
Trio Sekawan.
Udin siswa SMA Timur, kelas 1-A, hobi mengumpulkan sampah di lingkungan sekolah.
Ucup siswa SMA Timur, kelas 1-A. Hobi merawat tanaman di lingkungan sekolah.
Usep siswa SMA Timur, kelas 1-A. Hobi membersihkan perkarangan sekolah.
Baru keluar dari rumah sakit karena sebelumnya digebukin SMA Barat.
"Tak kusangka kita sudah menang melawan SMA Barat."
"Ah, berarti perjuangan kita tidak sia-sia, selama ini."
"Aku sebenarnya ingin balik lagi ke rumah sakit, perawatnya sangat cantik."
Ketika mereka saling melemparkan obrolan dengan kegembiraan langkah mereka terhenti di depan pintu kelas dengan tulisan "Hari Ujian "
Ketiganya memucat.
"Mari balik ke rumah sakit lagi."
"Aah," x2
"Mereka mau pergi kemana?" ucap Meldy yang baru kembali dari toilet.
Mereka belajar di sana dan mencoba mengambil ujian susulan seminggu setelah ujian dilaksanakan.
***
Nio yang telah menyelesaikan ujian kenaikannya meregangkan ototnya, di ujian ini dia hanya mengincar nilai rata-rata karena itu tanpa harus gugup dia sudah tahu nilainya.
Di sisi lain Edo tampak memegangi kepalanya frustasi.
"Kenapa aku tidak membaca lagi soalnya," dia seperti seorang siswa teladan yang telah mengambil kesalahan di akhir.
Sementara itu Meldy sudah pingsan.
"Kalian berdua hasilnya belum diumumkan tidak perlu seserius itu?"
"Tapi tetap saja."
__ADS_1
"Lebih dari itu, cepat bantu aku membangunkan Meldy."
Setelah beberapa menit kemudian.
"Ugh, aku melihat ayah dan ibuku melambaikan tangan dari seberang sungai."
"Mereka masih hidup oi," teriak Nio.
Keseharian mereka memang berjalan seperti apa adanya.
Setelah ujian akan ada libur panjang jadi itulah yang Nio harapkan, terlebih dia lebih ingin menghabiskan waktu dengan Roseanne.
Edo dan Meldy yang melihatnya berkata di waktu bersamaan.
"Dasar Bucin."
Itu memiliki damage sangat besar.
Beberapa hari berikutnya Edo dan Meldy tampak menangis dengan kenaikan mereka.
"Ugh, baru kali ini aku melihat siswa sampai segitunya."
***
"Kau yakin?"
"Yakin untuk apa?"
"Ketua OSIS berpacaran dengan pria itu, bukannya kau juga menyukainya."
Amane melongo tak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Hentikan, jangan melihatku seperti itu."
"Yah tak kusangka Damian yang serigala penyendiri sangat peka denganku."
Damian mengabaikan pernyataan itu dan hanya melihat pemandangan di depannya.
"Aku menyukainya tapi hanya sebatas teman saja, dibanding dia aku lebih suka cewek lagi."
Damian shock hingga demam dua hari meskipun Amane hanya bercanda.
__ADS_1
***
Di kediaman apartemen Nio, sedang berlangsung pesta kecil-kecilan untuk merayakan kelulusan Karin, tak hanya mereka bertiga Roseanne juga turut bergabung.
"Kakak memberikanku kado, sungguh menjijikan tapi akan aku terima," adik tsundere.
"Ini dari Risa, Risa sayang sekali dengan Karin," adik penyayang.
"Mau pelukan."
Entah kenapa perayaan ini malah lebih seperti ulang tahun, ucap Roseanne dalam hati. Syukurlah dia membawa kado juga.
"To-tolong diterima," pacar yang bisa memahami situasi.
Sementara Risa dan Karin bermalas-malasan, Nio dan Roseanne sedang bersama mencuci piring.
"Maaf mengundang kamu ke acara ini Roseanne, pasti kau sangat kerepotan."
"Ah tidak, aku juga menyukainya."
"Begitu."
Keheningan sesaat di antara keduanya.
"Roseanne selamat untuk kenaikan kelasmu mulai nanti kau jadi kelas tiga bukan."
"Nio juga, kelas dua kah."
"Iya, sepertinya aku akan terus mencoba semakin dewasa agar terlihat lebih tua darimu."
"Mm."
Keduanya saling mengalihkan pandangan karena malu.
"Entah kenapa Risa berfikir sedang melihat komik percintaan."
"Aku juga berfikir demikian, mungkin jika kita lebih banyak membaca komik dan menonton anime ada cara untuk memisahkan mereka."
"Benar, mari bergadang malam ini."
Keduanya belum sadar telah terpengaruh oleh gaya Otaku kakak mereka.
__ADS_1