
Seminggu setelah pertarungan, SMA Barat telah mengakui kekalahannya, mereka mulai memberikan kekuasaan seluruhnya kepada pihak SMA Timur, kendati demikian Roseanne memilih untuk tidak menggunakannya dan memilih untuk mengambil jalan terbaik yaitu membuat kedua sekolah bekerja sama sebagai Aliansi.. tentu hanya dalam kegiatan sekolah saja, untuk pertarungan melawan dua sekolah lagi mereka lebih ingin melakukannya sendiri.
Setelah mengirimkan hasil pekerjaannya Nio menarik nafas lega, masih tersisa dua novel lagi yang harus dia selesaikan dan itu cukup menguras waktu.
Di sebelahnya ada Risa yang berbaring seolah di kamarnya sendiri sambil memakan kue dari mulutnya dan masih mengenakan penutup matanya.
"Hey Onii-chan tolong beli televisi, di sini sangat sepi."
"Kau? Sampai kapan kau mau tinggal di sini, cepat pergi sana."
"Aku suka tinggal di sini jadi mulai sekarang tolong rawat aku dengan baik, atau aku sebarkan bahwa Onii-chan telah menyentuh dada seorang idol."
"Ugh... aku akan membeli televisi nanti."
"Fufu itu jawaban bagus Onii-chan."
"Bisakah kau tidak memanggilku seperti itu?"
"Bukannya kamu sendiri yang mau."
"Itu hanya sebagai hukuman jika kalah, entah kenapa kesan yang kau katakan lebih mengejekku."
"Tidak juga, aku memang suka mengatakannya atau sejujurnya aku sudah mulai terbiasa."
Masalah Nio jelas bukan sesuatu yang mudah diatasi, jika seseorang melihatnya polisi akan senang datang ke kediamannya lalu menyeretnya masuk ke dalam penjara.
Dia hanya berharap hal itu tidak pernah terjadi.
Nio mengeluarkan sebuah kalung dari lehernya yang ujungnya terlihat seperti sebuah kunci.
__ADS_1
Ini adalah kunci ketua OSIS SMA Barat, Roseanne membiarkan Nio menyimpannya sebagai bukti telah mengambil peran penting dalam pertempuran sebelumnya tapi bagi Nio dia sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya?
Kini dua sekolah yang tersisa akan mulai mengincarnya sebagai target, dia diam-diam mengucapkan selamat tinggal untuk hidup damainya sebelum bangkit setelah menutup laptop.
"Hari ini aku ingin makan di luar, kau mau ikut Risa."
"Sepertinya menyenangkan, aku ingin hamburger."
"Itu terlalu mahal, jika kau membelinya sendiri aku tidak masalah."
"Itu tidak adil, sebagai Onii-chan kau harus totalitas."
"Aku sudah memutuskan untuk tidak memiliki adik sepertimu."
Pintu tertutup dan hanya menyisakan keheningan setelahnya.
Di sisi lain dia adalah idol yang dikagumi banyak orang dan di sisi berbeda adalah seorang pemimpin Mafia ternama.
Jika seseorang mengetahuinya seperti Nio, itu memang mengejutkan.
"Apa itu pacar Risa?"
"Mungkin begitu."
"Dia mirip anak mama."
Perkataan itu hanya dibiarkan berlalu begitu saja, setelah memesan mereka berdua duduk saling bersebelahan dengan hamburger di tangan mereka.
Nio sebenarnya tidak ingin datang kemari sayangnya gadis di depannya terus memaksanya, kata ajaib yang dia katakan bahwa dia akan mentraktirnya maka tidak ada jalan untuk menolaknya.
__ADS_1
"Aku melupakan rasa ini, benar-benar enak."
"Kau terlihat bahagia Onii-chan... hora, biar aku bersihkan mulutmu."
"Aku bisa melakukannya sendiri."
"Tidak, tidak, ini tugas Imouto adegan ini sering ada di game-game yang kumainkan belakangan ini."
"Untuk memastikan game seperti apa itu?"
"Ini dia."
Sebuah CD ditaruh di meja membuat mata Nio terbelalak terkejut.
"Kau, ini galge 18+"
"Artinya untuk 18 tahun bukan."
"Oi, aku yakin umurmu di bawah itu."
"Kau terlanjur memainkannya."
Ketika mereka berdua saling menggoda satu sama lain seorang gadis SMP telah muncul selagi menatap keduanya jijik.
"Kakak, apa yang kau lakukan di sini?"
"Ugh... Karin?"
Nio tak bisa berkata apa-apa lagi, di depannya adalah adiknya yang sesungguhnya.
__ADS_1