Yang Terkuat Di SMA

Yang Terkuat Di SMA
Chapter 53 : Gadis Dengan Senapan


__ADS_3

"Apa-apaan gadis ini? Sial... sial."


Tiga orang siswa SMA Timur telah disudutkan ke dalam gang buntu, sementara mereka telah kehilangan pijakannya gadis di belakang mereka mengangkat dua pistol di tangannya.


"Jangan khawatir, aku menggunakan peluru karet meski begitu ini cukup menyakitkan."


"Tidak ada jalan lagi, habisi dia."


"Tiga pecundang akan jadi kuat jika bergabung."


Satu siswa berlari dengan sebuah tangan yang dikepalkan, si gadis dengan mudah menghindarinya, dengan bunyi letupan ia menembak kaki pria tersebut kemudian menendang wajahnya dengan sepatu berhaknya hingga terlempar ke tempat sampah.


Dua orang lagi melakukan hal sama kendati demikian tidak ada seorang pun yang bisa mengenai gadis tersebut.


"Lemah sekali, kalian jelas tidak menggunakan ilmu bela diri atau sebagainya."


"Tutup mulutmu."


Lima peluru menghentikan satu pria, sebelum dia bisa berkutik dia ditendang hingga terlempar ke depan.


Siswa yang lain menangkapnya dari belakang hingga gadis tersebut menjatuhkan senjatanya kemudian membanting musuhnya jatuh ke lantai, tanpa ragu dia menekan wajahnya dengan kakinya setelah mengambil pistol miliknya.


"Sekarang beri tahu aku siapa yang paling kuat di SMA Timur?"


"Aku menolak menjawab."


"Kau yakin."

__ADS_1


Tanpa ampun gadis itu menendang pemuda di bawah kakinya hingga sebuah tendangan muncul dari belakangnya yang mana menghantam bahunya hingga menabrak dinding.


"Anisa wakil ketua OSIS SMA Selatan, tak kusangka kau datang ke wilayah kami."


"Sepertinya kau tahu banyak tentangku."


"Rambut hitam sebahu dengan jepit rambut tengkorak serta membawa pistol, tidak ada yang tidak mengetahuinya."


"Aku benar-benar tersanjung Damian, kudengar kekuatanmu bisa menetralkan serangan esper sayang sekali aku tidak memiliki kekuatan seperti itu."


Tak lama kemudian Amane muncul dari atas dengan pedang kayunya yang dia tebaskan ke arah Anisa, itu kekuatan yang besar yang mana membuat serpihan lantai terbang ke udara.


"Amane Yuki kah, kalau tidak salah kau berada dari negara yang sama dengan Himekawa Aoi."


"Aku tidak mengenalnya."


Amane melangkah maju, Anisa dengan sigap menembakan banyak peluru yang bisa ditangkis hanya dengan sebuah pedang kayu, di saat yang sama Damian turut membantu.


"Kau tidak akan bilang bahwa kami curang kan."


"Tidak, ini menarik."


Mereka saling melemparkan serangan beberapa saat lamanya, pedang Amane mengenai tangan Anisa hingga melemparkan salah satu senjatanya.


Damian mengirim tinjunya namun bisa diblok dengan baik, kemudian Anisa menggunakan lututnya untuk melukai perut Damian sebelum melemparkannya ke arah Amane yang siap menebas.


Tembakan dilesatkan dan itu sekali lagi tertahan oleh pedang Amane.

__ADS_1


"Aku pernah dengar beberapa samurai bisa membelokkan peluru tak kusangka ada juga yang seperti itu di depan mataku."


"Membelokkan jangan salah paham kami menebasnya menjadi dua."


"Kalau begitu pakailah pedang asli."


Anisa menjatuhkan granat asap di sekelilingnya membuat entah Damian ataupun Amane mundur menjaga jarak.


"Mau lari?"


"Mana mungkin aku lari, aku hanya sedikit persiapan."


Anisa mengambil batangan besi yang dia sembunyikan di pahanya kemudian menyatukannya sebagai tongkat.


"Kalian cukup kuat untuk bisa menghindari tembakanku tapi belum cukup kuat untuk mengalahkanku ataupun Norman, aku penasaran siapa yang berhasil mengalahkan Risa sebelumnya tapi biarlah, siapapun itu dia pasti akan muncul pada akhirnya."


Anisa melesat maju menembus gas air mata, dengan sekali hantaman tongkatnya dia melemparkan Damian ke tengah jalan dan tepat saat itu sebuah mobil menerbangkannya jatuh ke aspal.


"Damian?"


"Kau juga akan bernasib sama Amane-san"


Amane tidak bisa melibatkan banyak orang karena itu dia berlari sejauh mungkin dari kerumunan.


"Mau kejar-kejaran, dengan senang hati aku ikut."


"Oi, siapa saja cepat panggil ambulan."

__ADS_1


"Hey, kau baik-baik saja?"


Kebisingan terdengar di belakang keduanya.


__ADS_2