
"Siapa yang cemburu?"
"Risa juga menyukai Onii-chan, kau tahu kami berdua tinggal di satu atap loh."
"I-itu?"
Nio jelas akan merasakan hal buruk, jika dibiarkan ini akan mempengaruhi masa depannya.
"Tenanglah Roseanne, kami tidak punya hubungan seperti apa yang kau pikirkan, Risa selalu menerobos ke apartemenku dan memaksaku untuk membiarkannya tinggal hanya itu, tidak ada yang terjadi."
"Dasar hewan buas, aku pergi."
Nio hanya menjatuhkan wajahnya sementara Risa tersenyum senang.
"Risa hanya ingin menggodanya sedikit, dari reaksinya sepertinya dia benar-benar menyukaimu loh."
"Kau sangat bersenang-senang barusan."
"Bisa dibilang begitu, lebih baik Onii-chan mengejarnya... banyak kisah cinta yang terjadi saat festival seperti ini."
"Aku pikir aku tidak akan melakukannya."
"Tidak akan? Apa Onii-chan tipe yang membiarkan gadis menembakmu lebih dulu."
"Tentu saja tidak."
"Lalu apa yang kamu tunggu, Risa sangat kecewa loh."
Wajahmu tidak menunjuk hal itu, ucap Nio dalam hati.
"Hanya saja setelah Roseanne mengetahui masa laluku aku sedikit ragu."
"Jadi begitu Onii-chan sedang memerankan protagonis komedi romantis yang butuh waktu lama untuk menyatakan perasaannya kah... ingin membuat Harem kan."
__ADS_1
"Kau terlalu dekat, dekat."
Risa tersenyum di jarak mereka bisa saling merasakan nafas satu sama lain
"Aku mengerti, aku akan coba berbicara dengan Roseanne nanti."
"Itu bagus, jangan PHP-in seorang gadis."
Nio bisa merasakan benda dingin yang ditempatkan ke perutnya, tanpa dia melihatnya dengan jelas dia tahu bahwa itu senjata api.
Risa melompat mundur, berputar sedikit selagi tersenyum memiringkan wajahnya.
"Aku senang jika melihat seseorang mendapatkan kebahagiannya jadi tak masalah untuk Risa berbagi dengan orang lain."
"Maksudnya?"
"Pikirkan saja sendiri, Risa mau jalan-jalan lagi."
"Padahal di sekolahmu sedang ada festival juga bukan."
Itu bukan sesuatu yang pantas dikatakan seorang ketua OSIS, festival sekolah selalu diadakan saat kelas tiga telah menyelesaikan ujiannya dan setelah festival adalah ujian untuk yang lainnya untuk naik kelas.
Walau menyenangkan selanjutnya yang mereka dapatkan hanya sebuah ketegangan jadi sayang sekali jika seseorang melewatkan hal ini.
Nio dan Risa berpisah saat kedua temannya muncul, Edo dan Meldy.
"Kalian berdua sangat bersenang-senang."
Keduanya mengenakan kostum hantu dan berjalan-jalan untuk mencoba setiap kios makanan yang mereka lewati.
"Kami sangat bekerja keras untuk festival ini kau tahu?Jadi ini adalah sesuatu yang pantas kami dapatkan."
"Ugh."
__ADS_1
"Benar bro, atau sejujurnya kemana saja kau... kau bukan orang yang lalai dan melupakan tugas kelasmu kan."
"Aku anggota OSIS."
"Tidak ada yang melarang anggota OSIS untuk ikut dalam kemeriahan."
"Uwah."
Meldy dan Edo menyeret Nio untuk bekerja.
"Aku tidak ingin bekerja, aku tidak ingin bekerja."
"Katakan itu pada semua orang di kelas."
"Itu ide buruk."
Pada akhirnya Nio menghabiskan setengah harinya untuk menjadi hantu dan sisanya dia baru bisa merasakan festivalnya.
Walau melelahkan Nio bisa tersenyum lega setelahnya.
"Apa ada hal bagus terjadi padamu?"
"Yah begitulah, tak biasanya kau lebih dulu menyapaku Damian."
Damian tidak menjawab godaan Nio, dia hanya melemparkan minuman kaleng padanya lalu berjalan pergi.
"Kenapa orang itu?"
Amane yang sudah duduk di sebelah Nio berkata.
"Dia hanya ingin mengucapkan terima kasih."
"Sejak kapan Amane-san ada di sebelahku? Apa kau ini ninja."
__ADS_1
"Baru saja, dan aku seorang samurai bukan ninja."
Nio cukup terkejut dengan keberadaanya sementara Amane tetap tenang seperti biasanya.