
Festival yang ditunggu semua orang akhirnya dapat digelar dengan baik, setiap kelas menunjukkan persiapan mereka dengan membangun kios-kios makanan tak terkecuali wahana-wahana permainan, di lorong yang dipenuhi banyak orang yang bergembira, Nio telah mengambil dua minuman dari mesin otomatis lalu berjalan ke tangga terdekat.
Karena festival ini dibuka secara umum semua warga sekitar sekolah bisa datang tak terkecuali SMA Barat juga yang telah beraliansi dengan sekolah ini.
Nio menaiki tangga sampai ke ujungnya dan ketika membuka pintu ia dapat melihat seorang gadis berambut perak yang duduk selagi menyilangkan kakinya. Melihat kemunculan yang tiba-tiba gadis bernama Roseanne mengerenyitkan alisnya.
"Kenapa kau tahu aku ada di sini?"
"Aku hanya tak sengaja melihatmu."
"Kau penguntit."
"Kurasa bisa dibilang begitu."
Nio duduk di sebelahnya lalu memberikan minuman padanya. Keduanya meminumnya tanpa ada masalah.
"Berapa?"
"Tidak perlu, aku cukup banyak uang hari ini."
"Kau sangat sombong kah."
Setelah keheningan Roseanne memutuskan untuk menyerang, pria di dekatnya selalu mempermainkannya maka dari itu dia sedikit ingin membalas.
"Aku masih bingung kenapa kau menyukaiku?"
"Bagaimana yah... kau cantik, imut dan dadamu juga besar, aku menyukainya."
Serangan berbalik.
Wajah Roseanne tampak memerah tapi ia tidak mundur dan berusaha untuk terus bertahan.
__ADS_1
"Kau yakin mengatakan itu pada seorang gadis?"
"Tak masalah, aku hanya ingin menjadi diriku sendiri saja."
"Begitu, padahal kau sebenarnya mengerikan di masa lalu."
Nio memiringkan kepalanya.
"Aku sudah mencari tahu siapa kau sebenarnya, kau berasal dari sekolah itu bukan?"
"Kamu sudah mencari tahu tentangku, wah.. itu sangat romantis, imutnya."
"Berisik aku tidak melakukannya karena itu, kau tahu."
"Saat itu memang aku seperti monster, tak masalah jika kau mau menyebutku seperti itu tapi rasa cintaku tak akan berkurang sama sekali."
"Hentikan, kau membuatku takut."
"Menarik apanya?"
Nio menunjukkan yoyo yang selalu dibawanya.
"Itu?"
"Ada banyak cerita tentang ini, apa kau mau mendengarnya sedikit."
"Tentu, tapi bukan berarti aku mau mendengarnya kau tahu."
Gadis ini memang tsundere.
"Saat kecil aku mendapatkannya dari seorang gadis, mungkin bisa dibilang itu cinta pertamaku."
__ADS_1
"Cinta pertama? Aku tidak menyangkanya."
"Aku berpisah saat aku masih kecil dan kemudian masuk ke dalam sekolah elit itu, di sana poin adalah hal berharga dan di sana semua orang yang tidak bisa bersaing dengan yang lainnya akan dikeluarkan semestinya, aku saat itu mengetahui bahwa gadis itu bersekolah di sana juga dimana ia lebih tua satu tahun dariku namun sayangnya dia dirawat di rumah sakit."
Poin penting untuk Roseanne adalah bahwa Nio selalu menyukai gadis yang sedikit di atas umurnya.
"Di rumah sakit?"
"Seperti yang kau duga dia diserang siswa lain, ia adalah kandidat yang sangat berpengaruh di sekolah itu maka dari itu semua orang menargetkannya, aku menemuinya namun dia hanya menangis bahkan saat bertemu denganku... karena itu aku berjanji satu hal padanya."
"Kau mengeluarkan semua orang yang terlibat."
"Aah, dengan berbagai cara aku menyebar keburukan mereka, menghancurkan mereka dengan kekerasan dan juga semua senjata yang diketahui umat manusia."
"Itu terdengar ekstrim."
"Begitulah apa adanya."
Risa tiba-tiba muncul di belakang keduanya.
"Jadi begitu, harusnya Onii-chan juga memberitahukannya pada Risa tapi malah berduaan di tempat seperti ini."
"Risa, kenapa kau ada di sini? Tidak, itu tidak penting kenapa kau memanggil Nio seperti itu."
Risa memeluk Nio dari belakang yang mana itu terlihat cukup mesra dari sudut pandang Roseanne.
"Hubungan kami tidak hanya sebatas teman loh."
"Ugh."
"Imutnya... apa kau cemburu?"
__ADS_1