Yang Terkuat Di SMA

Yang Terkuat Di SMA
Chapter 49 : Acara Berkemah


__ADS_3

Trio sekawan tengah mengikuti ujian susulan.


Udin duduk di bagian depan disusul di belakangnya Ucup dan selanjutnya Usep. Mereka mengestafetkan lembar soal secara bergiliran dan mulai membuka soal.


Guru yang menjadi pengawas hanya duduk di kursinya selagi berdandan dengan bedak dan cermin genggam di tangannya.


"Waktu kalian satu jam jadi gunakan waktu kalian dengan baik."


"Baik."


Ketiganya membuka soal dan bersama-sama menghela nafas panjang.


"Soal bahasa Indonesia belakangan ini jadi sulit ya," pernyataan Udin, mewakili perasaan kedua temannya yang lain.


Masa depan ketiganya tidak diketahui.


***


Meldy dan Edo tampak terkejut dengan kedatangan Nio yang banyak membawa teman, tak hanya itu Roseanne berpenampilan imut dengan gaun terusan indah yang digabungkan pita di atas kepalanya.


"Apa yang terjadi?"


"Meldy dan Edo kah, terima kasih telah mengajak kami.. ah, aku mengundang seluruh anggota OSIS dan juga dua anak hilang, apa tak masalah?"


"Tentu saja tidak."


Edo dan Meldy gemetaran selagi melirik ke arah Nio meminta penjelasan.


"Banyak hal berubah."


"Ini mustahil."


"Tunggu apa kau bilang Risa ini anak hilang."


"Aku adik sah kakak yang bersertifikat."

__ADS_1


"Aku juga bersertifikat."


"Kalian berdua ngomong apa?"


Damian mendecapkan lidahnya, sedangkan Amane hanya menatap hangat semua orang. Sepertinya dia jelas dipaksa untuk ikut.


"Bus kita sudah tiba, mari pergi," atas perkataan Meldy semua orang akhirnya bisa akur.


Roseanne dan Nio mengambil kursi depan, dia memperhatikan Roseanne yang dengan senang melirik pemandangan ke arah jendela. Setelah melewati kota mereka mulai memasuki area perdesaan yang dipenuhi pegunungan serta persawahan yang menakjubkan.


"Apa kau menyukainya?"


"Hm... ini pertama kalinya aku pergi ke tempat sepertinya ini."


Edo mencekik Nio dari belakang.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kalian berdua, tapi syukurlah jika kalian sangat akrab Bro."


"Jadi kemana tujuan kita?"


"Bukannya kau bilang alam liar barusan."


"Ma, ma, pokoknya kita akan bersenang-senang di sana... Roseanne apa kau mau lemon kaleng, aku bawa banyak loh."


"Ah terima kasih."


"Iya."


Mereka turun di pemberhentian bus terakhir, sedikit berjalan jauh mereka melihat mini market serta kantor penjaga hutan, meminta Izin dan akhirnya mendirikan kemah di pinggir sungai.


"Tak kusangka benar-benar ada minimarket di tempat seperti ini."


"Inilah alam liar."


"Minta maaflah pada para pencinta alam," teriak Nio pada Edo.

__ADS_1


"Ini memang tempat bagus, kalau begitu aku akan mancing di sana mari pergi Damian."


"Kurasa itu bagus."


Amane dan Damian memilih tempat mereka.


"Memancing itu membosankan lebih baik kita main air saja, ayo Bro."


"Ooh."


Dan mereka melompat ke dalam sungai yang jernih.


Risa dan Karin saling menatap satu sama lain dengan persaingan selagi memegang senjata plastik yang menembakkan air ke arah wajah mereka.


"Di sini aku dan Onii-chan yang akan membuat kenangan indah."


"Akulah yang akan membuatnya."


"Apa mereka selalu begitu?" tanya Edo prihatin.


"Aku minta maaf, kau pasti tidak mempercayainya tapi mereka berdua adikku secara hukum."


"Itu benar-benar mengejutkan."


Meldy mencipratkan air ke wajah keduanya.


"Bukan waktunya kalian bengong, Roseanne bantu aku."


"Baik."


"Oh aku juga tidak akan kalah Bro.... serangan naga air."


"Kau ini bocah kah."


Mereka jelas bersenang-senang.

__ADS_1


__ADS_2