Yang Terkuat Di SMA

Yang Terkuat Di SMA
Chapter 42 : Dua Orang Adik


__ADS_3

Di jam pelajaran olahraga.


"Bro over bolanya padaku."


"Kau dikepung lawan."


"Jangan khawatir mereka cuma ikan cere, ikan salmon dan ikan sapu-sapu, bola adalah temanku."


Nio mengopernya, dan orang yang menganggap bola adalah temannya diinjak-injak lawan.


"Uwah, pelanggaran... pelanggaran."


Nio hanya mendesah pelan dan memutuskan untuk tidak terlibat dengannya saat olahraga.


Para siswa dikumpulkan saat pak Seli memberikan pidatonya.


"Minggu depan adalah ujian kenaikan kelas dan kalian akan diuji dengan pelajaran renang jadi jangan sampai absen."


"Baik."


Semua orang memberikan jawaban kecuali Meldy.


"Apa dia baik-baik saja Edo?"


"Meldy tidak terlalu pandai berenang."


"Ah jadi alasan itu dia tidak pernah ikut."


Selepas kembali ke kelas Roseanne mengunjungi Nio dengan bekal di tangannya, semua orang mundur dengan keterkejutan termasuk Edo dan Meldy.


"Apa ini? Ketua OSIS mengajak Nio makan bersama... apa hari ini akan turun hujan."


"Ini sulit diterima akal sehatku."


"Yah, Roseanne pacarku apa ada yang salah."

__ADS_1


Jawaban yang polos membuat seluruh siswa menyerangnya dengan teriakan.


"Salah besar."


"Berhenti bertingkah bodoh."


"Kalau begitu Nio kita pergi ke tempat yang lebih sepi."


Semua orang memucat selagi bergumam.


"Tepat sepi?"


Nio hanya mengikuti dengan perasaan aneh, di atap sekolah adalah salah satu tempat yang jarang dikunjungi siswa.


"Buka mulutmu Nio."


"Apa harus disuapi."


Melihat Roseanne yang memerah akhirnya Nio memilih menyerah dan melakukan hal pria sejati lakukan.


Jadi penurut.


"Ini enak."


"Syukurlah, aku yang buat sendiri.. aku tidak yakin karena ini pertama kalinya bagiku."


Itu adalah serangan critical damage, HP Nio hampir mencapai nol. Dari awal Nio sudah menduga ada sisi seperti ini dari Roseanne tapi tidak menyangka bisa berubah menjadi sejauh ini.


Dia kini terlihat malu-malu.


Jika Roseanne memotong rambutnya sebahu, dia pasti bisa melihat Siesta di kehidupan nyata.


Jika Roseanne memintanya untuk melompat dari atap ini, dia pasti akan langsung melakukannya tanpa pikir panjang.


"Anuu... Nio kita sudah pacaran jadi bukannya waktunya untuk melakukan itu."

__ADS_1


Maksudnya ciuman.


Roseanne kau terlalu agresif, ketika Nio berharap, perkataan Roseanne menjatuhkannya dari tempat tinggi.


"Aku ingin berkencan."


"Oh oke."


Dia masih bisa mempertahankan dirinya dengan baik, saat ujian berlangsung tidak akan ada waktu untuk berkencan maka dari itu tidak ada alasan untuk menolaknya terlebih hal itu adalah sesuatu yang dilakukan oleh banyak pasangan.


"Aku pulang."


"Selamat datang kembali, bagaimana sekolahmu?"


"Jangan tiba-tiba bertingkah seperti Ibuku."


Nio kembali ke kediamannya dan mendapati Risa sedang berbaring selagi menonton televisi dengan kue di tangannya.


"Oi, bukannya ini tv berbayar, apa yang kau lakukan."


"Jangan khawatir Onii-chan, Risa yang akan membayarnya."


"Kalau begitu tidak masalah."


"Ngomong-ngomong Onii-chan punya tamu."


Nio mengalihkan pandangan ke arah kamar mandi, di sana jelas ada seseorang yang menggunakannya, saat pintu terbuka ada Karin yang hanya mengenakan handuk saja keluar dari sana.


"Kau sudah kembali."


"Tidak, kenapa kau ada di sini?"


"Kenapa? Aku adikmu sudah jelas aku bisa datang kemari sesukaku.. karena aku akan sekolah di SMA Timur maka ibu mengizinkanku tinggal di sini, ia bilang lebih baik kau menemuinya."


Itu membuat perasaan Nio campur aduk, walau Nio dan Karin adik kakak dia sebenarnya berbeda ibu, ibu Nio telah meninggal dan ayahnya menikah kembali tak lama kemudian dengan seorang wanita yang sudah memiliki anak bernama Karin.

__ADS_1


Tak hanya ingin bebas, itu juga salah satu alasan lain kenapa Nio meninggalkan rumah.


Dalam waktu singkat Nio menyadari ponselnya telah berbunyi.


__ADS_2