah," balas santai Aoi.


"Dengan kata lain ia adalah dalang dari semua tindakanmu."


"Bisa dibilang begitu, aku tadinya hanya ingin menjalani kehidupan damai di sini tapi ia menemuiku dan bilang butuh bantuanku sebagai gantinya ia mengurusi semua hal yang kuinginkan."


"Wanita menakutkan."


Tepat saat Nio berkata itu wanita yang dimaksud angkat bicara.


"Kejam sekali memanggilku seperti itu Nio."


Nio hany bisa "Awawa" sementara Karin jelas terkejut saat wanita itu berbalik untuk menunjukan wajahnya.


"Ibuku penjahatnya."


Yang berdiri di sana adalah Margaretha.


"Kejamnya bahkan Karin putriku juga."


"Tidak, tidak, ini membingungkan."


Nio melirik ke arah Ester yang juga menunjukkan wajah bermasalah.


"Pantas saja, dia bukan salah satu empat mafia yang memperebutkan warisan kota ini, dia benar-benar dari luar."

__ADS_1


"Yap, itu benar... kudengar ada empat mafia yang merebutkan wilayah ini, saat aku tahu kurasa akan menyenangkan jika aku ikut juga."


__ADS_2