Yang Terkuat Di SMA

Yang Terkuat Di SMA
Chapter 25 : Kunjungan Ketua OSIS


__ADS_3

"Berhenti mengikutiku," suara itu berasal dari Roseanne yang jelas terlihat marah sedangkan Nio hanya tertawa kecil.


"Apa ada yang lucu?"


"Tidak, bukannya kita terlihat seperti pasangan yang baru bertengkar."


Jelas Roseanne tidak terima dengan pernyataan itu, walau begitu akal sehatnya telah kembali sedia kala, kenapa dia harus marah? Ia tidak memiliki hubungan special dengan orang ini terlebih mereka berdua tidak bisa disebut teman juga.


Dia bingung dan hanya menggigit ujung bibirnya untuk kembali berjalan.


"Biar aku temani."


"Tidak perlu."


"Tapi aku ingin."


Nio tidak menunjukan akan mundur jadi dia terus mengikuti Roseanne kemanapun dia pergi, saat di toilet perempuan dia hanya menunggu dan melanjutkan tingkah anehnya.


Orang-orang meliriknya tapi tidak ada yang cukup berani untuk menegurnya karena jelas bahwa mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang tengah bertengkar.


Roseanne menghela nafas panjang saat mereka kembali ke trotoar jalan, Roseanne hanya mampir untuk membeli peralatan mandi, berkat Nio dia mulai ingin mencoba untuk sesering mungkin pergi ke tempat-tempat berbeda agar tidak dikasihani.


Beberapa menit berjalan mereka melihat sebuah bus yang tak terkendali hendak menabrak pejalan kaki yang sedang menyebrangi zebra cross.


"Celaka, tidak sempat."


Roseanne dan Nio hendak berlari namun di sana telah berdiri seorang laki-laki mengenakan earphone di telinganya sambil mengarahkan tangannya ke depan.


Dia memiliki rambut hitam dengan jaket serta anting panjang di telinga kirinya.

__ADS_1


Bus yang melaju tak terkendali tiba-tiba saja tertahan sesuatu hingga bagiannya menjadi gepeng seolah di hancurkan oleh sesuatu yang tidak terlihat lalu terbang ke udara sebelum beberapa kali berputar di udara dan mendarat depan baik.


Nio tidak bisa berkata-kata, yang barusan jelas kekuatan esper, yang lebih buruk itu adalah Telekenesis, kemampuan untuk menggerakkan benda tanpa menyentuhnya.


"Dia dari SMA Utara, Willy," ucap Roseanne yang lalu memeluk Nio secara tiba-tiba dan mendorongnya ke tembok.


"Aku baru tahu bisa selembut ini."


"Jangan mengatakan hal aneh-aneh, jangan sampai dia melihat kita."


"Aku mengerti."


Saat Willy pergi keduanya bisa menarik nafas lega. Menyadari posisi mereka cukup bermasalah Roseanne mendorong Nio menjauh lalu berdeham untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.


"Lebih baik aku cepat kembali."


"Meski aku menolaknya kau pasti tidak akan mendengarnya."


"Begitulah, ngomong-ngomong apa kau ingin melihat aku bermain yoyo."


Nio terus menunjukkan berbagai trik yang dia kuasa.


"Jadi apa yang kau lakukan dengan Amane?"


Roseanne jelas penasaran sejak lama dan menahannya sampai sekarang, ada perasaan kesepian di nada bicaranya.


"Kami hanya berjalan-jalan, mungkin berkencan."


"Dasar Playboy."

__ADS_1


"Yah, aku tidak bisa menolaknya karena aku belum mempunyai pacar, itu akan kejam bukan."


"Dengan kata lain sebelum kau menemukan pacar kau bisa berpergian dengan siapapun yang mengundangmu."


"Kenapa tidak, mungkinkah Roseanne cemburu."


Dia tertawa sebelum membalas "Tidak sama sekali," lalu menambahkan.


"Kuharap urusan seperti ini tidak akan mengganggumu dalam festival sekolah, kita masih banyak pekerjaan untuk menyiapkannya."


"Akan ku ingat itu."


Nio hanya berdiri di depan apartemen Roseanne selagi melambaikan tangan ke arahnya.


Ya ampun, aku benar-benar mengkhawatirkannya walau terlihat kuat dia sangat rapuh di dalam, gumamnya demikian.


Selanjutnya tanpa terduga Nio melihat seorang gadis yang baru turun dari mobil melambaikan tangan ke arahnya.


Dia tepat berada di dekat kediaman Nio.


Ia adalah seorang gadis yang mengenakan blazer merah muda dengan rambut pirang twintail serta penutup mata berbentuk hati.


"Hai, namaku Risa bisakah aku mampir ke kamarmu."


"Ketua OSIS SMA Barat kah, apa yang kau inginkan dariku?"


"Bisakah kita bicara di dalam."


Kilatan listrik yang menyerupai petir menyeruak dari tubuhnya, jelas akan masalah jika Nio menolaknya.

__ADS_1


__ADS_2