
Pagi hari diruang dapur sederhana,
Ibu....ibuuuu kenapa nasinya belum matang? Dara sedikit berteriak agar ibunya yang berada diruang tengah bisa mendengar.
ibu segera berjalan menuju dapur menghampiri putrinya.yaaahhh. .. magic comnya lupa belum dicolokin.ya sudah kamu sarapan roti saja sana.
yah ibu bagaimana aku bisa memulai hariku tanpa nasi.... hiks hiks hiks ucap dara sambil seolah menangis yang dibuat-buat.
yang begini sok-sokan mau keluar negeri.timpal ibu sambil mencebikkan bibirnya.
memang apa hubungannya keluar negeri sama makan nasi sih buk.
Yee memang kamu gak tau ya.kalau diluar negeri orang-orangnya gak makan nasi.
emang ibu tau?
enggak juga sih.
ya udah deh buk dara pergi kerja dulu ya,ucap dara sambil memasukkan roti kedalam tasnya.lalu mencium tangan ibu.
Andhara Ayu Nugraheni,gadis berusia 24 tahun.Memiliki tinggi badan rata-rata, bentuk tubuh proporsional,kulit sawo matang,rambut hitam dan sedikit bergelombang.Kecantikannya tidak terlalu mencolok tapi sangat menyenangkan untuk dipandang.Bekerja sebagai pramusaji di restauran sebuah hotel bintang lima,dan bercita-cita ingin bekerja diluar negeri.
__ADS_1
Hari ini Dara kebagian shift pagi,setelah sampai ditempatnya bekerja Darapun segera memeriksa daftar tamu hotel hari itu.Dia merasa senang melihat ada banyak nama orang asing didaftar itu.ya... Dara memang sangat tertarik dengan bahasa Inggris,baginya dengan banyak berinteraksi dengan orang asing sama dengan latihan bahasa Inggris gratis.Dan sekarangpun kemampuan bahasa Inggris dara bisa dibilang cukup fasih.
Dari belakang seorang senior menyapa Dara,
pagi Dara?
eh pagi kak Deril.
eh Dara coba kamu lihat daftar tamu kamar 315.
Mr.George Hamilton,kenapa kak?
Dengar-dengar dia itu punya perusahaan penyalur tenaga kerja ke Australia lho.
wajah Dara langsung sumringah mendengar informasi itu.Sudah bukan rahasia lagi kalau Dara ingin bekerja di luar negeri,bahkan hampir semua teman Dara tau tentang hal itu.
Iye Munawaroh udah deh percaya gue.
Dara segera menghampiri Rani yang kebetulan bertugas sebagai GRO (guest relation officer) restauran pagi itu.Dara minta kalau Mr.George datang biar dara saja yang handle.dengan pembawaan Dara yang supel dan ceria tidaklah sulit bagi dara memulai pembicaraan dengan Mr.George.
sore harinya dirumah.
__ADS_1
bapak...ibu... aku pulang.
Dengan wajah amat suram Dara masuk rumah.Sembari menyeret tasnya yang sebenarnya bisa saja dia tenteng,menandakan bahwa yang punya tas sedang sangat tidak bersemangat.Darapun langsung duduk di karpet dibawah sofa tempat bapak dan ibunya sedang duduk.
Kenapa nak kok mukanya kucel gitu,
tanya bapak
Habis putus cinta kali pak,
timpal ibu
Apaan sih buk.
Dara menjawab dengan sedikit sewot
Iya buk gak boleh bilang gitu ah tentang Dara.kasian tau kan Dara jomblo.
Bapak dan ibu pun tertawa terbahak-bahak bersama.Darapun akhirnya ikut tertawa juga.begitulah keluarga mereka memang selalu ceria.
Cerita dulu dong,kenapa anak bapak ini kok murung.
__ADS_1
Darapun menceritakan pertemuannya dengan Mr George,dari perbincangan tadi pagi Dara mengetahui kisaran biaya yang harus Dara keluarkan jika dia ingin bekerja di Australia.Kisaran angka yang bagi Dara dan keluarganya jauh dari kata terjangkau.Dara seketika ingin mengubur saja mimpinya itu meskipun belum mati.
Bapak Dara yang seorang staff kantor Kelurahan,dan ibu Dara yang memiliki sebuah usaha kecil-kecilan membuka sebuah toko kelontong kecil dan laundry kiloan.Kehidupan mereka terbilang cukup,tapi tidak cukup besar penghasilannya untuk membiayai keinginan Dara itu.Ditambah lagi masih ada 2 orang adik kembar Dara yang masih bersekolah,yang pastinya juga masih membutuhkan biaya yang banyak.