
Damian memacu motornya cukup cepat saat sekumpulan mobil hitam mengejarnya dari belakang, mereka dengan lihai menyudutkannya ke tempat yang jauh lebih sepi hingga akhirnya dia berhenti saat sebuah mobil yang lain telah disilangkan untuk menahannya lebih jauh.
Ia melepaskan helm dari kepalanya dan turun dari motornya.
Ia hendak berputar sayangnya setiap mobil telah mencegahnya untuk melarikan diri.
Pintu dari mobil dibuka dan menampilkan seorang gadis cantik dengan tongkat dan topi bundar di kepalanya.
"Hirakawa Aoi."
"Salam kenal Damian, dari semua orang kekuatanmu yang cukup merepotkan karena itu aku harus mengambilnya."
"Sudah kuduga kau memang bisa melakukannya."
"Apa kau bersedia memberikannya?"
"Tentu saja tidak akan."
Damian menatap tajam ke arah Aoi sayangnya itulah kesalahannya, saat mata Aoi sedikit memancarkan sinar dia kehilangan kesadarannya.
"Aku sudah mengambilnya jadi tinggalkan saja."
"Baik nona."
"Selanjutnya adalah mendapatkan kekuatan yang lainnya juga."
Mereka meninggalkannya begitu saja.
Sementara itu Amane harus berhadapan dengan Sakuragi yang tiba-tiba menyerangnya di perkarangan sekolah saat hendak membantu Roseanne yang bertarung dengan Willy.
"Sial."
"Untuk sesama pengguna pedang, kamu lawan yang pantas."
"Aku hanya menggunakan pedang kayu loh."
Amane melesatkan gaya pedang miliknya begitu juga musuhnya dengan mudah menangkisnya, ketika dia kehilangan keseimbangannya Sakuragi menendang perutnya hingga dia terlempar ke belakang.
__ADS_1
"Apa-apaan kalian, menyerang seenaknya dengan hanya dua orang, jangan remehkan kami."
Trio sekawan memutuskan turut membantu, mereka bukan pengguna esper ataupun sekuat Amane mereka hanya seorang amatiran yang mudah dijatuhkan hanya dengan sebuah tendangan kecil.
"Gak."
"Dia sangat kuat."
Sakuragi jelas tidak ingin memberikan mereka rasa sakit lagi, ia beralih ke arah Amane yang sudah bangkit kembali.
Amane mengirimkan tebasan, berbeda dari sebelumnya gerakannya telah dipercepat 10 kali lipat hingga dia bergerak seperti sebuah angin.
Sakuragi menghindari tebasan setipis ujung rambutnya lalu berputar untuk menyilangkan pedangnya demi menahan serangan tersebut. Sebelum membalas Amane telah menghilang dan muncul di belakangnya.
"Apa?"
Sakuragi hendak menarik pedangnya namun terlambat, pedangnya hancur dengan sebuah tebasan vertikal dan saat dia mundur rasa sakit menjalar di tubuhnya sebelum dia terhempas sejajar dengan tanah.
"Apa yang barusan?"
"Aku meningkatkan masa kerja otot, pernapasan dan juga aliran darah sekaligus."
"Aku sudah berlatih semenjak aku disandera Norman."
"Sesingkat itu."
"Hal seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi," Amane membuang muka dan meminta trio sekawan mengikat Sakuragi sebelum mengalihkan pandangan ke arah pertarungan Roseanne menghadapi Willy.
Willy membuat bongkahan es yang ditembakan Roseanne sebelumnya terangkat kemudian melemparkan kembali serangan tersebut padanya.
Roseanne membuat dinding es untuk menahannya.
"Telekenesis memang merepotkan."
"Ini bukan apa-apa."
"Dibandingkan menggerakkan banyak orang kalian malah bergerak dengan jumlah sedikit."
__ADS_1
"Haha itu karena kami tidak ingin membuat pertarungan tak berarti, tugasku hanya mengalahkanmu dan membawamu ke Aoi."
"Memangnya aku akan biarkan hal itu terjadi."
Amane bergerak melewati Roseanne untuk memberikan tebasan pedangnya, sebelum itu mengenainya Willy terbang ke langit.
"Kau tidak akan bisa menangkapku di sini."
"Amane," panggil Roseanne yang berlari ke arahnya.
Mengerti apa yang dimaksud ketuanya, dia berbalik dengan memasang kuda-kuda dan membiarkan tangannya dijadikan pijakan Roseanne untuk melompat.
"Apa?"
Roseanne menangkap kaki Willy dan dalam sekejap menyebarkan hawa dingin untuk membungkusnya dengan es hingga keduanya jatuh ke bawah.
"Dingin sekali."
"Sudah kuduga, kau hanya bisa menggerakkan dirimu dan benda-benda yang diarahkan tanganmu saja."
"Dari mana kau tahu itu?"
"Sebelumnya aku pernah melihat kau menghentikan sebuah mobil saat hendak menabrak anak kecil."
"Kau melihatnya padahal aku sangat berhati-hati, jika aku tidak mengontrol kekuatanku dengan tangan, itu akan tidak terkendali."
Dia hanya orang baik.
Ponsel Willy yang terjatuh berbunyi dan Roseanne yang mengangkatnya.
"Bawahanmu sudah kami kalahkan."
"Sepertinya begitu, sayang sekali tapi mau mengakhiri semuanya sekaligus?"
"Lebih baik seperti itu."
"Kalau begitu temui aku di alun-alun kota tiga hari lagi dengan semua kuncinya... kalian bisa membawa seluruh ketua OSIS yang lain jika mau namun sebagai gantinya lepaskan keduanya, aku berjanji mereka tidak akan ikut pertempuran ini lagi."
__ADS_1
"Kalau begitu baiklah."
Amane mengangguk mengiyakan juga.